Visi Pramudia

Dzulqarnain bukan Alexander Agung

Posted on: April 24, 2008

Selama ini banyak disalahpahami bahwa Dzulqarnain adalah Alexander Agung atau Alexander the Great, seorang penakluk asal Macedonea. Padahal yang dimaksud Al-Qur’an, Dzulqarnain adalah seorang shalih yang hidup di masa Nabi Ibrahim, bukan seorang kafir yang merupakan anak didik filosof Yunani, Aristoteles.

 
Dzulkqarnain adalah seorang penguasa muslim yang mengendalikan wilayah yang luas di dunia ini.

Perbedaan masa antara Dzulqarnain yang hidup pada zaman Nabi Ibrahim dan Alexander yang dekat dengan zaman Nabi Isa terpaut 2000 tahun lebih. Berikut ini adalah beberapa fakta yang dapat membuktikannya:
1. Yang menunjukkan bahwa Dzulqarnain lebih dulu masanya dari Alexander adalah apa yang diriwayatkan oleh Al-Fahiki dari jalan ‘Ubaid bin ‘Umair bahwa Dzulqarnain menunaikan haji dengan berjalan kaki. Hal ini kemudian didengah oleh Ibrahim Alaihissalam sehingga beliau menemuinya.
2. Juga diriwayatkan dari jalan ‘Atha dari Ibnu Abbas bahwasanya Dzulqarnain masuk ke Masjidil Haram lalu mengucapkan salam kepada Nabi Ibrahim.
3. Juga dari Utsman bin Saj bahwasanya Dzulqarnain meminta kepada Nabi Ibrahim untuk mendoakannya. Nabi Ibrahim lalu menjawab: “Bagaimana mungkin, sedangkan kalian telah merusak sumurku?” Dzulqarnain berkata: “Itu terjadi di luar perintahku.” Maksudnya, sebagian pasukannya melakukannya tanpa sepengetahuannya.
4. Ibnu Hisyam menyebutkan dalam At-Tijan bahwa Nabi Ibrahim berhukum kepada Dzulqarnain pada suatu perkara, maka dia pun menghukumi perkara itu.
5. Ibnu Abi Hatim juga meriwayatkan dari jalan Ali bin Ahmad bahwa Dzulqarnain datang ke Mekah serta mendapati Ibrahim dan Ismail sedang membangun Ka’bah.

Dzulqarnain adalah seorang Arab, sedangkan Alexander/ Iskandar adalah orang Yunani. Bangsa Arab seluruhnya merupakan keturunan Sam bin Nuh, adapun bangsa Yunani adalah keturunan Yafits bin Nuh menurut pendapat yang kuat. Sehingga keduanya adalah pendapat yang berbeda.

Kisah Dzulqarnain telah diterangkan Al-Qur’an secara panjang lebar dalam Surat Al-Kahfi ayat 83-98, sebagai berikut:
“Mereka akan bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Dzulqarnain. Katakanlah: ‘Aku akan bacakan kepadamu cerita tentangnya.’ Sesungguhnya Kami telah memberi kekuasaan kepadanya di (muka) bumi, dan Kami telah memberikan kepadanya jalan (untuk mencapai) segala sesuatu, maka diapun menempuh suatu jalan. Hingga apabila dia telah sampai ke tempat terbenam matahari, dia melihat matahari terbenam di dalam laut yang berlumpur hitam, dan dia mendapati di situ segolongan umat. Kami berkata: ‘Hai Dzulqarnain, kamu boleh menyiksa atau boleh berbuat kebaikan terhadap mereka.’ Berkata Dzulqarnain: ‘Adapun orang yang aniaya, maka kami kelak akan mengazabnya, kemudian dia dikembalikan kepada Rabbnya, lalu Dia mengazabnya dengan azab yang tidak ada taranya. Adapun orang-orang yang beriman dan beramal shalih, maka baginya pahala yang terbaik sebagai balasan, dan akan kami titahkan kepadanya (perintah) yang mudah dari perintah-perintah kami’.” (Al-Kahfi: 83-88 )
“Kemudian dia menempuh jalan (yang lain). Hingga apabila dia telah sampai ke tempat terbit matahari (sebelah timur) dia mendapati matahari itu menyinari segolongan umat yang Kami tidak menjadikan bagi mereka sesuatu yang melindunginya dari (cahaya) matahari itu, demikianlah. Dan sesungguhnya ilmu Kami meliputi segala apa yang ada padanya. Kemudian dia menempuh suatu jalan (yang lain lagi). Hingga apabila dia telah sampai di antara dua buah gunung, dia mendapati di hadapan kedua bukit itu suatu kamu yang hampir tidak mengerti pembicaraan. Mereka berkata: ‘Hai Dzulqarnain, sesungguhnya Ya’juj dan Ma’juj itu orang-orang yang membuat kerusakan di muka bumi, maka dapatkah kami memberikan sesuatu pembayaran kepadamu, supaya kamu membuat dinding antara kami dan mereka?’ Dzulqarnain berkata: ‘Apa yang telah dikuasakan Rabbku kepadaku terhadapnya adalah lebih baik, maka tolonglah aku dengan kekuatan (manusia dan alat-alat), agar aku membuatkan dinding antara kamu dan mereka, berilah aku potongan-potongan besi.’ Hingga apabila besi itu telah sama rata dengan kedua (puncak) gunung itu, berkatalah Dzulqarnain: “Tiuplah (api itu).’ Hingga apabila besi itu sudah menjadi (merah seperti) api, diapun berkata: ‘Berilah aku tembaga (yang mendidih) agar kutuangkan ke atas besi panas itu.’ Maka mereka tidak bisa mendakinya dan mereka tidak bisa (pula) melubanginya. Dzulqarnain berkata: ‘Ini (dinding) adalah rahmat dari Rabbku, maka apabila telah datang janji dari Rabbku Dia akan menjadikannya hancur luluh, dan janji Rabbku itu adalah benar’.” (Al-Kahfi: 89-98 )

(sumber: Majalah Asy Syariah Vol IV/2008 )

135 Tanggapan to "Dzulqarnain bukan Alexander Agung"

Assalamu’alaikum wr.wb.

Nama saya Dwiyanto P.
Saya ingin mengomentari pendapat anda……..

Saya tidak sepaham dengan pendapat anda.

Menurut analisis saya (meskipun saya bukan pakar sejarah)
yang dimaksud dengan Dzulqarnain didalam Surah Al Kahfi
adalah Raja Persia dinasti Akhameni (Achaemenid) bernama
Kuresh atau Koresh (Cyrus the Great) yang bertahta dari kira-kira tahun 549 sampai 530 SM.
Alasan utamanya adalah karena ia merupakan raja yang pertama di dunia ini yang berhasil mempersatukan barat (Anatolia, atau Turki sekarang) dan timur (India) serta berhasil mempersatukan dua kerajaan yaitu Media dan Anshan. Arti dari Dzulqarnain adalah “orang yang memiliki dua kekuasaan atau tanduk” maka sesuai dengan analisis ini. Selain itu ia jugalah yang membangun tembok besi campur tembaga untuk menahan bangsa Ya`juj wa Ma`juj yang sekarang terletak di kota Derbent (Azerbaiyan) pada kaki pegunungan Kaukasus…….

Kalau ingin lebih jelas nanti akan saya bahas lebih detail
via alamat e-mail saya…..

wassalam,

Dwiyanto P.

pembahasan yang oke banget..
saya juga sedang membaca banyak refrensi ttg Iskandar Zulkarnain..
boleh mas dikirim ke email saya tentang pembahasan lanjutannya..

Salam. Tolong emailkan pada saya di mosamremuda@yahoo.com.my tQ

Uraian Anda menarik sekali. Mohon kirim kepada saya detail argumen lebih lanjut selengkapnya. Terima kasih.

saya jg pengen tau bgt..bingung sama bermacam2 referensi yg ga tau kebenarannya. tolong kalo bisa setiap info ada catatan sumber info dr mana (kyk footnote gt).

saya tertarik tentang artikel alexander agung,tolong dong kirim kedua versi dari sudut islam dan kristen,alexander agung,terimakasih

sungguh saya juga setuju jika zulqarnain adalah Cyrus the Great mengingat dua tanduk dan satu2 nya dari sejarah bahwa beliah adalah raja yg mampu meyatukan wilayah terluas skala international …kiranya jika ada info ttg ini saya sangat minta bantuannya kirimkan ke saya ….di adiarray@yahoo.com

Maaf, klo boleh saya bertanya, apakah korres pernah menguasai dunia? karena Dzulqornain adalah salah satu dari 4 raja yg pernah menguasai dunia.

Waalaikum salam Wr Wb.

P. Dwiyanto ysh… wah terima kasih atas masukannya… Posting ini diawali dengan dari ketertarikan saya atas tulisan di majalah Asy Syariah Vol IV/2008 yang disimpulkan bahwa Dzulqarnain yang ada di dalam Al Qur’an adalah bukan Alexander Agung… Hal ini, mematahkan pemahaman saya selama ini, karena sejak dahulu dari jaman SD, ternyata kita diinformasikan hal yang salah… Berdasarkan ini, maka saya ingin sharing kepada yang lain bahwa Dzulkarnain bukan Alexander Agung..

Masukan p. Dwiyanto ini menyatakan bahwa Dzulkarnain memang bukan Alexander Agung, melainkan adalah Cyrus the Great (580-529BC). Berbeda pendapatnya dengan Majalah Asy Syariah yang katanya Dzulkarnain hidup pada jaman Nabi Ibrahim (2000BC).

Ahli sejarah dan pemikir Islam, Sayyid Abul A’la Maududi, termasuk yang berpendapat Dzulkarnain adalah Cyrus the Great.

Dari website http://www.cyrusgreat.com dijelaskan juga bahwa Dzulkarnain bukan Alexander Agung melainkan Cyrus the great, sebagaimana penjelasan berikut:

1- Alexander was not a monotheistic man. He was a blasphemer who worshipped the many gods of Ancient Greece. The Biography of Alexander, written by a famous Greek historian (Herodotus) states that Alexander believed that he was the son of Zeus! The Qur’an’s Zol-qarnain was God-revering and a monotheist, and so was Cyrus. As the most probable date for the appearance of Zoroaster is in the mid-sixth century B.C., this date is close to the time Cyrus lived.
2- Cyrus is mentioned in the Old Testament and the Book of Ezra as a God-revering person, a description that matched the qualities of Zol-qarnain in the Qur’an.
3- The deeds of the Achaemenian king were in accordance to the deeds described in the Qur’an, as he fought with the Lydians in Asia Minor and then with the Sakas in the east (unlike Alexander the Great).
4- The Koranic verses in the ‘AL KAHF’ sura, which talk about Zol-qarnain, begin with the words: “And they ask you about Zol-qarnain..”. Meaning that the Jews are asking the Prophet Muhammad about him. This means that this king was known to the Jews, and is mentioned in the Old Testament. Alexander the Great is not mentioned in the Old Testament, nor did he have any close relation with the Jews.
5- Zol-qarnain in the Qur’an is said to have built a barrier of copper and iron after fighting the Ya’jooj and Ma’jooj people. Cyrus built a similar barrier in the Daryal Pass, the remains of which are still existing.
6- “qarn” in Arabic has two meanings: “horn” and “century”. ” Zol-qarnain ” could literally mean in Arabic: “The man of two horns” or “The man of two centuries”. This “one word having multiple meanings” but Cyrus Relief, in Pasargadae shows The man of two horns.!
7- Cyrus is a personality mentioned in the Bible, i.e the Old Testament (the Book of Daniel, the Book of Ezra and some other books where Cyrus is referred to in very explicit terms: Daniel dreamt that in the palace of Susa in Elam, a two-horned ram triumphed over all animals, with the exception of a one-horned goat that finally defeated the ram. Daniel lost consciousness after this dream and an angel appeared to him, saying that the ram he had seen was the king of the Medes and the Persians, while the one-horned goat was the king of the Greeks) (Book of Daniel, chapter 8, verses 20-21).

Dari http://www.iranchamber.com juga berpendapat hal yang sama:
1. Cyrus is mentioned in the Old Testament and the Book of Ezra as a God-revering person, a description that matched the qualities of Zolqarnain in the Qur’an.
2. The deeds of the Achaemenian king were in accordance to the deeds described in the Qur’an, as he fought with the Lydians in Asia Minor and then with the Sakas in the east (unlike Alexander the Great).
3. Zolqarnain in the Qur’an is said to have built a barrier of copper and iron after fighting the Ya’jooj and Ma’jooj people. Cyrus built a similar barrier in the Daryal Pass, the remains of which are still existing.

Dari http://www.understanding-islam.com juga berpendapat demikian:
“There are apparently two personalities in history before Islam who were great conquerors and ruled over vast empires as mentioned by Qur’an. These were Alexander the Greek conqueror and Cyrus the Persian conqueror. As far as Alexander is concerned the extent of his expeditions was towards the east and south, whereas Qur’an mentions Zulqarnain’s expeditions towards west, east and a third direction. Secondly when Qur’an talks about Zulqarnain, it shows him as a person believing in one God and the hereafter. He is also depicted as a kindhearted and just ruler. Now it is known about Alexander that he was a polytheist and no incidents of his kindness and justice are explicitly recorded in history. But as far as Cyrus is concerned we find out that the extent of his expeditions was towards west, east and north that is, after becoming the king of Persia, Cyrus went on different expeditions, ultimately conquering almost eighty percent of the civilized world at that time. He became the king of this vast empire stretching from Lydia (west) to India (east) and Bactria (north) to Babylon (south). Secondly history has explicitly recorded incidents of Cyrus’s extreme kindness and justice towards his subjects. In fact, these traits of his personality were so conspicuous that friend and foe equally acknowledged this fact. As regards Cyrus’s religion, he was a believer in Zoroastrianism, a new religion at that time, which existed with all its purity and spirit. The prophet Zoroaster who was probably contemporary to Cyrus preached belief in one God, the hereafter and all other basic good deeds that form a part of Divine religions. This answers our first question, showing that Cyrus comes very close to the narrative of the Qur’an.”

Kalimat terakhir dari http://www.understanding-islam.com, perlu diperhatikan:
“With this discussion in view we can conclude that in our opinion there is a greater likelihood that Cyrus the Persian king was the person mentioned as Zulqarnain in the Qur’an. However, it should always be kept in mind that Qur’an has not specifically mentioned any name, so we should also avoid saying that our opinion is final and the personality we found out to be Zulqarnain is exactly the one which Qur’an calls Zulqarnain. We should always talk about it in terms of our own understanding and knowledge, as the door for further research is always open.”

Pak Dwiyanto, sekali lagi terima kasih atas masukannya, guna pengkayaan informasi mengenai siapa sebenarnya Dzulkarnain. Tentunya saya berharap agar mendapatkan informasi lebih detail dari bapak, dan jika berkenan dapat dikirimkan melalui email kami: dpramudia@gmail.com.

Senang berkenalan dengan anda…
Wass.
Dadan

Dzulqarnain menurut arti Bahasanya yg mempunyai dua tanduk,gelaran bagi seorang Raja yg Berkuasa Disebelah Timur Dan Barat.Berbagai Pendapat tentang Dzulqarnain.ini.Kebanyakannya Mengatakan Alexander de Groote.Raja.Dari.Macedonia.yg.termahsyur.Besar.Raja timur.Dan.Barat.Ada.yg,mengatakan.Raja.Cyrus,atau.Darius.Raja Persia yg telah.memberi.Kebebasan. Kepada.Ummat.Israil.Dia,.Adalah.Raja.yg.amat.PenyayangTTentang Bangsa ja’jadj.dan.ma’jad.ini.tentu,bertalian dengan.siapa Sebenarnya Zulqarnain itu jumpa.Mungkin,Sekali.Bangsa.Mongol.Karena batas(dinding) besi.itu.tinggi.dan.Kuat.mereka.tidak.dapat,menaikinya,.Dan.tidak.dapat,Melobanginya..Mungkin.Skli.LEtaknya.DEkat.Kota.DErben.Dipergunungan.Kaukasus.yg.dulu.kota.itu.Bernama.Babul,Hadid,(pintu Besi).Bila.masanya.Dinding.Besi.Itu.Tidak.Berkekuatan.Lagi.dan.Dapat.dilintasi.Oleh.Mereka.Sehingga.Bangsa.ini.Telah.Bercampur.Gaul.Dengan.Bangsa2.lain.

Assalamu’alaikum wr.wb.

Terima kasih atas tanggapan anda,
Insya Allah nanti akan saya kirimkan analisis saya yang lebih lengkap beserta satu lagi bahasan yaitu tentang siapakah bangsa Ya`juj wa Ma`juj karena keduanya merupakan satu paket ! (sebenarnya saya hanya pengamat sejarah saja, hanya sekedar hobby, jadi mungkin tidak terlalu detail)…..

Menurut saya ketertarikan anda serta pengetahuan anda terhadap masalah Dzulqarnain ini sangat baik. Jarang ada yang mau peduli terhadap hal ini…….

Pada kesempatan ini saya juga ingin menambahkan lagi yaitu : beberapa bulan yang lalu tepatnya sekitar bulan “Dzulqa’idah 1428 H” tiba-tiba muncul dalam benak saya pemikiran bahwa pasti Allah memberikan “clue” tentang siapakan Dzulqarnain itu, oleh sebab itu saya membuat analisis sebagai berikut :

Cerita kehebatan Koresh Raja Persia itu tentunya akan tersebar luas diantaranya tentunya ke jazirah ‘Arabiyah yang pada saat itu belum ada Kerajaan yang berkuasa disana khususnya pada wilayah Hijaz (lokasi Haramayn, dua kota suci Makkah dan Madinah).

Maka saya berasumsi, “jangan-jangan nama Koresh itu kemudian diambil oleh para pemuka ‘Arab itu “….. menjadi Quraisy !!!”
Kemudian saya baca sejarah bahwa salah satu nenek moyang Rasulullah dalam silsilah yang bernama Fihr mempunyai nama gelar “Quraisy” yang kemudian dijadikan nama suku dimana Rasulullah muncul membawa risalah Islam !

Kalau seandainya asamsi saya ini “benar”, mungkin Allah swt. telah membertahukan nama Dzulqarnain pada Surah (18) Al Kahfi itu di Surah (106) “Quraisy”….Wallahu a’lam !

Maka ingin minta tolong anda bisa mempublikasikan analisis ini melalui diskusi dengan para ulama tafsir dan sejarah karena saya merasa tidak mampu (capable) dan “Pede” dalam pembahasan masalah ini

Terima kasih banyak, saya tunggu respons anda….

Wassalam,
Dwiyanto P.

tolong dong pak dadan, bisa jelaskan infromasi tentang tembok yang dibangun oleh dzulqarnain yang terbuat dari besi dan tembaga yang letaknya antara samarkand dan india….yang berhubungan dengan ya’juj dan ma’juj…terimakasih

Pak Dwiyanto ysh…

Bahasan anda mengenai Koresh adalah identik dengan Quraisy adalah menarik sekali…

Koresh adalah nama Yahudi untuk Cyrus the great (580-529BC), atau disebut juga کوروش بزرگ, Kurosh-e Buzurg or کوروش کبیر Kurosh-e Kabeer.

Kalau kita lihat silsilah Nabi Muhammad (sumber: Sejarah Hidup Muhammad by Haekal), maka Quraish adalah keturunan ke 16 dari nabi Ibrahim atau kakek uyut Nabi Muhammad ke 13, sbb:

00 IBRAHIM
01 Isma’eel
02 Nabit
03 Yashjub
04 Tayrah
05 Nahur
06 Muqawwam
07 Udad
08 ‘Adnan
09 Mu’ad
10 Nizar
11 Mudar
12 Ilyas
13 Mudrika
14 Khuzayma
15 Kinana
16 Al Nadr (Al Quraysh) –> Arabic: قريش transliteration: Qurayš. Other transliterations include “Quresh”, “Quraysh”, “Koreish” and “Coreish”.
17 Malik
18 Fihr
19 Ghalib
20 Lu’ayy
21 Ka’ab
22 Murra
23 Kilab
24 Qussayy (Real name: Zayd)
25 ‘Abdu Manaf (Real name: Al Mughira)
26 Hashim (Real name: ‘Amr) as Banu Hashim
27 ‘Abdu Al Mutallib (Real name: Shaiba)
28 ‘Abdullah
29 MUHAMMAD saw

Sayangnya, saya belum bisa menemukan kira2 tahun berapa before century Al Nadr atau Al Quraysh itu hidup… bila bisa dibuktikan bahwa Quraysh itu hidup pada jaman Koresh… bisa jadi Koresh identik dengan Quraysh…

Pak Dwiyanto, saya tunggu bahasan lenkapnya ya… bisa kirimkan ke email saya di: visipramudia@gmail.com

Dear Lia…

Terima kasih atas kunjungannya…
Pertanyaannya agak susah nih… mengenai tembok yang dibangung oleh dzulqarnain..

Dalam sejarah diketahui memang raja Koresh menyerbu wilayah Armenia dikaki pegunungan Kaukasus pada 537 SM (setelah penaklukan Babylonia pada 539 SM). Ia membangun tembok dari campuran besi dan tembaga yang diperkirakan berada dekat kota Derbent sekarang (lihat di dzulqarnaindanyajujmajuj.blogspot.com)

Kota tua Derbent terletak di negara Rusia. Penjelasan di wikipedia sebagai berikut:

“Derbent (Russian: Дербе́нт; Azeri: Dərbənd; Lezgian: Дербент; Avar: Дербенд; Persian: دربند, Darband[1]) is a city in the Republic of Dagestan, Russia. It is the southernmost city in Russia, and it is the second most important city of Dagestan. Population: 101,031 (2002 Census); 78,371 (1989 Census). The Azeris are the main ethnic group, followed by Lezgins and Tabasarans.

Often identified with the legendary Gates of Alexander, Derbent claims to be the oldest city in the Russian Federation. Since antiquity the value of the area as the gate to the Caucasus has been understood and Derbent has archaeological structures over 5,000 years old. As a result of this geographic particularity the city developed between two walls, stretching from the mountains to the sea. These fortifications were continuously employed for a millennium and a half, longer than any other extant fortress in the world. Over the years different nations gave the city different names, but all connected to the word ‘gate’.”

Foto temboknya ada di http://en.wikipedia.org/wiki/Derbent. Please cek aja…

Best Regards

Sdr Dadan,

Cyrus The Great bukan Al Nadr (Al Quraysh), berikut silsilah Cyrus The Great:

1. Teispes
2. Cyrus I
3. Cambyses I
4. Cyrus The Great (II)
5. Cambyses II

Cyrus The Great memiliki dua orang putra yaitu Cambyses II yang naik tahta pada tahun 529 – 522 SM dan Bardiya atau Smerdis dalam literatur Yunani.

Cambyses II meninggal sekembalinya dari invasi ke Mesir pada tahun 522 SM, sedangkan Smerdis dibunuh oleh Prexaspes atas perintah Cambyses II sebelum kematiannya.

Setelah kematian kedua putranya tersebut tidak ada penerus tahta kerajaan Persia dari jalur darah Cyrus, selanjutnya tahta berpindah ke tangan Darius The Great putra Hystaspes dari golongan nningrat Persia yang dekat dengan Cyrus The Great.

Ass.wr.wb.

Terima kasih atas jawabannya dan tanggapannya………….

Saya mohon maaf, belum sempat mengirimkan tulisan pembahasan tentang Dzulqarnain dan Ya`juj wa Ma`juj karena masih dikoreksi tata bahasa biar agak bagus sedikit….maaf saya bukan seorang penulis (artikel itu sudah saya tulis kira-kira 3 tahun yang lalu, terus selama ini di update dengan gaya penulisan amatiran ! jadi perlu diperhalus biar nggak malu-malu`in!….), selain itu juga masih agak sibuk urusan kantor.
Saya usahakan untuk dikirim pada bulan depan (November 2008)
Saya mengharapkan agar topik ini dapat dibahas para ahli sejarah Islam dan dunia….
Saya juga mengharapkan anda juga dapat membahas topik lainnya seperti Khalifah (Imam) Al Mahdi, karena sepertinya ia akan segera datang dan menegakkan Khilafah Ar-Rasyidin
bagi kejayaan Islam sekali lagi, untuk yang terakhir kalinya, serta menaklukkan seluruh dunia dibawah syari`at Islam !!

Wassalam Dwiyanto P.

Wass wr wb

Iya pak Dwiyanto… ditunggu ya artikelnya di email.

Mengenai Imam Mahdi, sebetulnya sudah banyak buku2 yang menjelaskan perihal imam mahdi yang selalu dikaitkan dengan dajjal dan turunnya Nabi Isa.

Namun sampai sekarang, saya masih belum menemukan haditsnya yang soheh… mungkin nanti jika saya peroleh akan saya bahas juga…

Terima kasih atas idenya..

Wassalamualaikum wr wb.

thanks banyak buwat semuanya yang mbahas tentang hal ginian cz saya suka bgt klo mbahas ttg hal2 gnian.ttp dari dulu ga da yg bs di ajak sharing.sy mhon ttp d trusin sharing ttg hal2 yang berbau sejarah2 yg membahas islam dan pokonya sejarah2 gitu deh.

Saya tertarik dengan diskusi mengenai siapa sebenarnya Zulqarnaen yang disebutkan dalam al-quran. Beberapawaktu lalu saya meliahat acara di TV yang membahas keberadan dari Alexande Agung dari Macedonia. Di situ dikatakan menurut beberapa ahli sejarah Islam bahwa Dzulqarnain adalah Alexander The Great. Menurut analisa saudara bahwa Dzulqarnaen adalah Cyrus The Great dari Persia. Adakah keterangan dari Hadist atau tafsir dari Al-Quran yang menunjukan ke arah sana. Sampaisaat ini saya masih bingung dan mencoba mencari kepastian siapa Dzulkarnaen tersebut. Mengenai bangsa Ya’Zuz dan Ma’zuz, apakah saat ini ada atau keberadaannya nanti. Tolong berikan keterangan agar saya dapat mengerti dengan jelas.

Dear al fath z fucker…
thanks udah mampir & posting comment di sini… saya juga menyenangi sejarah terutama yang berkaitan dengan islam. Namun memang banyak terdapat ketidakjelasan dalam penjelasan sejarah islam… kemarin saya baru membeli buku hadits bukhari dan muslim, mudah-mudahan akan banyak informasi mengenai sejarah islam dari sana…

Dear suratman…
sekarang ini banyak bukti bahwa dzulkarnain adalah bukan alexander the great, seperti dijelaskan pada http://www.cyrusgreat.com, bahwa alexander adalah bukan penganut aliran agama monoteisme, padahal di Al’Qur’an dijelaskan bahwa dzulkarnain adalah hamba Allah yang soleh… seorang muslim. Yang paling dekat memang adalah bukti sejarah dari Cyrus the Great.

Dari Al-Qur’an memang tidak menyebutkan nama, namun hanya menyebutkan Dzulqarnain yang artinya “manusia dengan dua tanduk”, yang kebetulan bukti sejarah ditemukan relief cyrus the great yang identik dengam “manusia dengan dua tanduk”

Untuk haditsnya yang berkaitan dengan dzulkarnaen, saya masih mencari-cari… bantuin ya…

Mengenai Ya’juj Ma’juj, sebagian sejarawan islam meyakini bahwa mereka adalah bangsa ‘mongol’ dan ‘tartar’. Sejarawan yang menjelakan hal ini adalah DR. Shalah Abdul Fatah Al Khalidi, sebagaimana tertulis dalam blog: http://dzulqarnaindanyajujmajuj.blogspot.com/ sebagai berikut:

“Untuk kesekian kalinya DR. Shalah Abdul Fatah Al Khalidi menegaskan bahwa Ya’juj dan Ma’juj adalah mereka yang mendiami wilayah Mongolia. Mereka juga termasuk daerah Turkistan, Russia dan China. Tetapi yang menjadi pertanyaan penting, apakah Ya’juj dan Ma’juj tidak pernah keluar kecuali nanti saat menjelang Kiamat?

Para ilmuwan yang meneliti mengatakan bahwa Ya’juj dan Ma’juj telah bangkit dan keluar berkali-kali. Kebangkitan terakhir adalah ketika menjelang Kiamat, sebagaimana disebutkan juga dalam beberapa hadist Shahih. Para ilmuwan sejarah menyebutkan bahwa mereka terhitung sudah Tujuh kali keluar dari persembunyiannya.

Pertama, zaman prasejarah Mongol, atau sekitar tahun 5000 S.M. Ketika itu mereka sanggup merubah dan menghancurkan peradaban China kuno, lewat serangan mereka dengan melewati gurun Ghabi.

Kedua, awal dimulainya sejarah, atau sekitar tahun 1500 S.M – 1000 S.M, gelombang kedatangan mereka sebagian muncul dari Timur laut. Mereka berniat menempati sebagian wilayah China, Asia Tengah, daerah Mongolia dan Turkistan. Akan tetapi ekspansi mereka ke daerah-daerah itu dengan perdamaian bukan dengan penyerangan. Mereka hidup di sana dengan bekerja sebagai petani.

Ketiga, kemunculan Ya’juj dan Ma’juj kali ini di akhir tahun 1000 S.M. Dimana mereka menguasai wilayah pesisir laut Qazween, laut Hitam, utara Kaukasus, aliran sungai Danube dan Puljaa. Pada kebangkitannya yang ketiga ini, sejarah mencatat mereka telah melewati lorong sempit “Deriyal” di celah pegunungan Kaukasus untuk menyerang peradaban Nenoy, pada akhir tahun 700 S.M. Penyerangan mereka kepada Nenoy memberi pengaruh langsung pada jatuhnya peradaban Asyuria. Hal ini juga dibenarkan oleh Herodotus, bapak sejarah Yunani.

Keempat, di akhir tahun 500 S.M, Ya’juj dan Ma’juj bergerak untuk menguasai daerah-daerah Asia Barat, dengan melalui lorong sempit Deriyal di celah pegunungan Kaukasus. Saat itulah Dzulqarnain atas permintaan penduduk di sana mendirikan benteng menutupi lorong sempit itu. Dengan adanya benteng itu, penyerangan mereka terhalang dan batal menguasai negeri-negeri yang sudah mereka rencanakan. Negeri-negeri itu pun aman sampai beberapa waktu.

Kelima, akhir tahun 300 S.M, waktu itu kabilah Ya’juj dan Ma’juj mengarahkan ekspansinya ke wilayah Timur. Lalu tak lama kemudian mereka menyerang kekaisaran China. Para sejarawah China menyebut kabilah Ya’juj dan Ma’juj ini dengan sebutan “Hyung Hu”. Pada zaman itu kekaisaran China dipimpin oleh Kaisar Qin Shi Huang atau nama gelarnya “Shih Huang Ti” yang maknanya “Kaisar pertama”. Di era pemerintahannya ia berhasil membangun tembok agung China (The Great Wall). Pembangunan tembok ini dimulai dari tahun 264 SM. dan selesai dalam jangka waktu sepuluh tahun. Tembok inilah yang merupakan benteng dari serangan Ya’juj dan Ma’juj.

Keenam, kebangkitan Ya’juj dan Ma’juj kali ini pada abad keempat Masehi. Ketika mereka melakukan ekspansi ke Eropa, dengan dipimpin oleh panglima perangnya bernama “Attila”. Ekspansi dan penyerangan tergolong sukses, mereka menaklukkan kerajaan Romawi lalu menguasai ibukotanya Roma, yang kemudian kota ini mereka hancurkan. Mereka pun menguasai kerajaan Romawi sampai beberapa abad kemudian.

Ketujuh, pada abad ke 12 Masehi atau abad ke 7 Hijriyah dibawah kepemimpinan Jenkis khan, mereka menyerang kerajaan-kerajaan Islam sebelah Barat, kemudian berkuasa dan menghancurkannya. Dan cucu Genghis Khan bernama “Hulago” berhasil memasuki Bagdad yang merupakan ibukota pada zaman Khilafah Abbasiyyah dan menghancurkannya pada tahun 656 Hijriyah.”

Kebangkitan berikutnya Ya’juj dan Ma’juj menjelang hari Kiamat merupakan suatu kepastian. Di saat itulah Dinding yang dibangun oleh Dzulkarnain hancur. Mereka akan bangkit dari sebelah Timur dalam jumlah yang sangat besar, mereka menghabiskan ‘sumber-sumber air’ di negeri-negeri yang mereka lewati. Bahkan saking rakusnya, sebagian kelompok Yajuj dan Ma’juj yang terakhir tidak mendapatkan air itu. Ini semua tidak akan terjadi kecuali menjelang hari Kiamat. Wallahu ‘alam

Ass. wr wb,

Mas dadan saya tertarik dengan topik bahasan yang sedang di angkat ini…saya pengen analisis tentang siapa alexander agung dikirim ke email saya. …trima kasih.
wllaikum salam wr wb,

Waalaikum salam wr wb…
Pak Iskandar Zulkarnaen ysh…

Terima kasih atas kunjungannya… Mudah-mudahan saya mendapatkan waktu untuk dapat merangkum dan menganalisis mengenai Dzulqarnain…

Wassalamualaikum wr wb..

Assallamualaikum

Mas Dadan, Mas Dwi dan rekan-rekan

Menarik sekali pembahasan tentang Dzulqarnaen ini.. Meluas hingga Yajuj Majuj… Mohon bisa kirim ke email saya tentang hal ini karena sepertinya tanda akhir jaman semakin dekat. Kita harus mempersiapkan keturunan kita menjadi hamba Allah yang baik. Wassallam.

sekedar urun rembug: Saya kira sebelum kita mengetahui siapa sbenarnya Dzulqarnain Qur’anik maka kita perlu mengetahui dulu siapakah bangsa Ya’juj Ma’juj. Mengapa? ini karena antara kisah Dzulqarnain dan Ya’juj Ma’juj berada dalam satu kisah dalam Qur’an surat al-Kahfi. Setelah kita berjaya mengetahui siapakah Ya’juj ma’juj ini maka akan mudah utk melacak siapa Dzulqarnain yang berjaya membina dinidng besi.
Ada buku baru yang membicarakan secara lengkap dan Ilmiah ttg bangsa Ya’juj Ma’juj, buku itu berjudul:
“JEJAK YAKJUJ & MAKJUJ DALAM INSKRIPSI YAHUDI” karangan Wisnu Sasongko, terbit Mei, 2010) olh penerbit Hikmah Mizan.

Ass.wrwb.

Pertama-tama saya mohon maaf tidak mampu memenuhi janji saya menyelesaikan dan mengirim artikel tentang Dzulqarnain dan Ya`juj wa Ma`juj sesuai rencana pada November 2008 yang lalu, karena kesibukan kantor dan tidak bisa mengakses internet secara mudah (selama ini menumpang di kantor saya atau via warnet). Insya Allah dalam waktu dekat ini.
Keduanya, saya merasa senang jika banyak diantara generasi muda Muslim yang tertarik membahas hal ini.
Saya sedang berusaha memiliki laptop dengan internet sendiri agar bisa lebih mudah dan sering menggunakannya dalam membahas semua artikel yang berhubungan dengan Tarikh (Sejarah) Islam yang menjadi suatu hobby (kegemaran)…..
Jika ada diantara anda yang ingin bertanya tentang Sejarah Islam sejak zaman Adam As. sampai sekarang bisa mengirimkan pertanyaan ke alamat E-mail saya di : dwiyantop@yahoo.com
Insya Allah saya akan berusaha menjawabnya secara global….. karena saat ini saya sedang menyusun buku kronologis sejarah Islam dan dunia difokuskan di pusat peradaban dunia yaitu Arab, Iraq, Mesir, Persia, Syria-Palestina…….

wassalam,
Dwiyanto P.

Assalamualaikum,

Pembahasan menarik mengenai Dzulqornain, barangkali saya bisa urun rembuk beberapa pendapat yang….(mudah-mudahan tidak sok tahu dan mungkin agak aneh…semoga tidak…)

1. Kurun Waktu Hidup Dzulqornain
Kurun waktu hidupnya Dzulqarnain yaitu pada zaman nabi Ibrahim A.S (sesuai khabar dari hadits) menjadi salah satu kunci untuk mengenali siapa Dzulqornain.
Cyrus dan Alexander sangat jelas tidak sezaman dengan Ibrahim. Dengan demikian jika hadits yang menjelaskan bahwa Dzulqornain itu sezaman dengan Nabi Ibrahim A.S. adalah hadits Shahih atau Hasan maka sebagai muslim sangat kuat landasan untuk mengatakan bahwa Cyrus dan Alexander bukanlah Dzulqornain……..tidak peduli semirip apapun ciri-ciri kehidupan mereka dengan kisah Dzulqornain dalam Al quran al karim.

2. Siapa raja-raja di zaman Nabi Ibrahim A.S. ?

Menurut perkiraan para sejarawan dan penanggalan kisah israiliyat, Nabi Ibrahim A.S. hidup pada kurun abad ke 18 SM (1812 BCE hingga 1637 BCE), dan pada saat tersebut peradaban Babylonia-lah yang sedang bersinar di dunia ini.

Sebelum periode abad 18 BCE tepatnya sekitar kurun 2300 SM, sejarah mencatat Dinasti raja-raja Akkadia-Summeria (di sekitar Baghdad/mesopotamia) yang didirikan Sargon adalah dinasti yang sangat berkuasa…..karenanya ada beberapa yang menghubungkan dinasti tersebut sebagai Nimrod dalam injil atau Namrudz menurut Islam…

Selanjutnya, mendekati zaman yang (menurut saya) sangat dekat dengan Nabi Ibrahim (sekitar 1812 – 1637 BCE), kekuasaan di daerah Semitic (sekitar Eufrat dan Tigris)) telah bergeser ke Imperium Babylonia dengan rajanya yang terkenal Hammurabi (1795 – 1750 BCE) dari bangsa Amorite.
Nah…..Hammurabi ini mungkin raja besar yang sezaman dengan Nabiyullah Ibrahim A.S

3. Ada apa di zaman Hammurabi?

Saya tidak berani menyimpulkan apakah Sang- Hammurabi ini mungkin sebagai Dzulqornain dalam Al-Quran, mengingat fakta sejarawan tentang Aqidah Hammurabi kurang mendukung, namun dialah yang sezaman (kira-kira) dengan Nabi Ibrahim dan memilki beberapa catatan berikut ini, simak saja:
a. Kekuasaan Hammurabi tergolong luas untuk ukuran zamannya, dari mulai daerah turki hingga ke (kalo tidak salah) wilayah Elamite di barat daya iran.
b. Pada zaman Hammurabi terdapat banyak pencapaian di bidang pertanian, teknik, dll. di bangsa babylonia.
c. Pada zamannya ditegakkan hukum yang dicantumkan dalam sebuah codex (sekarang dikenal sebagai codex hammurabi) yang memuat hukum-hukum kemasyarakatan dan menjadi inspirasi bagi banyak hukum setelahnya. Hammurabi digambarkan tidak membuat hukum itu tetapi menyampaikannya dari Tuhan (meski banyak yang menganggap ia masih menyembah shamash, Tuhannya orang Akkadia summeria yang berarti dewa matahari).
Anyway……Codex Hammurabi berisi hukum yang ditegakan untuk seluruh masyarakat seperti:
– Lex talionis (mata untuk mata, gigi untuk gigi) yang serupa dengan Qishas di Islam
– Terdakawa diberi kesempatan untuk mengajukan bukti-bukti dan menjadi perintis prinsip “praduga tidak bersalah”
– de..el..el yang banyak dan detail sekali
Karena itu Hammurabi juga banyak menjadi ikon hukum dan pemerintahan hingga zaman sekarang.
d. Pada zamannya peperangan di Timur dan Barat sebagai bagian dari penakukan banyak terjadi
e. Penggunaan logam untuk membendung sungai juga telah dikenal, termasuk untuk mencegah penyerangan lewat sungai

4. Hammurabi = Dzulqornain ????

Mungkin ada yang menanggap ini pendapat gila…tapi…who knows???

Wassalam

aslmkum
pak dadan , tolong saya jg dikirimin artikel yg membahas ttg dzulqurnain& ya’juj ma’juj ke email saya .
aku terlalu bingung ttg hal itu……
krn keterangan yg kudpt msih terlalu misteri
sukron …..
waslkum

Asslamu ‘alaikum wr.wb.

Saya ingin menanggapi tulisan saudara Abu Fathi secara singkat saja……

Menurut saya, pembahasan mengenai siapakah Dzulqarnain itu dapat dilakukan oleh siapa saja, kapan saja selama didasarkan atas dalil-dalil yang cukup kuat……jadi saudara tidak usah khawatir……dan tidak boleh “minder”…….

Seperti respons-respons saya diatas, secara pribadi (lho)…….
sudah mencapai keyakinan bahwasanya Raja Persia Cyrus atau Kuresh “the Great” lah yang dimaksud dengan Dzulqarnayn, berdasarkan atas fakta-fakta sejarah Islam dan barat dan didukung pula oleh Kitab-kitab yang ada di Perjanjian Lama (Bible)…..

Masa Nabi Ibrahim As. sejauh pengetahuan saya berlangsung pada Kira-kira 2000-1800 SM, sedangkan waktu 1650 SM adalah masa Nabi Yusuf As. (Saya juga ingin tahu dari mana anda dapat angka tahun yang tampaknya eksak tsb. ?)

Benar bahwasanya Kerajaan Akkadia-Sumeria (Babilonia) pada saat itu menjadi “super power” dunia dibawah kekuasaan Raja Sargon (Sarrukhin), namun wilayah kekuasaannya menurut catatan sejarah barat hanya dari wilayahnya (‘Iraq / Messopo tamia) sampai ke Syria utara saja, jadi “tidak memenuhi syarat penguasaan barat dan timur”…….

Menurut catatan sejarah, yang pertama kali menguasai baik timur maupun barat adalah Kerajaan Persia dibawah Cyrus (Kuresh) yang Agung (the Great) sekitar tahun 547-545 SM tsb. Dan juga ada keterangan ia menaklukkan wilayah Pegunungan Kaukasus dimana terdapat lokasi tembiok penahan bangsa Ya`juj wa Ma`juj pada tahun 537 SM !

Wallahu a’lam

Wassalam,

Dwiyanto P.

(dwiyantop@yahoo.com)

LAPOR DI SITUS EXPOSE ISLAM (COBA KETIK DI YAHOO SEARCH) ADA PENGHINAAN AGAMA ISLAM MOHON DIATASI. TERIMA KASIH

Di AS-Eropa wanita kulit cokelat Latin dan keturunan Afrika tetap berkulit cokelat dan hitam karena di AS-Eropa kulit cokelat dianggap bagus. Di AS-Eropa sedang marak salon pencokelat kulit. Di AS-Eropa banyak wanita kulit putih rambut blondie-mata biru yang kulitnya jadi cokelat karena salon. Menurut wikipedia ada 30 Juta wanita kulit putih AS pelanggan 50 Ribu salon pencokelat kulit dengan nilai pasar Rp. 50 Trilliun setahun. Miss Universe 2006 Zuleyka Rivera, Miss USA 2007-2008 Rachel Smith-Crsytle Stewart adalah wanita kulit hitam. 90% pria AS kulit putih, 10% pria kulit hitam Barack Obama jadi Presiden AS karena dianggap tampan wanita kulit putih AS di California, New York, Florida dan Ohio. Di Bali banyak wanita kulit putih-blondie AS-Eropa jadi pacar pria Indonesia kulit cokelat, karena bosan dengan 1 Milliar pria kulit putih AS-Eropa yang lebih putih dari pria kulit putih Indonesia. Iklan krim pemutih kulit pakai wanita kulit putih yang tinggi, seksi, bentuk wajah menarik hingga kulit putih terkesan bagus. Orang kulit putih Indonesia yang pendek, kurus atau gemuk, wajahnya jelek, tonggos, jerawatan tidak ditampilkan di Televisi untuk menjaga citra kulit putih. Wanita kulit putih-blondie AS berkulit kecokelatan karena salon pencokelat lebih manis dari wanita Indonesia pakai pemutih yang pucat. Artis kulit hitam-cokelat AS Leona Lewis-Eva Mendez lebih cantik dari artis kulit putih Indonesia.
Pembunuhan karakter dimulai ketika AS-Eropa melalui film Holywood secara sepihak menetapkan dan mempromosikan fisik makhluk Tuhan yang bagus adalah fisik kulit putih-hidung besar ala Keanu Reeves-Angelina Jolie dengan bantuan fashion, kosmetik, beragam skenario romantis yang intinya pemujaan fisik kulit putih-hidung besar. Ini sebenarnya berbau penipuan terbesar sepanjang sejarah umat manusia, karena jika kita pergi ke AS-Eropa kita akan melihat 1,5 Milliar warga Amerika-Eropa fisiknya ternyata berkulit putih-hidung besar mirip Keanu Reeves-Angelina Jolie. Fisik kulit putih-hidung besar sebenarnya biasa dan pasaran di Jalanan AS-Eropa. Fisik kulit putih-hidung besar Richard Kevin-Christian Sugiono terlihat menarik bagi warga Indonesia karena jarang di Indonesia. Di AS-Eropa fisik kulit-hidung besar Richard Kevin-Christian Sugiono-Cinta Laura dianggap jelek dan pasaran. Perasaan wanita AS-Eropa melihat pria kulit putih-hidung besar seperti Andrew White sebenarnya sama dengan perasaan wanita Indonesia melihat pria kulit cokelat-hidung kecil Thukul. Jika di Indonesia fisik kulit cokelat-hidung kecil dianggap biasa dan ndeso karena identik dengan wajah buruh, sopir angkot, preman, pengemis, orang kampung maka di Amerika-Eropa kita akan melihat 500 Juta buruh, sopir angkot, penjahat, pengemis dan orang kampung berkulit putih-hidung besar mirip Richard Kevin-Andrew White-Mike Lewis-Christian Sugiono. Kalau Tom Cruise tampan AS-Eropa 1 jam runtuh karena semua wanita AS-Eropa mengejar 200 Juta Buruh Amerika-Eropa yang semuanya berkulit putih-hidung besar mirip Tom Cruise. Sepakbola Eropa di Televisi, saat pemain bola yang dianggap tampan mencetak gol, ada belasan ribu suporter telanjang semuanya pria kulit putih-hidung besar mirip pemain bola pencetak gol. Karena rasisme warga Amerika-Eropa memuji fisiknya sendiri bagus di media. Film Holywood memuji fisik kulit putih-hidung besar karena mirip 4 Juta tentara AS, Media Indonesia harus mendukung kulit cokelat karena mirip 400.000 TNI. Film Holywood yang mempromosikan pria kulit putih tampan seperti Tom Cruise dilempar ke Negara yang mayoritas pria kulit cokelat seperti Indonesia, India, Afrika, Amerika Latin, Arab Saudi, Kuwait, Oman sementara film Holywood yang mempromosikan pria kulit hitam-cokelat tampan seperti Will Smith-Dwayne Johnson dilempar ke Negara yang mayoritas pria kulit putih seperti Rusia, Eropa Timur, Palestina, Afghanistan, Iran, Iraq, Argentina, China, Jepang. Karena film Holywood memanfaatkan efek psikologis suatu negara yang penduduknya mayoritas pria kulit putih termasuk pengemis dan gelandangan, wanitanya pasti bosan melihat pria kulit putih dan suka dengan pria kulit gelap, di Negara mayoritas pria kulit cokelat tentu pria kulit putih terlihat menarik. Itu sebabnya Agen CIA di Indonesia-Afrika-India adalah pria kulit putih. Di Rusia-Polandia-Iran-Korut-China yang dikirim Agen CIA kulit gelap.
Kenapa Donat JCo warna cokelat-hitam lebih laris daripada Donat JCo warna putih putih ? Karena Warna cokelat-hitam terlihat lebih menggemaskan dan manis daripada warna putih. Donat JCo warna cokelat simbol dari kulit cokelat-hitam dan Donat JCo warna putih simbol dari kulit putih. Dahulu tanpa televisi, manusia secara ALAMI lebih menyukai kulit cokelat-hitam karena seksi dan manis daripada kulit putih yang aneh dan hambar. Jaman dahulu Ratu, Nabi berpredikat tampan-cantik itu berkulit cokelat seperti Shifa/Balqis istri Nabi Sulaiman, Cleopatra, Nabi Yusuf. Tanpa promosi televisi Kulit cokelat-hitam manis seperti warna brownies, silverqueen, muffin, roti Boi, untuk seks tidak cepat bosan, tahan cuaca, anti penyakit kulit, awet muda tidak cepat keriput. Kue Brownies dan Black Forest dari Eropa lezat manis dari kata Brown dan Black simbol pria-wanita berkulit cokelat-hitam manis.
Warga AS-Eropa melihat kulit cokelat sama seperti orang Indonesia melihat kulit putih. Warga AS-Eropa jenuh dan bosan melihat kulit putih-hidung besar karena 90% warga AS-Eropa berkulit putih-hidung besar, minoritas kulit cokelat-hitam terlihat seksi, tampan-cantik, menarik. 500 Juta warga AS-Eropa berkulit putih-hidung besar menjadi orang miskin-desa, pengangguran, supoter, gelandangan, pengemis, pekerja kasar, 3 juta narapidana, pasien rumah sakit jiwa jadi citra kulit putih-hidung besar buruk. Citra kulit cokelat bagus karena Penyanyi kulit cokelat-hitam mendominasi musik AS-Eropa, Basket olahraga favorit AS 90% atletnya kulit hitam, Pemain bola terhebat adalah kulit cokelat-hitam Brazil, Prancis, Afrika, Atletik penyumbang medali terbanyak di Olimpiade adalah kulit hitam warga AS, Oprah Winfrey kulit hitam selebritis terkaya di AS. Pendapatan menengah kulit hitam naik lebih pesat dari kulit putih Amerika. Di AS jumlah etnis India dibawah 5% dari populasi AS tetapi lebih dari 20% Ilmuwan, Peneliti NASA dan Profesional perusahaan teknologi, keuangan dan farmasi di AS adalah orang India berkulit cokelat sederhana dan istri mereka wanita kulit putih-blondie AS kaya raya yang sudah berkulit kecokelatan karena salon dan spa.
Tiap musim liburan jutaan wanita bule AS-Eropa berlibur ke pantai tropis Hawaii, St Tropaz Eropa, Kuta Bali berjemur matahari demi kulit cokelat dan cari kekasih pria kulit cokelat karena seksi dan cute. 25% populasi artis film, artis TV, bintang iklan dan model AS-Eropa adalah warga berkulit hitam padahal populasi warga berkulit hitam hanya 12,5% penduduk AS-Eropa. 50% Artis kulit putih seperti Lindsay Loohan, Britney Spears, Nicholas Cage, Jessica Alba, Paris Hilton, Pamela Anderson, Tom Cruise sudah berkulit kecokelatan karena pakai krim pencokelat kulit mocca. Di Internet search “tanning” ada tren sejak Tahun 1970 wanita kulit putih AS-Eropa ke salon tanning pencoklat kulit. Bandingkan warna kulit wanita selebritis-kaum kaya AS-Eropa pasti kadar keputihannya berkurang jadi semu kecokelatan dibandingkan wanita AS-Eropa biasa yang berkulit putih pucat itu karena krim kulit cokelat dan berlibur ke tempat tropis biayanya mahal. Miss Inggris Danielle Lloyd kulit putih-blondie jadi kulit cokelat karena salon dan pacar Marcus Bent pemain bola kulit hitam miskin. Di TV Sepakbola Eropa, Miss USA, James Bond, Baywatch, Film Holywood Trans TV-TV7, Acara Berita CNN Pemainnya atlet, artis, presenter berkulit putih semu kecokelatan. Banyak wanita kulit putih-blondie AS-Eropa menikahi pria kulit cokelat-hitam. Seperti artis kaya Heidi Klum-penyanyi miskin Seal, supermodel Adriana Sklenarikova-pengangguran Christian Karembeu, borjuis Ellie Nordegreen-pegolf Tiger Woods, penyanyi Mariah Carey-Nick Cannon.
Di AS-Eropa Leonardo Di Caprio, Keanu Reeves, Britney Spears, Angelina Jolie, Maria Sharapova, David Beckham adalah fisik biasa, pasaran dan mudah ditemui di jalanan AS-Eropa, mereka disebut tampan-cantik karena punya prestasi musik, film, dan olahraga. AS-Eropa menghargai fisik kulit putih khas bangsanya sendiri walau sebenarnya sudah biasa. Namun dipilih yang seksi, tinggi atletis, bentuk wajah bagus, punya prestasi, dipoles fashion, kosmetik pencoklat kulit. Artis AS-Eropa kulit cokelat-hitam yang sebenarnya disukai publik AS-Eropa seperti : Halle Berry, Will Smith, Beyonce Knowles, Craig David, Jamie Foxx, Jennifer Lopez, Eva Mendes, Eva Longoria, Rihanna, Leona Lewis dan dibayar Rp. 10 Milliar per bulan, menikahi wanita bule AS-Eropa payudara besar, rambut blondie, pakai krim pencoklat kulit. Pria kulit putih tanpa prestasi dianggap jelek di AS-Eropa kabur ke Indonesia jadi artis Blasteran Indonesia dibayar Rp. 100 Juta per bulan dan menikahi wanita Indonesia pakai pemutih, rambut hitam.
Pemerintah Indonesia bisa mencontoh pemerintah China, dulu etnis China dan orang kulit hitam di Amerika Serikat adalah budak pembangunan rel dan jalan namun pada akhirnya orang kulit hitam AS bisa melejit jadi jutawan mendominasi Pemerintahan AS, pengacara, artis, model sampai pemain basket sementara etnis China masih miskin dan banyak yang menjadi pengemis di AS, lebih parah lagi Etnis Latin dan India berkulit cokelat yang berstatus pendatang langsung bisa jadi eksekutif perusahaan. Setelah diselidiki ternyata karena fisik kulit cokelat-hitam Afrika, India, Latin bertebaran di Film Holywood, Telenovela dan wanita kulit cokelat-hitam Latin-India sering menang Miss Universe-Miss World, fisik orang China tidak ada yang jadi artis-model Holywood dan wanita China belum pernah menang Miss Universe-Miss World. Fisik etnis China dianggap biasa oleh orang China di negaranya sendiri karena semua 1,5 Milliar penduduknya berkulit putih-hidung kecil-mata sipit termasuk gelandangan, pengemis, buruh, petani, tentara dan orang China suka fisik orang Amerika-Eropa yang kulit putih-hidung besar-mata besar karena dipromosikan film Holywood dan fisik itu jarang di Negara China sehingga terlihat menggemaskan. Akhirnya orang China tahu bahwa fisik kulit putih-hidung-besar adalah pasaran di Amerika-Eropa. Akhirnya pemerintah China mempromosikan fisik Etnis China melalui film mandarin mirip skenario film Holywood, tetapi pemeran si tampan-cantik diganti fisik kulit putih-hidung kecil-mata sipit ala Jet Lee-Gong Li mirip fisik 1,5 Milliar orang China.

Ass,wr.wb.

To : Jihad

Banyak sekali penghinaan, pelecehan, pemutar balikan fakta
terhadap Islam, seperti di “History of Jihad”, “Mengenal Islam”, dan lainnya……
Yang pasti Kebenaran (“Al Haqq”) Islam pasti akan menang !!!
dan tidak akan pernah dapat dikalahkan oleh siapapun…..
Kita lihat saja nanti perjalanan sejarah dunia…..

Wassalam
Dwiyanto P.

Ass,wr.wb.

To : Semua

Tidak ada perubahan yang kamu jumpai pada sunatulloh, artinya perubahan jaman akan selau di putar ulang namun hanya berbeda tokohnya saja.

Dalam konteks hari ini Yajuj dan Majuj artinya dua sistem tatanan dunia yang lebih jahat dan dahsyat akibatnya untuk kehidupan manusia.

Yaitu dua sistem yang merusak bumi, 1. sistem kapitalis 2. sistem komunis.

dua sistem itu nyata2 telah membuat kehidupan dunia mengalami masa kelam selama berabad abad sampai pada hari ini.

maka harus ada yang memerankan sebagai dzulqornaen yang memperjuangkan sistem anti yajuj dan majuj.

yaitu sistem yang qurani di jabarkan menjadi 2 tanduk , artinya tanduk kekuasaan secara ekonomi dan kekuasaan dalam hal pendidikan maka 2 tanduk itulah yang akam membentengi dunia dari pengahuh 2 sistem jahat itu.

terima kasih,

ditunggu komentarnya,

salman

wan81ind@yahoo.com.sg

asslm ..
menurut saya,, dzulqarnain adalah amnahoteb (akhnaton) 3 dari dinasti fir’aun ke..(lupa) . cz dia adalah satu2nya fir’aun yg monoteisme dia meyakini adanya tuhan sang pemilik matahari atau tuhannya matahari, bukan tuhan matahari yg diyakini oleh keluarganya .. dia menyebutnya “Aton”..
dan banyak sekali bukti2 dan fakta2 yg mendukung .. dan saya punya jaminannya ..

untuk selengkapnya,, silahkan kirim tulisan ke email saya untuk penjelasan yg lebih lengkap ..

assalamu’alaikum wr wb

subhanallah, wal hamdulillah …

senang sekali menjumpai diskusi seperti ini :)

saya pribadi juga punya ketertarikan yang sama, dan tadi baru saja menemukan buku yang menarik. judulnya “Ya’juj dan Ma’juj, Sudah Munculkah?” diterbitkan oleh Daar An Naba’, solo. Saya dapatkan info tentang buku ini di situs penerbitnya: http://www.an-naba.com.

belum ada di tangan, jadi belum bisa urun pendapat :)

semoga segala hal yang ingin kita ketahui tentang semua ini nantinya akan menjadi penambah keimanan kita pada Allah Swt…amiin.

terima kasih sekali…ada pencerahan yang menyenangkan hari ini :)

asa.wr.wb

sebenarnya sesuai logika
tidak mungkin seseorang menahan dua monster atau makhluk yang sangat kejam itu dengan sebuah tembaga bercampur dengan besi.. apakah mungkin?

bagaimana bisa rakyat setempat tidak mengetahui bahwa tembok tembok itu berisi sebuah makhluk luar biasa yang tidak terkalahkan?

dan keberadaan dzulqarnain ini memang sangat membingungkan.. tapi menurut saya dan dengan pendapat saya… dzulqarnaen yang selama ini membingungkan kita semua adalah cyrus the great

ass wr wb.

salam kenal all para blogger, ini situs yang bagus n artikelnya bagus2 pula.

nama saya prince MuhAHmmaD abdullah aliskandar Izulkandarizul jr bin MaHrDani abdullah hassan(al sayyid)

dari bahasan di atas, saya mencari beberapa artikel tentang al-iskandar zulkarnain agung, ya’juj n majuj, imam mahdi as, n kekhalifahan.

ada satu hadist mutawattir dari rasulallah saw tentang iskandar zulkarnain n imam mahdi:

” imam mahdi as adalah dari keluarga n keturunanku, dia adalah anak cucu fatimah az-zahra n akan menjadi khalifah/pemimpin umat islam yang adil di akhir zaman nanti sebelum kiamat. tidak akan datang kiamat , walaupun hanya tersisa satu hari, melainkan pada hari itu alllah swt memanjangkan hari tsb hingga muncul khalifah dari anak cucu keturunanku, namanya sama seperti aku(muhammmad) n nama ayahnya sama seperti ayahku(abdullah). dan ketika imam mahdi as menjadi khalifah, dia akan memerintah dengan adil dan akan memenuhi dunia ini dengan keadilan,keamanan, n kesejahteraan n sesuai dengan sya riah n met ode manhaj al minhaj an nubuwwah. al mahdi adalah satu dari lima raja-raja besar yang mempusakai n menguasai dunia ini n telah tertulis di lauhul mahfudz, dua dia ntaranya raja muslim, dua lagi kafir, dan yang terakhir adalah dari anak cucuku n umatku yaitu al-mahdi. dua raja kafir itu adalah buktu nazar(nebukadnezar), n namrud(raja babilonia era ibrahim as). dua yang muslim adalah nabi sulaiman as bin daud(solomon/coliman) n raja al-iskandar zulkarnain agung. dan raja khalifah terakhir adalah al-mahdi yang akan datang nanti di akhir zaman, dia adalah anak cucuku n pemimpin umatku n dia adalah satu dari tujuh pemimpin penghulu surga termasuk aku. semoga ALLAH SWT selalu melimpahan salam kesejahteraan n ke isalhamadan kepada dia, dan semoga dia di sempurnakan oleh ALLAH SWT dalam satu malam.”

ini salah satu kuliah rasulullah kepada sahabat-sahabatnya, ketika beliau ditanyai tentang hari akhir, imam mahdi as, n iskandar zulkarnain. (entahlah aku tiba-tiba tau ini dari manal, dulu kan aku belum lahir yah?^^) ^^

sedikit aja nih friend artikel dari ana yang polos, pemalu, n misterius ini^^

salam untuk semuanya. semoga kita cepat bertemu dengan kejayaan kembali umat islam. amin

wslm wr wb

Ada update Kupas Tuntas Misteri Dzulqarnain + Ya’juj dan Ma’juj
di blog ini >>> http://dzulqarnaindanyajujmajuj.blogspot.com

Assalamu’alaikum wr.wb.

Kepada saudara-saudara kaum Muslimin diseluruh dunia,

Saat ini kami sedang menyusun artikel mengenai Dzulqarnayn
serta Ya`juj wa Ma`juj, namun masih direvisi (update) terus me
nerus agar lebih mendekati fakta. Untuk bung Pramudia, saya
mohon maaf karena telah berjanji memberikan artikel tsb. sejak
tahun lalu, namun sepertinya masih belum sempurna terus,
untuk itu kami rasa perlu menuliskan inti kesimpulannya yang da
pat mewakili artikel-artikel itu !

Setelah melakukan berbagai studi dari Al Quran, beberapa Hadits Rasulullah, serta bermacam buku, artikel, literatur, internet, dll.
sejak kira-kira 10 tahun terakhir ini dapat disimpulkan (kami telah 95% lebih yakin) bahwa :

1. Dzulqarnayn (Al Quran Surah Al Kahfi ayat 83 dst,) adalah :
Raja Persia Kuresh (Cyrus the Great)
bukti kuncinya adalah :
– Beliau memang menjadi raja dari 2 kerajaan yang disatukan
yaitu Anshan dan Media menjadi Kerajaan Persia, artinya me
mang beliau Dzulqarnayn = memiliki 2 tanduk atau kekuasan
hal ini diperkuat oleh Kitab Nabi Daniel 8 dalam Kitab Bibel !!!
– sebagai juru selamat Bani Isra`il beliau diberi gelar Al Masih,
(gelar yang setingkat para nabi !!) dalam Kitab Nabi Yesaya
(Isaiah) 45 ayat 1.
– beliau adalah raja pertama didunia yang berhasil menyatu
kan barat (Anatolia / Turki) dan timur (India) !!
(Lihat buku sejarah, para pakar sejarah dunia mengakuinya!)
– beliaulah yang membuat tembok besi campuran tembaga di
kota Derbent (batas Azerbaiyan-Russia) yang masih dapat di
saksikan di tepi Laut Kaspia pada pegunungan Kaukasus !!
(menurut data panjangnya 80an km, tinggi 8,8 m, te
bal 3 m).
– lokasi negeri / kerajaan Persia dapat dikatakan dekat deng
an tanah ‘Arab dimana kota suci Makkah-Madinah dimana
Rasulullah MUHAMMAD Saw. muncul berjuang !! Ditambah la
gi beliau pernah menyebutkan keistimewaan bangsa Farsi ini.
– Bukti yang paling meyakinkan adalah diabadikannya nama
raja Kuresh menjadi nama suku paling utama bangsa ‘Arab
yaitu Quraisy, sehingga ketika menjadi nama salah satu Su
rah Al Quran maka hal ini menambah keyakinan kami !!
(jawaban “nama” di Surah 18 : 83 ada di Surah 106 : 1 !!)

2. Ya`juj wa Ma`juj (Al Quran Surah 18 ayat 94 dst. dan Surah
21 ayat 96) adalah bangsa-bangsa Imperialis Eropa yang di
motori oleh Inggris (Britania), Perancis dibantu Spanyol dan
Portugal. Bukti kuncinya adalah :
– Arti Ya`juj dan Ma`juj adalah api yang menyala atau air
bergelombang, faktanya imperialisme berjalan seperti hal
itu (relatif non stop sejak abad 16 hingga kini) !! Serta
dapat diartikan sebagai jamak atau bukan hanya satu bang
sa saja (faktanya Imperialis terdiri dari bangsa-bangsa se
perti Inggris, Perancis, Spanyol, Portugal, dll….)
– bangsa-bangsa Eropa asalnya dari invasi bangsa-bangsa
timur, tepatnya dari Russia selatan atau utara pegunungan
Kaukasus (lihat Dzulqarnayn) !! yang dalam sejarah biasa
disebut sebagai bangsa Scythian (Shaka) yang terkenal su
ka menjarah, merusak dan membantai !!
– Harap perhatikan (baca) sejarah bangsa-bangsa Goth, Ala
manni, Franks, Saxon dll. pada saat runtuhnya Kekaisaran
Romawi ! yang berasal dari timur Eropa !!
Invasi terjadi pada abad 3 sampai 5 Masehi !
– Tembok yang disebutkan pada saat awal adalah benar se
cara fisik (lihat Dzulqarnayn), namun saat kedua (hancunya)
adalah “perumpamaan” dalam arti telah mempunyai kekuat
an mliter untuk menguasai Eropa barat dengan menaklukkan
Imperium Roma dan sekaligus menginvasi dunia sejak abad
ke 16 hingga kini !!
– Dalam Surah 21 ayat 96 disebutkan mengalir dari tempat
yang tinggi….perhatikan posisi para Imperialis “diatas” atau
relatif “di belahan utara” atau “tinggi” posisinya !!
– Bangsa-bangsa Imperialis Eropa jauh lebih merusak dunia
daripada bangsa Mongol yang biasa dijadikan tafsir Ya`juj
wa Ma`juj ! karena mereka merusak fisik, akidah dan moral
dan dilakukan karena kepintarannya (Ilmu & teknologi yang
didapat dari Islam) sedangkan Mongol secara fisik saja dan
tanpa ilmu yang memadai !
Sebagai tambahan, bangsa Mongol pada akhirnya sebagian
besar takluk (memeluk) Islam sedangkan bangsa-bangsa
Eropa hanya sebagian kecilnya (sebagian besar arogan atau
sombong dengan menolak Islam).
– Bangsa-bangsa Eropa kuat secara finansial karena didanai
oleh pihak Yahudi !!
– Bangsa Ya`juj dan Ma`juj yang asli (diutara peg. Kaukasus)
bisa kuat dan pintar karena (Analisis kami) telah berbaur
dengan bangsa Isra`il (baca/cari artikel 10 suku Isra`il yang
hilang = the ten lost tribe of Israel) !! Mereka kehilangan
identitasnya….sedangkan Yahudi (2 suku Yahudi dan Benya
min) dapat mempertahankan identitasnya !!
– Ya`juj wa Ma`juj adalah sama dengan Dajjal (lihat buku ka
rangan Maulana Muhammad Ali) Ya`juj wa Ma`juj pengertian
secara politis/bangsa sedangkan Dajjal secara ideologi !
– Perhatikan dalam Al Quran dan Hadits. ALLAH Swt dan Rasul
nya menyenagi “Perumpamaan” jadi pernyataan tentang sia
pa Ya`juj wa Ma`juj serta Dajjal dibuat dengan gaya ini,
oleh sebab itu tampak “agak ganjil” pernyataannya !!

Sekian dulu, jika ingin membahas lebih lanjut dapat berdialog
di dwiyantoprakosa@yahoo.co.id.

Wassalam,

Dwiyanto P.

Assalamu’alaikum wr wb.

Semuanya sungguh telah menulis sesuatu yang berharga di forum ini. jadi saya pengen ikutan….he he

Kang Dadan, kalo yajuj majuj 7 kali bangkit saya kurang setuju ah!
Soalnya saya masih berkepahaman yajuj majuj itu bukan manusia tetapi monster atau sejenisnya. dengan pertimbangan:

1. Kaum atau gerombolan manusia macam apa yang bisa hidup terisolasi, terpenjara,terkerangkeng, berabad lamanya kok gak mati-mati. Kalo dia masih sejenis manusia yang dipimpin Jengis Khan berarti yajuj majuj cuma manusia biasa. Nggak perlu Dzulqornain sampai harus ngecor tembaga buat ngerangkeng mereka. Ya..tinggal hadepin aja seperti perang jaman dulu gitu..!
Dulu aja kalo orang macem baladnya mongol mah pernah dipotong kupingnya sama raja jawa.

Jadi saya meyakini Yajuj majuj itu bukan kaum/bangsa, tapi dua monster ukurannya XXXX…..LLLLLL…yang yang mengacaukan dan meneror peradaban. Sampai-sampai penangannya harus seperti itu.
Dan dalam hadist disebutkan ketika Nabi SAW diutus belenggu yajuj majuj itu sudah mau lepas. Sebab belenggu itu memang janjian Alloh dengan Dzulqornain. Dan Alloh berkehendak nanti pas udah deket2 kiamat yajuj majuj dilepas lagi sebagai bukti haqnya skenario alam semesta yang diatur Alloh. Sekaligus sebagai cobaan buat manusia akhir jaman.

2. Kebangkitan yajuj majuj pada kurun waktu antara jaman sepeninggal RaosuluLLoh SAW sampai turunnya Imam Mahdi rada-rada sukar saya terima.

3. mungkin juga kali ye…Jajuj majuj itu adalah dua ekor predator yang waktu kecil sih temen mainnya dinosaurus gitu….Tapi ini dua makhluk punya kekuatan yang lebih dari pada temen2nya. Jadi waktu peristiwa meteor gede jatuh ke bumi temen2nya, bapa ibu, encang-encing,engkong semua pada mati! Cuma dia berdua yang masih bisa bertahan berabad abab. Nah..terus kerjaannya bikin kacau peradaban de tuh…!Terus pas jaman banjir Nabi Nuh AS ini makhluk tahan air kayaknya. Jadi gak perlu dinaikin ke perahu Nabi Nuh ( lagian…nyempit2in doang diajakin juga!) bener gak ya…?!

Yang jelas saya beruntung banget nih kalo seandainya tetanggaan sama kang Dadan. bisa ngobrol tiap hari gitu..

marangga….asalamu’alaikum

semangaatt selalu ,,,n_n”

Saya mau komentar, ulasan diatas disebut bahwa bangsa Arab adalah keturunan Sam bin Nuh, mungkin ada benarnya …tapi, bangsa Arab yg sekarang ini ( terdiri dari 12 suku) adalah keturunan langsung dari nabi Ismail as, sementara nabi Ibrahim as (bapaknya nabi Ismail as) sendiri adalah juga merupakan kakek moyang dari bangsa Romawi dan Israel (selain kakek moyang bangsa Arab)..pendek kata ..Tidak ada (belum ada )bangsa Arab di zaman nabi Ibrahim as. krn mereka semua keturunan Ismail as.

Thanks

Ada buku best seller berjudul “YAKJUJ & MAKJUJ: BENCANA DI SEBALIK GUNUNG” penerbit PTS ISlamika, Kuala Lumpur (2009) dalam buku setelah 564 halaman itu disebutkan bahwa Yakjuj & Makjuj adalah bangsa Scythian yang hidup di belahan bumi utara, yaitu di utara pegunungan Kaukasus. Buku ini ditulis oleh Muhammad Alexander @ Wisnu Sasongko, seorang dosen Universitas Brawijaya, Malang. metodologi yang digunakan buku ini adalah sinkronik-diakronik, yaitu membandingkan antara buku-buku kuno Yahudi (Kitab para nabi bani Israel, Talmud, the dead sea scroll, antiquties of jews, Jews war) dan buku-buku Yunani-Ramawi kuno (Herodotus Halicarnus). Hujah-hujahnya sangat mantap dan dapat menambah pengetahuna sejarah. Kabarnya buku ini segera diterbitkan juga di Indonesia oleh penerbit Hikmah (Mizan) pada bulan Mei 2010, dengan judul “YAKJUJ & MAKJUJ DALAM INSKRIPSI YAHUDI”.
ada juga buku seri ke-2 dari penulis yang sama berjudul “ALEXANDER ADALAH ZULQARNAIN” yang menegaskan bahwa Alexander the Great (356-323SM) dari Macedonia Yunani adalah raja Zulqarnain. Metode yang digunakan dalam buku ini adalah Qur’anik Arkeo-lingua dan Analysis Content (analisis matan) thd buku-buku kuno sejarah Alexander. dalam buku ini dijelaskan secara ilmiah perjalanan Alexander membebaskan dunia ke arah barat (Mesir) dan ke arah timur (Khurasan, Afghanistan) dan ke utara di Asia TEngah. di Asia Tengha inilah Alexander membina tembok besi yang menghalangi keluarnya bangsa manusia Yakjuj dan Makjuj. Rute ini sesuai dengan rute Zulqarnain Qur’anik. Selamat membaca.

Ass.wr.wb.
Komentar utk. tulisan sdr. Amir
1. Masalah Ya’juj wa Ma’juj adalah bgs. Scythian saya setuju, karena nama bangsa tsb. termasuk dalam analisa yang cukup logis.
2. Untuk Alexander (seharusnya Kuresh Raja Persia), saya sangat tidak sependapat oleh karena :
– Beliau adalah mutlak penyembah berhala ! Sedangkan Kuresh (Cyrus the great) Raja Persia adalah seorang muslim, bahkan oleh pihak Yahudi dianggap sebagai Al Masih (setingkat nabi) !!
– Yang beliau taklukkan adalah wilayah yang sudah ditaklukkan oleh raja Persia Kuresh (dialah yang tepat sebagai Dzulqarnain), jadi tidak sulit menguasai wilayah yang sudah takluk !
Beliau itu sebenarnya tidak sebesar (the great) yang kita duga oleh karena alasan diatas. Kita jangan terpengaruh oleh pendapat orang Eropa yang selalu menganggap diri mereka superior ! dari bangsa-bangsa lain !!
– Asal beliau adalah dari Macedonia (barat), jadi tidak logis; Seharusnya dari tengah (Persia), menaklukkan barat dan timur !
– Lokasi tembok besi itu ada di Peg. Kaukasus, jika kita lihat peta penaklukannya (cari di internet) Alexander tidak pernah menguasai Pegunungan itu !!
Sekian dulu,
Wassalam,
Dwiyanto P.

komentar utk saudaraku Dwiyanto:
menurut buku “Alexander adalah Zulqarnain” disebutkan bahwa Cyrus the great bukan zulqarnain, karena dia mati terbunuh olh suku yakjuj makjuj scythian massagetai, yaitu oleh ratu tomyres di asia tengah (lihat di buku Herodotus halicarnus tajuk “The Histories”) ini bermakna cyrus kalah perang dgn yakjuj makjuj, shg tak sempat membina tembok besi.
sementara itu justru raja Alexander berjaya mengalahkan yakjuj makjuj scythian di asia tengah, dan berjaya mengusirnya hingga ke utara dan alexander kemudian membina tembok besi di perguungan tien shan di utara lembah fergana.

memang benar bhwa alexander tidak pernah ke pegunungan kaukasus, dan sememangnya tembok besi itu tidak berada di pergunungan kaukasus, tetapi di anak pegunungan tien shan, yaitu gunung fergana-khuramin (asia tengah).
dalam buku itu dikatakan alexander bukan penyembah berhala, justru dia orng beriman, murid dari orang beriman bernama Aristotles > Plato > socrates. disebutkan dalam buku itu socrates itulah yang disebut dalam al quran sebagai Luqman Al Hakim.
Nasib alexander itu sama dengan nasib nabi ISa, mereka berdua telah dipertuhankan oleh orang barat kuno (yunani-romawi) dan barat modern (eropa-amerika), maka sepatutnya kita tidak menelan bulat-bulat pendapat mereka yang salah tentang figur alexander dan nabi isa. dan Allah membersihkan tuduhan itu dalam quran, Allah membersihkan nama nabi Isa dengan nama diri Isa puter maryam, sementara itu Allah membersihkan pribadi alexander bukan dgn nama diri tapi gelar, yaitu “Zhulqarnain” (Pemilik dua tanduk).

Ass.wr.wb.

Tanggapan untuk sdr. Amir

Mohon maaf sebelumnya, saya ingin menanggapi komentar anda, sebagai berikut :
– Berdasarkan analisa saya yang tertulis diatas, didukung oleh bukti-bukti yang sangat kuat dan meyakinkan, saya pribadi sangat yakin 99% bahwa Dzulqarnayn adalah Kuresh atau Cyrus the great raja Persia yang benar-benar mempunyai “dua tanduk” (=dzulqarnayn) : menyatukan 2 kerajaan Media dan Anshan (Persia) dan menaklukkan 2 wilayah barat (Anatolia / Turki) dan timur (India barat) jauh sebelum ditaklukkan oleh Alexander the great (menurut saya dia tidak sebesar Kuresh karena hanya menaklukkan apa yang sudah ditaklukkan oleh raja Persia tsb.). Kenyataan sejarah menunjukkan Alexander berasal dari Macedonia (barat), sedangkan logikanya menurut al Quran ia harus berasal dari “wilayah tengah” (Persia) kemudian menaklukkan barat dan timur ! Asbabun Nuzul ayat itu juga atas pertanyaan orang Yahudi, kenyataan sejarah menyatakan bahwa Kuresh (Cyrus) dianggap mereka sebagai Messiah (seperti Nabi) ! sedangkan Alexander sudah jelas menjadi musuh orang Yahudi karena orang Yunan menyembah para Dewa !
– Pada saat raja Kuresh (Cyrus) tewas terbunuh (=syahid !) pada tahun 530 SM, ia telah menyelesaikan pembangunan tembok besi campur tembaga itu di Pegunungan Kaukasus, tepatnya di kota Derbent pada tahun 537 SM !
– Keterangan tentang tembok yang anda sebutkan di Peg. Tian Shian lembah Ferghana itu baru pertama kali saya dengar, apa ada pembahasannya?
– Terus terang saya meragukan keakuratan buku Herodotus Halicarnus (apa bukan Halicarnassus?) itu, karena ditulis oleh orang Yunani yang sudah barang tentu tidak obyektif dalam menilai orang Persia sebagai musuh (seterunya) !! Mengapa tidak menggunakan referensi lain terutama dari para Ilmuwan sejarah Muslim yang lebih patut dipercaya isi tulisannya ! Dalam membahas sejarah kita harus banyak menggunakan referensi agar mendapatkan jawaban yang akurat (hal itu merupakan standard penulisan sejarah). Saya juga menyarankan agar anda juga tidak bulat-bulat percaya kepada tulisan buku itu.
– Terakhir, seperti tulisan saya sebelumnya, Al Quran merupakan sumber sejarah yang paling dipercaya karena datangnya dari Allah swt. Keyakinan saya jawaban tentang siapa Dzulqarnayn terdapat pada Surah 106 “Quraisy” yang diambil dari nama raja Persia Kuresh (Cyrus) yang pada saat itu menjadi pahlawan dan kebanggan bangsa-bangsa di timur tengah !

Wallahu a’lam

Sekian dulu,
Dwiyanto P.

Untuk saudaraku Dwiyanto:
Saya setuju jika Cyrus pernah berbuat baik kepada kaum yahudi, ini karena kaum yahudi yang menjadi orang buangan di Babilon itu, mereka sempat membantu Cyrus dalam menaklukkan kota babilon. Pada waktu itu kaum Yahudi buangan itu membantu tentara Cyrus dengan cara membuka pintu masuk kota babilon shg pasukan cyrus bisa memasuki dan menaklukkan babilon.
Jika memang benar raja Persia Cyrus the Great adalah Zulqarnain Qur’anik, maka tentu kisah penaklukan Cyrus harus sesuai 100% dengan kisah Zulqarnain dalam surat Al Kahfi, dimana Zulqarnain mengembara ke arah matahari terbenam (1) dan menjumpai mata air berlupur hitam (2) dan tepat disebelah mata air itu ada satu kaum kafir (3), pertanyaan saya: apakah Cyrus pernah menjumpai mata air berlumpur hitam itu? & dimana lokasi mata air itu? serta siapakah bangsa kafir yang ditemui Cyrus? Mohon sdr Dwiyanto menyebutkan bukti2 itu secara ilmiah. (rute pertama)
Setelah itu Zulqarnain pergi ke arah matahari terbit (4) dan disana sempat bertemu dengan kaum yang tidak berpakaian/primitif (5), pertanyaan saya: pernahkan Cyrus pergi kearah matahri terbit dan dimanakah lokasinya? serta bangsa yang primitif itu bangsa apakah? Mohon sdr Dwiyanto menyebutkan bukti2 itu secara ilmiah. (rute kedua)
Setelah itu zulqarnai menuju ke daerah di antara dua gunung/bukit (6) dan bertemu dengan bangsa yang hampir tidak memahami bahasa zulqarnain (7), kemudian zulqarnain membina tembok besi (8)di kawasan itu. Mohon saudara Dwiyanto menjelaskan benarkan Cyrus pernah menjejakkan kaki di daerah di antara dua gunung itu dan dimanakah lokasinya? serta bangsa apa yang tidak memahami bahasa zulqarnain itu? (rute ketiga)
Jika saudara Dwiyanto mampu menunjukkan bukti2 terhadap 8 (delapan) soalan diatas sesuai dengan Cyrus the great maka Cyrus benar-benar Zulqarnain. dan jika tidak mampu menunjukkan walau salah satu soalan di atas maka Cyrus memang bukan Zulqarnain Qura’nik. oke saudaraku saya tunggu penjelasanya, dan ini tentu akan menjadi kajian yang menarik dan alangkah baiknya jika anda menyusunnya dalam bentuk buku.

Saya tidak setuju anda mengatakan bahwa zulkarnain telah menjadi muslim pada jaman itu. Islam baru ada pada abad 6 masehi, jangan memperbodoh otak anda yang mengatakan bahwa nabi ibrahim, musa, daud, sulaiman, dan zulkarnain telah menjadi muslim pada waktu. Tidak ada bukti yang menyatakan itu dan tidak masuk akal.
Terima kasih

Assalamu’alaikum wr.wb.

Kepada saudara Amir dan seluruh umat Islam sedunia

Alhamdulillah, ALLAHU laa illaha illa huwar-rahmanur-rahiim…. Washalatu wassalamu ‘ala asyrafil ambiya wa mursaliin, Sayyidina MUHAMMAD (Saw.) wa ahlihi washahbihi ajma’in….

Sekarang saya mencoba untuk menjawab seluruh pertanyaan anda berdasarkan tafsir Surah Al Kahfi di Al Quran ul Karim satu per satu berdasarkan ilmu yang saya ketahui.

Sebelumnya saya perlu mempertegas bahwasanya saya ini hanyalah pengamat sejarah saja dan bukan seorang ahli (pakar) ‘Ulama` atau ahli Sejarah. Saya mencoba menjawab seilmiah mungkin sejauh pengetahuan yang ada. Saya mempersilahkan kepada anda dan para ahlinya (’Ulama`) siapapun untuk menyelidiki kebenaran pendapat ini !

Semoga ALLAH Swt. memberikan kebenaran tafsir Al Quran ini melalui lisanku…..

Ayat ke 83 :
Kata “mereka” sesuai asbabun nuzulnya yang telah sama-sama diketahui adalah : Sekelompok Ulama (orang-orang) Yahudi datang dan bertanya kepada Rasulullah MUHAMMAD Saw. Artinya Dzulqarnayn haruslah orang yang sangat berjasa bagi bangsa Yahudi :
> Kuresh (Cyrus) raja Persia bagaikan Nabi = Al Masih (Messiah), dialah yang mengembalikan bangsa Yahudi dari pembuangan raja kerajaan Khaldea (Babilonia) Nebukadnezzar (Bukhtunassar) pada tahun 538 SM (sejak mereka dibuang tahun 597~586 SM) > Alexander tidak memiliki jasa apapun terhadap Yahudi bahkan cenderung menindas mereka dengan kebudayaan Hellenisme paganistiknya (yaitu menyembah dewa Zeus, dll.). Ia bahkan jauh sekali dari sifat kenabian dan orang ‘alim ! Terbukti sejak wilayah Palestina (= Yudea) dikuasai oleh dinasti Seleucid (Suluqiyah) yaitu salah satu panglima Alexander Macedonia (Diadochi) sejak tahun 312 SM, bangsa Yahudi memberontak dibawah dinasti Maccabeus (Makkabi) pada tahun 167 SM karena menentang Hellenisasi (Yunanisasi) yang diantaranya pemaksaan penyembahan kepada para dewa, diantaranya : pada rumah ibadah yahudi di kota suci Jerusalem dibangun altar untuk penyembahan para dewa tsb secara paksa !!

Ayat ke 84 :
Maksudnya “Kekuasaan” : raja Persia Kuresh berhasil mendirikan kerajaan besar yang menyatukan 2 kerajaan sebelumnya : yaitu Media dan Anshan pada tahun 549 SM. “
Dzulqarnayn artinya “dua tanduk” yang maksudnya adalah 2 kerajaan atau raja dari 2 kerajaan di Persia. Harap lihat komentar-komentar sebelumnya : ini didukung oleh Kitab Perjanjian lama (Kitab Daniel serta Yesaya).
“Jalan untuk memperoleh segala sesuatu” artinya dengan 2 pasukan kerajaan yang ber satu maka “istilahnya” ia bisa menaklukkan segala negeri dan apa saja yang ia maui.
> Alexander III Macedonia tidak menyatukan dua kerajaan seperti Cyrus, ia hanya mewarisi kerajaan ayahnya Philippos II sehingga tidak ada alasan yang bisa menyatakan bahwa ia memiliki “dua tanduk (kekuasaan)” !

Ayat ke 85 :
Maksudnya : raja Persia Kuresh mulai bergerak memimpin pasukannya (547 SM).

Ayat ke 86 sampai 88 :
“Tempat terbenam matahari” artinya ke wilayah barat (maghrib).
“Lumpur hitam” artinya pada suatu wilayah pantai dimana sejauh mata memandang hanya tampak laut (horison) yang tampak olehnya matahari membenam (ke laut). Menurut saya ini adalah pantai Anatolia (Turki) barat menghadap ke Laut Aegea (Yunani). Mengenai lumpur hitam saya telah mecoba mencari data namun belum mendapatnya, cobalah anda mencari tahu apakah benar pantai barat Turki tsb. memang berwarna hitam (black mud) !
Penaklukan ke wilayah barat ini nantinya disempurnakan oleh puteranya Cambyses dengan penaklukan Mesir (525 SM) dan Yunani (Grik) yang dilakukan oleh cucunya yaitu raja Darius (513 SM).
“Segolongan umat” artinya sebuah negeri yang bernama kerajaan Lydia (rajanya bernama Croesus) yang akhirnya berhasil ditaklukkan oleh raja Kuresh pada tahun 547-546 SM setelah ibukotanya Sardis yang lokasinya dekat pantai tsb. dikepung sekian lama. Kenyataannya raja Kuresh memang berbuat baik kepada raja Croesus yang dibiarkan hidup, rakyatnya dibiarkan dan hanya menaklukkan wilayahnya saja ! > Dan sebagai tambahan, saya pernah membaca tulisan ‘Ulama yang menyatakan bahwa raja Kuresh (Cyrus) ini adalah seorang muslim yang pada saat itu mengikuti dakwah nabi Zaratushtra (sekarang telah menjadi agama Zoroaster) yang mengajarkan ke Esa an Tuhan dan juga adanya hari pembalasan, surga dan neraka ! (artinya beragama Islam !) > Sedangkan Alexander secara mutlak adalah penganut agama yang menyembah dewa-dewa Yunani, sehingga jauh sekali dari keimanan yang lurus !!

> Bagi raja Kuresh bergerak dari “tengah” (Persia) menaklukkan “wilayah barat” adalah masuk logika. > Bagi Alexander yang kenyataannya berasal dari “barat” (Macedonia), menaklukkan barat adalah kurang masuk logika !

Ayat ke 89 :
Maksudnya : raja Persia Kuresh menggerakkan pasukannya kembali (546 SM).

Ayat ke 90~91 :
“Tempat terbitnya matahari” artinya ke wilayah timur (masyriq).
“Umat yang tidak menjadikan sesuatu pelindung dari matahari = tanpa baju” artinya adalah bangsa India. Perhatikan relief candi-candi dan gambar-gambar kuno mereka yang semuanya menunjukkan kesesuaian yaitu hanya menggunakan pakaian bawah (minim) !
Pada saat itu bangsa India masih terbelakang dalam hal Ilmu pengetahuan dan Teknologi.
Kenyataan sejarahnya, memang raja Persia Kuresh (Cyrus) menaklukkan India bagian barat (kira-kira wilayah Sindh) berbataskan sungai Indus (Pakistan sekarang) yang dahulunya menjadi pusat kebudayaan India (Hindu) pada tahun 545 SM ! (Perhatikan bahwa pusat kebudayaan India berada di lembah Sungai Indus seperti disitus Harappa serta Mohenjo daro). Nama “India” dan juga “Indonesia” (Indo = India, Nesia = Nesos atau Nusa, jika disatukan artinya “Kepulauan India”) !!

Ayat ke 92 :
Maksudnya : raja Persia Kuresh menggerakkan pasukannya kembali (537 SM).

Peristiwa penaklukan Babilonia (539-538 SM) yang tsb. diatas mungkin oleh Allah swt. tidak perlu diceritakan karena memang sudah diketahui oleh pihak Yahudi (yang sedang menanyakannya). Logika kita menyatakan bahwa setelah penaklukan Babilonia (‘Iraq sekarang) itu, raja Kuresh menggerakkan pasukannya ke utara ‘Iraq yaitu kawasan Azerbaiyan (Azerbaidzhan) sampai wilayah Kirgh (Georgia dalam bahasa Inggris atau Karji dalam bahasa ‘Arab) dan ke perbatasan pegunungan Kaukasus !

Ayat ke 93 :
“Wilayah antara dua gunung” yang dimaksud tsb. diatas adalah Peg. Kaukasus. Pada kenyataannya raja Kuresh memeng menaklukkan wilayah itu pada tahun 537 SM !
“Kaum yang tidak dimengerti pembicarannya” artinya bahasanya lain atau tidak satu etnis. Sejauh yang saya tahu, bahasa Azeri (Azerbaiyan) dan Persia masih satu rumpun (etnis), namun bahasa Kirgh (Georgia) berbeda, bahasanya kalu tidak salah lebih mirip ke etnis Russia !

Ayat ke 94 hingga 97 :
“Bangsa Ya’juj wa ma`juj yang membuat kerusakan” artinya adalah bahwasanya bangsa ini terdiri dari beberapa suku (jamak) yang bersifat suka membuat onar dengan cara merampok, menjarah dan membunuh ! atau biasa disebut bangsa liar (barbarian) yang tidak beradab (berperadaban) karena nomaden (berpindah-pindah) diantara wilayah padang belukar (savanna) yang sangat luas dibalik peg. Kaukasus (Russia selatan).
Mengenai definisi istilah Ya`ju wa Ma`juj bisa dibaca pada buku karangan Maulana Muhammad Ali (cari di E-book).

Dalam sejarah biasa disebut sebagai bangsa Scythian (Saka) yang nantinya pada akhir abad sebelum Masehi dan pada abad 3 sampai 5 Masehi (Miladiyah) menyerbu Eropa barat dan sekaligus mendudukinya hingga kini !! Jadi orang-orang Imperialis Eropa yang sombong itu adalah keturunan bangsa-bangsa liar pengacau (barbarian) atau lebih tepatnya dalam istilah sekarang adalah bangsa Terroris !! (Mereka mencoba memfitnah Islam sebagai terroris, namun kenyataannya merekalah yang melakukan terror terhadap bangsa-bangsa dunia yang tidak bersalah berabad-abad !!)

Ketika Rasulullah Saw. menyatakan dalam haditsnya bahwa telah terbuka tembok Ya`juj wa Ma`juj artinya mereka telah menguasai Eropa, kemudian menyerap (menaklukkan dari dalam) Kekaisaran Roma !! dan pada akhirnya menjelma sebagai bangsa-bangsa Eropa Imperialis kafir yang dengan Iptek yang diperoleh dari Umat Islam mereka melakukan penjajahan , perampokan dengan menguasai hampir 99% tanah dunia (diantaranya kota suci Makkah dan Madinah yang tidak terkena najis mereka !) serta membantai milyaran manusia tak berdosa (saat ini bangsa-bangsa Eropa yang paling memperhatikan HAM, padahal mereka pelanggar HAM terberat dan biadab sejak abad 15 M hingga kini dengan dukungan otak dan finansial Yahudi terkutuk tanpa ada satupun pertanggung jawabannya hingga kini !!) Salah satu keturunan Ya`juj wa ma`juj yang paling kuat adalah Kerajaan Britania (Inggris) Raya dan juga Perancis, Spanyol, Portugal serta Belanda, yang menjajah negeri kita (Indonesia) dan Alhamdulillah bisa merdeka ! Namun mereka masih menjajah seluruh benua “Amerika” dari Canada di utara, Mexico di tengah hingga Chile di selatan serta benua “Australia + Selandia baru” yang mungkin penduduk aslinya (Indian, Aborigin, Maori, dll.) tidak akan pernah merdeka sampai hari kiamat !

Raja Persia Kuresh (Cyrus) diminta unyuk membangun “Tembok pembatas” sekaligus penahan serbuan mereka. Pada saat itu bangsa Persia adalah yang paling maju secara Ipteknya, bangsa Yunani (melalui Alexander) memperoleh ilmu-ilmu mereka sehingga yang terkenal saat ini adalah tokoh-tokoh Yunani seperti Aristoteles, Plato, Pythagoras, dll…..melalui “penjajahan” (513 – 486 SM). Coba anda cari di internet, lokasinya ada di kota Derbent, perbatasan Azerbaiyan dan Russia selatan di dekat wilayah konflik Chechniya, Nagorno Karabakh……..

> Mengenai Alexander, dapat dikatakan dia tidak pernah menjejakkan kakinya di Peg. Kaukasus (lihat peta penaklukannya) dan seperti yang tsb. diatas Iptek bangsa Yunani (apalagi bangsanya Macedonia) masih rendah ! Menurut hemat saya apa yang dilakukan oleh Alexander tidak lebih dari balas dendam atas “penjajahan” bangsa Persia terhadap bangsa-bangsa Yunani (Athena, Sparta, Macedonia, dll) !!

Ayat ini juga menunjukkan kecanggihan bangsa Persia dalam Ilmu Metalurgi !! (pencampuran bahan-bahan metal) yaitu besi dan tembaga. Perhatikanlah bahwasanya Rasulullah SAW dalam haditsnya pernah menyebutkan keutamaan (= kepandaian) bangsa Persia dan bukannya Yunani (Macedonia) atau bangsa lainnya !! Menurut saya jika dilihat dari tahunnya, tembok itu adalah suatu keajaiban dunia ! karena dari bahan metal dan dibuat dalam waktu singkat, jika dibandingkan dengan tembok China (Great wall) yang memang juga hebat (lebih besar) namun kekurangannya adalah dibuat ber abad-abad dan dari bahan batu saja (tidak terlalu istimewa) !

Ayat ke 98 :
Penjelasannya telah saya sebutkan diatas : “tembok yang terbuka” artinya bangsa-bangsa Eropa (Ya`juj wa Ma`juj) sudah menduduki Eropa barat, meskipun gagal pada awalnya menembus peg. Kaukasus, namun melalui jalan lainnya (barat) , diantaranya melalui jalur laut akhirnya dapat menembus “tembok” pembata tsb. !!
Dengan Ilmu pengetahuan dan teknologi yang mereka serap dari bangsa-bangsa Timur tengah seperti Mesir, Persia dan juga nantinya dari umat Islam (abad 10 ~ 17 M) mereka berhasil menaklukkan (menjajah) hampir seluruh tanah dunia !!

Note :

1. Bangsa Ya`juj wa Ma`juj (secara Politis) ini juga dapat disebut sebagai “Dajjal” atau “penipu” secara Ideologis (faham agama) menurut ‘Ulama` Maulana Muhammad ‘Ali ! Saat ini kita berada didalam zaman yang penuh fitnah Dajjal (Al Masihu Dajjal) sesuai sabda Rasulullah Saw. sampai Umat Islam kembali menguasai dunia segera, insya Allah !!
2. Mengenai buku, saya menggemari sejarah dunia terutama Islam dan telah mulai menyusunnya sejak tahun 1985 berupa tulisan tangan, dan telah dikomputerisasi sejak tahun 2005. Periodenya saya buat sejak Nabi Adam As. (Kira-kira 5200 SM sampai (2010) sekarang). Sampai sekarang terus di update. Insya Allah suatu saat akan dipubikasikan.

Wallahu a’lam

Sekian dulu

Abu Ahmad Dwiyanto

To:
suzan90

“Islam” bermakna “selamat” , bahwa hanya berserah diri / menyembah/berlindung hanya kepada Allah maka manusia akan selamat. Islam adalah agama yang Allah turunkan kepada seluruh nabi-nabi, sejak zaman nabi Adam, Nuh, Ibrahim/Abraham, Yacob, Yusuf, Musa , Daud, Sulaiman.. Yahya, Isa(Yesus) hingga nabi Muhammad.
Al Qur’an surat Al Baqarah ayat 132: “Dan Ibrahim telah mewasiatkan ucapan itu kepada anak-anaknya, demikian pula Ya`qub. (Ibrahim berkata): “Hai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini bagimu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk agama Islam”.

sebagai bukti, nama “Islam” ini juga sudah ada pada zaman Nabi Sulaiman / Solomon, beliu berjaya membina Kuil Our-Salim (Jerusalem) pada thn 959 SM. nama our-Salem ato Yerusalem berasal dari bahasa aramik: Our / jeru = tanah (land); Salem = Islam (selamat), jadi Jerusalem bermakna tanah/negeri keselamatan. Anda seharusnya memahami bahwa dlm bhs semit (Aramik, Ibrani, Arab) kata-kata ditulis dengan huruf konsonan saja Islam, salem, Salom = dari akar kata S-L-M (bermakna selamat, berserah diri hanya kepada Allah)
Nabi Isa atau Yesus (abad pertama masehi) juga memakai kata “salom” (S-L-M) untuk menyapa para pengikutnya:
coba baca:
1Sa. 13:10 Baru saja ia habis mempersembahkan korban bakaran, maka tampaklah Samuel datang. Saul pergi menyongsongnya untuk memberi salam kepadanya.
1Sa. 25:6 dan sampaikanlah salam ini kepadanya: Selamat! Selamatlah engkau, selamatlah keluargamu, selamatlah segala yang ada padamu.
1Sa. 25:14 Tetapi kepada Abigail, isteri Nabal, telah diberitahukan oleh salah seorang bujangnya, katanya: “Ketahuilah, Daud menyuruh orang dari padang gurun untuk memberi salam kepada tuan kita, tetapi ia memaki-maki mereka.
1Sa. 30:21 Ketika Daud sampai kepada kedua ratus orang yang telah terlalu lelah untuk mengikuti Daud, yang telah dibiarkannya tinggal di dekat sungai Besor, maka keluarlah orang-orang ini menyongsong Daud dan menyongsong rakyat yang bersama-sama dengan dia. Daud mendekati orang-orang itu dan memberi salam kepada mereka.
2Sa. 6:20 Ketika Daud pulang untuk memberi salam kepada seisi rumahnya, maka keluarlah Mikhal binti Saul mendapatkan Daud, katanya: “Betapa raja orang Israel, yang menelanjangi dirinya pada hari ini di depan mata budak-budak perempuan para hambanya, merasa dirinya terhormat pada hari ini, seperti orang hina dengan tidak malu-malu menelanjangi dirinya!”
Mat. 28:9 Tiba-tiba Yesus berjumpa dengan mereka dan berkata: “Salam bagimu.” Mereka mendekati-Nya dan memeluk kaki-Nya serta menyembah-Nya.
Mrk. 15:18 Kemudian mereka mulai memberi hormat kepada-Nya, katanya: “Salam, hai raja orang Yahudi!”
Luk. 1:28 Ketika malaikat itu masuk ke rumah Maria, ia berkata: “Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau.”
Luk. 1:29 Maria terkejut mendengar perkataan itu, lalu bertanya di dalam hatinya, apakah arti salam itu.
Luk. 1:40 Di situ ia masuk ke rumah Zakharia dan memberi salam kepada Elisabet.
Luk. 1:41 Dan ketika Elisabet mendengar salam Maria, melonjaklah anak yang di dalam rahimnya dan Elisabetpun penuh dengan Roh Kudus,

salam = islam = selamat/berserah diri hanya kepada Allah. Jadi para Nabi utusan Allah itu, semuanya membawa agama islam yaitu agama keselamatan yang akan mengantarkan umatnya ke dalam surga. jadi anda Susan90 keliru jika Islam hanya turun sejak abad 6 masehi. silahkan renungkan kembali semoga anda mendapat hidayah.

Kepada saudaraku Dwiyanto
Mengenai Cyrus dengan dua tanduk itu memang ada relief batu di Iran yang bergambar seseorang memakai dua tanduk panjang di kepalanya, tetapi apakah relief itu adalah gambar raja Cyrus the Great?
selanjutnya mari kita bahas rute Cyrus yang anda jelaskan itu:
pertama tentang rute ke arah barat, dimana Cyrus menemukan Ainin Hamiah (mata air berlumpur hitam). Anda berpendapat bahwa “AININ HAMIAH” sebagai lautan, yg kemudian anda merujuk pada Laut Hitam dan Laut Aegea di Turki Modern. Saya berpendapat, bahwa menafsirkan kata “AININ” (mata air) sebagai “LAUTAN” adalah kira kurang tepat. Krn di dalam Qur’an, Laut disebut “BAHR” bukan “AININ”, jadi Ainin Hamiah bukan lautan hitam, tetapi “MATA AIR BERLUMPUR HITAM” mungkin seperti Mata air hitam yang ada di Porong Sidoarjo Jawa Timur itu. dan kita seharusnya mencari Mata Air berlumpur hitam itu di kawasan Timur tengah yang pernah dilihat Zulqarnain. jadi bukan Laut hitam maupun laut tengah. ini yang harus kita cari.

Ingin urun rembug, sebenarnya untuk mengetahui lebih jelas siapa sosok Dzulqarnain, maka perlu kita ketahui dahulu siapakah bangsa Ya’juj & Ma’juj yang pernah dikunci oleh Dzulqarnain dengan tembok besi bertapis tembaga agar Ya’juj Ma’juj ini tak menyerang keluar.
Jadi menurut saya kita harus mengetahui siapakah bangsa bengis kejam Ya’juj Ma’juj ini? kemudian baru kita kaji siapakah raja-raja dunia yang pernah berhadapan / berperang melawan Ya’juj Ma’juj. Tentu, raja yang berjaya mengalahkan ya’juj ma’juj ini lebih pantas disebut DZulqarnain, karena secara tersirat Qur’an surat Al Kahfi menunjukkan bahwa Dzulqarnain ini juga berjaya mengalahkan dan mengusir Ya’juj ma’juj hingga mereka masuk kembali ke negeri merekan sendiri.
Dan saya baru saja membaca buku penting berjudul “JEJAK YAKJUJ & MAKJUJ DALAM INSKRIPSI YAHUDI” (480 hlm) penerbit Hikmah, Mei 2010, dalam buku itu disebukan bahwa Ya’juj Ma’juj adalah bangsa barbar nomaden dari padang rumput eurasia, mereka oleh bangsa Yunani disebut bangsa “SCYTHIAN”. dalam buku ini dijelaskan scr detil kronologi keluarnya bgs Ya’juj Ma’juj Scythian ini dalam menghancurkan peradaban di Fertile Crescent (bulan sabit subur) di Asia Barat Daya, yaitu berturut-turut menghancurkan:
1) kerajaan Hitti & Urartu thn 743 SM;
2) menghancurkan kerajaan Israel Utara di Samaria thn 721 SM;
3) menghancurkan ibukota kerajaan Assyria, yaitu Niniwe pd thn 612 SM;
4) menghancurkan ibukota kerajaan Yudea, yaitu Yerusalem pd thn 587 SM;
5) Mengancurkan kota Babilon pd thn 539 SM;

Berikut ini Daftar Isi buku “JEJAK YAKJUJ & MAKJUJ (GOG MAGOG) DLM INSKRIPSI YAHUDI” :

Kata Pengantar

Bab 1: Inskripsi Yahudi: Sebuah Pengantar
-Kenapa kita perlu menelusuri Yakjuj & Makjuj dalam Inskripsi Yahudi?
-Inskripsi Yahudi dan Latar Belakang Pembentukannya
-Septuagint: Perjanjian Lama
-Inskripsi karya Flavius Josephus
-Naskah Laut Mati ’The Dead Sea Scrools’
-Talmud
-Carta Timeline Talmud
-Timeline Inskripsi Yudaisme
-Analisis eksplorasi Sinkronik – Diakronik tentang Yakjuj dan Makjuj
-Usaha mengaburkan identiti bangsa Gog Magog
-Usaha mencemarkan nama baik Nabi Ishaq

Bab 2: Suara-suara dari Padang Gurun tentang Zulqarnain danYakjuj & Makjuj
– Latar belakang Pertanyaan pendeta Yahudi tentang Zulqarnain kepada Nabi Muhammad.
– Senandung Padang Gurun tentang Muhammad
– Daud menyebut Muhammad sebagai ”Adonai”
– Percakapan Yahya/John Pembabtis dengan pendeta Yahudi tentang ”Nabi yang Akan Datang”
-Isa menyebut Muhammad sbg ”Terang yang Besar”
-Daniel menyebut Muhammad sebagai ”batu yang meremukkan patung”
-Muhammad, Benang Merah senandung para nabi
-Orang-orang Yahudi rela tinggal di padang Paran
-Nabi Jeremiah (Aramia) menyebutnya ”Ehmed”
-Talmud Babilon menyebutnya ‘Emeth’
-Yakjuj & Makjuj dalam sumber Islam
-Yakjuj & Makjuj di dalam al-Quran dan Tafsir
-Seputar Asbabun Nuzul (Sebab-sebab Turun Ayat)
-Epistemologi bijak yang dikongkong oleh kesombongan
-Adakah “bangsa yang buta huruf” mampu membaca kisah Alexander?
-Sifat Zulqarnain
-Sifat Yakjuj & Makjuj di dalam Tafsir Qur’an

Bab 3: Genealogi Yakjuj Makjuj dalam Inskripsi Yahudi
-Di dalam Bible, Yakjuj dan Makjuj disebut Gog dan Magog
-Garis Keturunan Yakjuj Makjuj dalam Yahudi
-Magog dalam Talmud
-Scythia Yakjuj Makjuj di dalam buku Josephus,“Antiquities of the Jews”
-Scythia Yakjuj Makjuj di dalam buku Josephus,’’Jews Wars’
-Al Qur’an bebas daripada unsur Plagiat
-Josephus Menggunakan Bahasa Yunani
-Bahasa Yunani baru dapat diterjemahkan ke dalam bahasa Arab pada abad 9 M
-Scythia Yakjuj Makjuj di dalam buku Josephus,’The Apions’
-Scythia Yakjuj Makjuj di dalam Perjanjian Baru
-Magog di dalam Inskripsi Gulungan Laut Mati
-Lokasi Gog Magog Scythia
-Nama Gog Magog
-Bukti Kisah Yakjuj dan Makjuj di dalam Al Quran bukan plagiat daripada kitab sebelumnya

Bab 4: Gerombolan Nomad Scythia adalah Gog Magog
-Tafsir al-Quran Yusuf Ali: Scythia adalah Yakjuj Makjuj
-Kesalahan Evangelis dan Zionis:’Scythia’ daripada nama ’Isaac’
-’Gog’ dalam inkripsi Cylinder Ashurbanipal Assyria
-Suku Scythia adalah suku pertama yang berhasil menjinakkan kuda
-Menjejak serapan kata GOG atau JUJ dalam bahasa Inggeris dan Jerman
-Kebiadaban bangsa Yakjuj Makjuj Scythia
-Lokasi Kediaman Bangsa Yakjuj Makjuj Scythia
-Bukti Akeologi Bangsa Yakjuj Makjuj Scythia mendiami di Utara (Eurasia)
-Timeline Gerombolan Barbar Scythia
-Raja-raja Scythia
-Lokasi Kediaman Scythia menurut Peta Kuno Yunani
-Saudara sebangsa Scythia adalah suku Xiongnu, Hun, Mongol, Tartar
-Lagu ‘Scythian Tribe’
-Republik Sacha: Munculnya negeri Scythia Moden?

Bab 5: Sejarah Timur Tengah dan Yahudi serta peranan bangsa Barbar Scythia
-Menelusuri jejak bangsa Yakjuj dan Makjuj Scythia dalam Sejarah Timur Tengah
-Timeline Timur Tengah dan Sejarah Bani Israel serta hubung kait dengan Yakjuj & Makjuj Scythia
-Peta Kekuasaan – Kekuasaan di Fertile Crescent – Timur Tengah tahun 700-550 SM
-Sinkronik-Diakronik Peradaban Timur Tengah tahun 700-550 SM
-Tempoh Serangan Yakjuj Makjuj Scythia

Bab 6: Serangan Yakjuj & Makjuj ke Kerajaan Hitti di Urartu 743 SM
-Ekspedisi Assyria Memerangi Yakjuj Makjuj Scythia
-Suku Barbar Scythia dan Cimmeria bersaing menakluk Urartu
-Yakjuj & Makjuj Menerobos Pegunungan Kaukasus
-’Rab Kisir Gimirai’ pasukan khusus Yakjuj Makjuj Cimmeria
-Jalur sempit keluarnya Yakjuj & Makjuj Scyhtia & Cimmeria
-Darial Gorge (Ngarai Darial) dan Caspian Gates
-Yakjuj Makjuj Cimmeria menjadi perajurit upahan Kerajaan Assyria
-Kerajaan Scythia di Urartu tahun 700 SM

Bab 7: Serangan Yakjuj & Makjuj ke Samaria, Ibu kota Kerajaan Israel Utara tahun 721 SM
-Zaman Keemasan Israel
-Kerajaan Israel berpecah-belah
-Israel melanggar janjinya sendiri, Mulai menyembah berhala patung-patung.
-Pembuangan Suku Israel
-Serangan Yakjuj Makjuj Cimmeria ke Samaria tahun 722 SM sebagai Hukuman Allah
-Penaklukan Raja Sargon II dalam Inskripsi Assyria
-Para nabi yang mengingatkan kerosakan akidah kerajaan Israel

Bab 8: Serangan Yakjuj dan Makjuj ke Niniwe Assyria tahun 612 SM
-Niniwe, Ibukota Kerajaan Assyria
-Pasukan berkuda Media dan Scythia bergerak ke Niniwe
-Kejahatan dan Kekejaman bangsa Assyria
-Para Penafsir Bible menutupi peranan bangsa barbar Scythia dalam penghancuran Niniwe
-Raja Assyria berputus asa dengan membakar diri dan Istananya
-Niniwe pun dijarah dan dibakar oleh Scythia Yakjuj Makjuj
-Nabi-nabi Israel yang mengingatkan kehancuran Niniwe
-Harta karun Emas suku Scyhtia dari Rampasan di Niniwe

Bab 9: Serangan Yakjuj & Makjuj ke kota Jerusalem, Ibu kota Kerajaan Yehuda tahun 587 SM
-Yakjuj Makjuj Scythia menyerang Jerusalem
-Catatan Herodotus ketika memasuki negeri Yakjuj Makjuj Scythia
-Nabi Jeremia pernah tampil di Jerusalem mengingatkan datangnya Gog Magog
-Gabungan Scythia dan Babilon inilah ‘Periuk Mendidih dari Utara’
-Dan Jerusalem pun merana
-Ezra / Uzair memasuki Runtuhan Jerusalem
-Scythia, setelah kehancuran Yerusalem: Gerombolan Scythia menghancurkan Babilon

Bab 10: Nabi Yehezkiel mengabarkan datangnya Gog Magog
-Kesalahan Kronologi Kenabian Israel menjadikan kisah Gog Magog dalam Bibel sulit dipahami
-Kelalaian Editor/Penyalin Kitab Yehezkiel
-Kronologi Kisah dalam kitab Yehezkiel
-Magog dalam Yeheziel adalah bangsa Barbar Scythia
-Keaslian Teks Yehezkiel 38 dan 39

Bab 11: Nabi Yunus mengingatkan Kota Niniwe tentang Ancaman Yakjuj dan Makjuj
-Nabi Yunus memberitakan tentang Gog Magog
-Gerombolan Barbar Scythia keluar dari balik pegunungan Kaukasus
-Raja Assyria dan penduduk Niniwe patuh pada Yunus
-Kisah Dakwah Nabi Yunus dan Isa
-Usaha penyisipan teks

Bab 12: Nahum mendapat penglihatan tentang dekatnya Kehancuran Niniwe
-Kehancuran Niniwe sebagai bentuk Murka Tuhan

Bab 13: Amos dan Joel mengibaratkan keluarnya Gog Magog laksana Serangan Belalang
-Siapakah Amos?
-Bible juga mengumpamakan serangan Yakjuj & Makjuj sebagaimana serangan Belalang.
-Bible menyebut Gog adalah Raja Belalang.
-Sifat serangan Belalang dalam Bible
-Nabi Muhammad mengibaratkan serangan Yakjuj Makjuj seperti serangan belalang
-Serangan Belalang di Timur Tengah
-Bencana Belalang

Bab 14: Pergulatan Nabi Jeremia Mengingatkan Kebebalan Kaum Israel tentang Bahaya Gog Magog
-Siapakah Jeremia?
-Malapetaka dari Utara adalah Yakjuj & Makjuj
-Alasan Nebukadnezar membawa pasukan Yakjuj Makjuj Scythia
-Jeremia diutus bagi mengingatkan tentang bahaya munculnya Yakjuj Makjuj ke atas Jerusalem
-Bukti Pendapat Jeremia memberitakan tentang keluarnya gerombolan Yakjuj Makjuj Scythia.
-Gelar pasukan Gog Magog yang dipakai Jeremia
-Dalam Jeremia, Gog Magog disebut sebagai gandar besi
-Bani Israel Judea Jerusalem berlindung pada Mesir
-Juj = Gog = Yoke = Joch
-Nabi Jeremia dipenjara oleh Bani Israel Yehuda.
-Jerusalem hancur secara total
-Nabi Jeremia dibebaskan oleh Yakjuj Makjuj Scythia

Bab 15: Keluarnya Yakjuj & Makjuj Pada Akhir Zaman dalam Inskripsi Yahudi
-Keluarnya Yakjuj & Makjuj pada Akhir Zaman di dalan sumber-sumber Islam
-Keluarnya Yakjuj & Makjuj pada Akhir Zaman petanda Kiamat sudah dekat
-Mungkinkah Sejarah Terulang?
-Ramalan keluarnya Yakjuj dan Makjuj (Gog Magog) dalam Inskripsi Yahudi
-Ramalan Merajalelanya Gog Magog di dalam Perjanjian Lama
-Ramalan keluarnya Magog dalam Talmud Babilon
-Perjanjian Baru: Gog Magog sebagai pasukan Iblis yang terlepas.

Bab 16: Jawapan atas Distorsi Evangelis Barat tentang Gog Magog

semoga menambah pengetahuan & iman kita semua

coba lihat http://www.mizan.com/viewimage.php?id=8146

Terimakasih utk Saudaraku Halim atas informasinya. Saya akan coba cari di toko buku terdekat. tampak sangat menarik buku itu. selepas itu saya ingin mendiskusikan buku itu hingga ke ujung siapakah Zulqarnain itu. selamat berdiskusi dengan hangat moga bertambah-tambah ilmu kita.
Saudaraku Dwiyanto, saya tunggu pendapat saudara tentang “Ainin Hamiah” (mata air berlumpur hitam) itu, yang jelas bukan lautan. MAri kita cari bersama mata air itu di Timur tengah dan bernarkan raja Cyrus pernah menemukan mata air hitam itu?

Ass.wr.wb.

Untuk saudara Halim, terima kasih atas infonya, sudah saya balas melalui blog sdr. Yan Rizal.com.

Untuk saudara Amir,
Pertama kali kita harus mempelajari tata bahasa ‘Arab dahulu. saya terus terang bukan pakarnya….saat ini baru akan mengikuti kursus bahasa ‘Arab.

Saya sarankan bagi anda dan seluruh kaum muslimin kuasailah bahasa ‘Arab yang merupakan bahasa tertua yang masih exist hingga kini dan menjadi induk bagi seluruh bahasa di dunia dan juga menurut analisa saya bahasa ‘Arab akan kembali menjadi bahasa Internasional seperti pada saat Abad pertengahan (menggantikan bahasa Inggris) seiring dengan kembalinya kekuasaan Islam dalam waktu dekat ini !! Insya Allah !

Kemudian, jika anda menguasai bahasa ‘Arab, apa benar “‘Ainin” hanya berarti “mata air saja” karena sejauh pengetahuan saya biasanya satu kata bahasa ‘Arab bisa memiliki banyak arti (mohon dijawab dulu), kalau tidak silahkan bertanya dulu kepada para pakar nya……
Yang pasti dari beberapa terjemahan Quran yang ada, sebagian besar menerjemahkan sebagai “laut” (wallahu a’lam).

Saya juga ingin menginformasikan kepada ada meskipun bukan ahli sejarah, bahwasanya dalam menganalisa peristiwa sejarah yang sudah lampau kita tidak bisa menolak sesuatu karena satu masalah saja seperti pertanyaan anda tsb. Kita harus melihatnya secara komprehensif. Jika 95 % data valid (sesuai) maka dalam sejarah itu dapat dikatakan benar. Lebih dari 60 % berarti dapat dikatakan suatu pendapat sebagai “benar” ! Karena dalam Ilmu Sejarah tidak akan mungkin 100 % meyakinkan dan semuanya masih bisa diperdebatkan !

Sekarang pendapat anda secara umum bagaimana? Kepada nama siapa anda cenderung memilih? Yang jelas beliau itu adalah tokoh riil dan bisa dipelajari dalam kisah sejarah dunia. Apa masih memberikan peluang bahwa Alexander sebagai Dzulqarnayn ?

Saya pribadi sudah haqqul yaqin 99% (tidak boleh 100%, karena kita harus menyisakan 1% kemungkinan salah) dengan pendapat saya bahwasanya “Dzulqarnayn” itu adalah Kuresh (Cyrus) the Great raja Persia.
Hal ini diperkuat dengan “petunjuk (clue) yang saya dapatkan pada akhir tahun 2007 yl. (Dzulqa’idah 1428 H) : nama bangsa ‘Arab “Quraisy” berasal dari nama raja Persia Kuresh yang sangat terkenal pada saat itu ! Menurut analisa saya, tokoh Kuresh (Cyrus) itu dianggap sebagai semacam pahlawan (bahkan Nabi bagi Bani Isra`il / Yahudi !) untuk wilayah timur tengah termasuk bagi bangsa ‘Arab yang tidak mempunyai tokoh sebesar beliau. Nama beliau kemudian dipakai oleh salah satu kakek buyut Rasulullah Saw. yang bernama Fihr. Silahkan anda baca silsilah Rasulullah : Fihr bergelar “Quraisy”, dan menjadi nama suku bangsa ‘Arab yang paling utama !

Wallahu a’lam.

Wassalam,
Abu Ahmad Dwiyanto

Pertama saya mengucapkan terimakasih pada Saudaraku Dwiyanto yang dgn segera menjawab persoalan saya. Saya memang haus akan ilmu sejarah yang berkaitan dengan agama kita.
Mengenai kata kunci “Ainin Hamiah” yg pernah dilihat Dzulqarnain semasa perjalanannya ke arah matahari terbenam (Maghrib Ash-Shams) dlm Quran S. Al Kahfi 86 yg berarti “mata air berlumpur hitam” dan bukan “Lautan berlumpur hitam”:

“Sehingga apabila ia (Dzulqarnain) sampai ke daerah matahari terbenam (Maghrib asy-syams) ia mendapatinya [matahari itu seakan-akan] terbenam di sebuah mata air yang berlumpur hitam (Ainin Hamiah), dan ia dapati di sisinya satu kaum (kaum kafir). Kami berfirman: ”Wahai Dzulkarnain! Kamu boleh menyiksa mereka atau kamu bertindak secara baik terhadap mereka.” (Q. Al Kahfi 86)

kata “Ainin” sbg “mata air” diperkuat oleh ayat Qur’an yg lain, yaitu surat Asy-Syu’araa’ 26:57:
“Maka Kami Keluarkan Fir’aun dan kaumnya dari taman-taman (jannaati) dan mata air (‘uyuunin)”

Dalam teks ini kata ‘uyuunin satu akar kata dg ‘Ainin ( ‘A-N-N), jadi siapapun adalah keliru jika menterjemahkan ‘ainin sebagai Laut.
Permasalahannya sekarang, seandainya raja Cyrus the Great adalah Dzulqarnain, maka mata air berlumpur hitam manakah yang pernah dijumpai oleh Cyrus? inilah yang sehrusnya kita cari. dan jika sudah ketema mata air itu, maka pernahkan Cyrus datang ke mata air itu. saya menduga tentu mata air berlumpur hitam (‘ainin hamiah) itu sesuatu yang sangat terkenal di dunia, hanya saja kita belum mengetahui. maka kita perlu mempelajari ilmu sejarah, geologi, geotermal/panas bumi, geografi timur tengah kuno.
Tentang pendapat anda bahwa nama Cyrus itu sama dengan nama kakeb buyut Nabi Muhammad saw, yaitu suku Quraisy (Cyrus = Quraisy) maka pendapat ini salah.
Pendapat saya mengenai siapakah Dzulqarnain Qura’nik, maka saya (berdasarkan buku “Alexander adalah Zulqarnain: Pembebas Barat & Timur, Pembina Tembok Besi Yakjuj & Makjuj) maka saya 100% yakin bahwa Alexander the Great (356-323 SM) putra raja Philips dari Maakedonia itu adalah Dzulqarnain yang kita cari-cari selama ini.
Oke, karena andar belum menunjukkan lokasi ‘Ainin Hamiah yg ditemui Cyrus, maka Cyrus bukan Dzulqarnain.
Langkah selanjutnya coba anda tunjukkan rute ke dua DZulqarnain ke arah matahari terbit (Mathlik asy-syams) dan bertemu dengan kaum yang tidak berpaikaian, apakah Cyrus pernah kesana?
Anda berpendapat spt di atas: “Tempat terbitnya matahari” artinya ke wilayah timur (masyriq). “Umat yang tidak menjadikan sesuatu pelindung dari matahari = tanpa baju” artinya adalah bangsa India. Perhatikan relief candi-candi dan gambar-gambar kuno mereka yang semuanya menunjukkan kesesuaian yaitu hanya menggunakan pakaian bawah (minim) ! Pada saat itu bangsa India masih terbelakang dalam hal Ilmu pengetahuan dan Teknologi.”
pandapat ini kurang tepat, krn ayat Qur’an menyebutkan bahwa tidak ada satu helai benda (kain, kulit ato apapun) yng bisa menutupi tubuh mereka” (lihat tafsir) sedangkan bangsa India sudah berpaikaian. dan India sudah maju pada masa itu bahkah jauh sebelum Cyrus (abad 6-5 SM), maka jauh sebelum itu di India (lembah sungai Indus/ Sind) sudah ada peradaban yang maju, yaitu Mahenjo daro dan Harapa).

Assalamu ‘alaikum wr.wb.

Untuk saudara Amir,

Bagaimanapun saya tetap menghormati pendapat anda, atau siapapun. Yang pasti suatu “Kebenaran sejarah” pada hakikatnya hanya ada satu, kita tidak mungkin bisa atau tidak boleh menyatakan 100 % yakin, apalagi dengan bukti-bukti yang lemah. Kita baru dapat mendapat keyakinan setelah “sebagian besar” bukti menuju kepada pendapat kita.

Untuk masalah “ ’aynin ” sebaiknya ditanyakan dulu saja kepada para ahli bahasanya, kita tidak boleh menyimpulkannya sendiri, lagi pula menurut saya hal itu tidak terlalu signifikan dan juga bisa saja ada sebuah telaga (yang tidak diketahui namanya) di dekat lokasi penaklukan Dzulqarnayn di barat ! Masih banyak yang jauh lebih penting dari membahas hal itu. Dalam masalah “India”, yang saya tekankan bukan Ilmu pengetahuan dan teknologinya, namun kebiasaan mereka yang “tanpa baju” (dengan kemajuan peradabannya saja mereka tidak suka pakai baju, beda dengan bangsa-bangsa Afrika yang tidak pakai baju karena kebudayaannya lebih rendah). Namun, silahkan anda baca kronologi (timeline) mereka, pada kenyataannya sejarah Inda “baru dimulai” secara jelas dan kontinyu setelah invasi Persia dan juga Yunani (540~320 SM), kebudayaan Mohenjo Daro dan Harappa pernah terputus (punah) pada sekitar tahun 1200 SM !

Jika saudara yakin dengan pendapat anda, coba jelaskan bagaimana kisah perjalanan Alexander the Great disesuaikan dengan Al Quran, sebagaimana pertanyaan yang pernah diajukan kepada saya secara ilmiah !

Saya telah bertahun-tahun menganalisa apakah Alexander adalah Dzulqarnayn, namun hasilnya tidak menuju kearah itu, bahkan mengarah ke “mustahil” ! Mungkin anda punya bukti-bukti yang lebih meyakinkan berdasarkan fakta-fakta dan sumber-sumber sejarah yang dimiliki Coba tuliskan dalam jawaban anda sebanyak-banyaknya dan sejelas-jelasnya…..

Sekarang mari kita membuat perbandingan (comparison) diantara dua tokoh kita yaitu Kuresh (Cyrus) the Great dari Persia dan Alexander the Great dari Macedonia.
Tujuannya sederhana saja, yaitu mencari kebenaran berdasarkan bukti-bukti autentik dari sejarah umum, Al Quran dan Hadits.

1. Asbabun Nuzul : Karena persoalan ini bermula dari Al Quran, maka marilah kita melihat “Asbabun nuzulnya” sekali lagi. Dari penjelasan saya sebelumnya telah dijelaskan dan dipastikan bahwa ayat ini merupakan jawaban (wahyu Allah Swt.) kepada Rasulullah Saw. kepada para ‘ulama` Yahudi yang secara fakta historis menjadi tokoh “idola”, orang alim, baik dan setingkat Nabi yang bernama Kuresh yang Agung sang raja Persia. Ini terbukti dari apa yang tertulis di Bible, Kitab Yesaya 45 : 1, dan seterusnya; Sedangkan Alexander yang Agung adalah bukan tokoh yang dimuliakan oleh bangsa Yahudi. Dari point ke 1 ini saja sudah dapat disimpulkan oleh siapapun, orang awam apalagi ulama bahwasanya sangat mustahil kalau Alexander itu Dzulqarnayn !! Bagaimana komentar anda ?
2. Nama : Dzulqarnayn artinya orang yang memiliki “dua tanduk”. Raja Persia Kuresh (Cyrus) terbukti memang menyatukan 2 kerajaan (kekuasaan = tanduk !!) yaitu Media dan Anshan pada tahun 549 SM atau dapat dikatakan raja dari 2 kerajaan; Raja Macedonia Alexander tidak menyatukan kerajaan apapun, dia hanya mewarisi kerajaan ayahnya Philip !! Apa ada bukti yang menunjukkan bahwa dia menpunyai “dua tanduk / kekuasaan” ? Apa komentar anda ?
3. Akhlak : Sesuai dengan fakta sejarah, raja Persia Kuresh adalah seorang yang berakhlak sangatt mulia, beliaulah yang secara baik hati mengembalikan bangsa Yahudi (tsb. diatas) dari pembuangannya di wilayah Babilonia (”Iraq) ke Palestina dan tidak pernah menzhalimi mereka, kemudian ia juga membiarkan hidup raja Lydia Croesus yang ditaklukkannya padahal kebiasaan umum disaat itu para raja yang menang membunuh raja yang kalah! ; Kita lihat sekarang Alexander, beliau tidak pernah berbuat baik kepada bangsa Yahudi bahkan menindasnya (telah dijelaskan sebelumnya) ! Dari sumber sejarah yang saya tahu, ia pernah membantai ribuan orang dan menumpuk mayatnya bagaikan gunung ! Dari film “Alexander” diceritakan bahwa beliau mempunyai kelainan sex (= homo), menurut saya kalau memang benar, hal ini sangat memalukan dan merupakan tindakan sangat tidak terpuji dan terlaknat ! maka akan mustahil dijadikan suri tauladan didalam Al Quran ! Mohon komentar anda….
4. Lokasi : Kerajaan Persia (Kuresh) berada didalam lingkup wilayah para nabi utama yang diceritakan dalam Al Quran. Lingkup wilayah para anbiya biasanya diantara ‘Arab, ‘Iraq, Syam (Syria-Palestina), Mesir, dan Persia saja !; Sebaliknya Kerajaan Macedonia (Alexander) berada di lokasi yang sangat jauh ! Komentar anda ?
5. Agama : Dari sumber-sumber yang pernah saya baca, raja Persia Kuresh (Cyrus) adalah seorang yang meng Esa kan Tuhan (Muslim) yang mengikuti dakwah seorang nabi yang bernama Zaratushtra (Zoroaster). Agama ini sekarang sudah menyimpang jauh; Raja Macedonia Alexander dapat dipastikan adalah seoarng penyembah dewa-dewa Yunani (Musyrik) !! Komentar anda ?
6. Wilayah Penaklukan : Raja Persia Kuresh melakukan penaklukan ke wilayah yang “baru” satu per satu dalam arti belum pernah ditaklukkan (dipersatukan) sebelumnya’ Hal ini menunjukkan kualitas kehebatannya; Raja Macedonia Alexander hanya melakukan penaklukan cukup sekali saja dengan mengalahkan raja terakhirnya Darius III (331 SM) terhadap wilayah yang sudah dikuasai bangsa Persia selama 2 abad. Hal ini menunjukkan kualitasnya jauh lebih rendah (tidak perlu bersusah payah). Perjalanan bersama pasukannya hanya bersifat inspeksi saja ! Komentar anda ?
7. Peradaban (Teknologi) : Pada saat itu (abad 6 SM) bangsa Persia (Kuresh) telah mencapai kemajuan Ilmu pengetahuan dan Teknologi berdasarkan fakta bahwa mereka berdekatan dengan bangsa Babilonia, Mesir, Phoenicia (Finikia) yang merupakan bangsa-bangsa paling beradab. Pada saat itu kebudayaan Yunani termaju adalah di Anatolia barat (lihat film “Troy”) !! Hal ini menjadikan mereka mampu menguasai ilmu Metalurgi yang diterapkan pada saat pembuatan “tembok besi campur tembaga”; Bangsa Macedonia (Alexander) saat itu belum mencapai taraf setinggi itu, bahkan mereka baru mencapainya setelah mendapat “bantuan” dari bangsa Yunani (Athena – Sparta) yang juga mungkin mendapat transfer ilmu pengetahuan dari Persia setelah abad ke 3 SM melalui pendudukannya ! Mohon komentar anda ?
8. Bukti sejarah : Maaf saya lupa ayatnya, namun pernah membaca di Bible, Kitab Nabi Daniel yang dalam menjelaskan sebuah mimpi menyatakan bahwa “Domba yang bertanduk dua (= Dzulqarnayn) “ itu adalah raja Persia !! Saudara Pramudia pun pernah menulis (diatas) bahwa ditemukan patung raja Persia Kuresh yang menggambarkan “dua tanduk” tsb. !! Mohon komentar anda ?
9. Jalur penaklukan : Seperti dijelaskan sebelumnya, perjalanan penaklukan raja Persia Kuresh sesuai dengan Al Quran : dari tengah (Persia) ke wilayah barat (Anatolia / Turki), ke wilayah timur (Inda barat), dan menaklukkan Babilonia (membebaskan bangsa Yahudi) serta ke wilayah pegunungan (= utara) membangun tembok penahan Ya`juj wa Ma`juj yang sekarang faktanya masih ada di kota Derbent (Azerbaiyan) !;
Raja Alexander memulainya dari “barat” (Macedonia paling barat) kemudian ke selatan dulu (Mesir), ke tengah (Babilonia), baru ke timur (India barat) dan berakhir di Babilonia kembali hingga menemui ajal. Hal ini menunjukkan jalur penaklukan Alexander tidak sesuai Al Quran (tidak masuk logika) !! Apa yan dia taklukkan dibarat ? bukankah ia hanya mewarisi kekuasaan ayahnya… pegunungan apa (pastinya beliau tidak menaklukkan peg. Kaukasus !) yang beliau buatkan tembok dan dimana ? apa ada faktanya ?
10. Masa Penaklukan : Kuresh (Cyrus) melakukan penaklukan barat, timur (dan utara) pada masa yang jauh lebih awal (547-545 SM). Saya pernah membaca bahwa dia adalah raja pertama yang mampu menaklukkan wilayah yang sangat luas dari barat hingga ke timur; Alexander melakukannya belakangan (332-323 SM) dan yang perlu ditekankan adalah bahwa dia hanya “meniru” atau “mungkin balas dendam” saja terhadap apa yang dilakukan para raja Persia !!
Kuresh melakukan penaklukan tsb. dengan susah payah, sedangkan Alexander hanya cukup menaklukkan satu raja Darius III (Persia) setelah beberapa pertempuran (Battle of Issus, Gaugamela, etc.) pada tahun 331 SM maka seluruh wilayahnya jatuh dengan mudahnya !
Apa pendapat anda ?

Dengan 10 point diatas, sementara ini sudah cukup untuk mendukung kebenaran pendapat saya. Mohon dijawab, kalau bisa lebih lengkap dan detail lagi……

Saya juga mengharapkan komentar dari pembaca atau peminat yang lain……agar tercapai suatu perdebatan yang rasional dan sehat berdasarkan fakta-fakta dan terkendali.

Sekian dulu,

Wassalam,
Abu Ahmad Dwiyanto

utk saudaraku Dwiyanto:
wah… begitu panjang dan semakin menarik. Maaf, saya kemarin lagi sibuk shg belum menenggok diskusi ini. Setelah menungggu agak lama, akhirnya saya dapat juga buku “ALEXANDER ADALAH ZULQARNAIN” karya anak bangsa bernama Wisnu Sasongko dengan nama penanya adalah Muhammad Alexander, yg terbit di Malaysia. Saya sekarang sedang membaca buku itu, asal tahu saja …tebalnya….. 740 halaman wow….

Saya, Insya Allah akan bahas satu persatu pendapat anda di atas:
pertama, saya quote pendapat anda:
“Saya telah bertahun-tahun menganalisa apakah Alexander adalah Dzulqarnayn, namun hasilnya tidak menuju kearah itu, bahkan mengarah ke “mustahil” !”

selamat anda telah bertahun-tahun mengkaji masalah penting ini, tetapi dalam pengkajian itu apakah anda juga menyelami dan meneliti dengan cermat buku-buku sejarah Alexander the great yang ditulis oleh sejarawan Yunani/Greek dan romawi? yaitu karya Arrian, Plutarch, Diodorus, dan Quintus yang ditulis pada abad 1 SM hingga 2 M?
kalo anda belum mengkaji buku-buku ini dgn cermat isi (matan) dan sanad (karakter penulisnya) maka sememangnya anda akan berkesimpulan “Mustahil” alexandr sbg Zulqarnain.
Kadar membaca teks yunani roman itupun harus ekstra hati-hati agar kita tidak salah arah, kita perlu memisahkan antara fakta sejarah dan karakter paganisme penulisnya. byk pembaca muslim kita yang menelan mentah-mentah/bulat-bulat pendapat penulis yunani itu ttg alexander shg mereka terikut menuduh bhwa Alexander the Great adalah penyembah berhala, kafir/pagan shg tidak pantas disebut sbg zulqarnain qur’anik.

sdr Muhammad Alexander @lias Wisnu Sasongko dalam buku “alexander adalah zulqarnain” telah berjaya membongkar semua teks yunani romawi ttg sejarah alexander itu, dan telah berjaya menjawab semua misteri itu, termasuk diantaranya adalah 10 soal anda itu.

saya agak malas type/mengetiknya, mungkin pembaca yang lain bisa membantu saya menjawab 10 soal darr sdr Dwiyanto di atas berdasar buku “Alexander adalah Zulqarnain”.
please help full…..

Assalamu ‘alaikum wr. wb.

Kepada sdr. Amir,

Dan saya juga mengharap komentar saudara-saudara Muslimin lainnya agar lebih obyektif…

Terima kasih atas jawaban anda, saya akan menunggunya dengan sabar….. atau kalau buku itu ada dijual disini biar saya cari dan saya baca sendiri dan nantinya akan saya komentari…..(tidak usah repot-repot).
Mohon maaf sebelumnya, dalam kesempatan ini saya hanya ingin bertanya dan berkomentar sedikit :

– Mengapa anda menganggap buku itu sebagai acuan utama ? apalagi didasarkan pada para penulis Yunani dan Romawi yang sudah dapat dipastikan tidak akan obyektif, artinya sudah pasti mereka membangga-banggakan kaumnya terutama Yunani yang masih merupakan “saudara dekat” bangsanya Alexander the Great yaitu Macedonia !! Harap dipikirkan bahwasanya pendapat akhir kita, apalagi dalam pembahasan sejarah harus merupakan rangkuman dari berbagai sumber (buku) dan tidak hanya satu saja !!
Cobalah memakai logika akal sehat kita ! jangan kita fanatik terhadap suatu buku.
– Sejarah telah membuktikan bahwa bangsa Yunani dan Romawi adalah pendukung utama konsep agama penyembah para dewa (musyrik berat) !!, hingga kini pemikiran tsb. masih digunakan para orang-orang Eropa dan bahkan setelah mereka dikuasai kaum Muslimin yaitu pada saat Kekaisaran Romawi dilumpuhkan Khilafah Islam (634-646 M) di Timur tengah, kemudian ditaklukkan oleh Kesulthanan Utsmaniyah Turki pada tahun 1453 M dan wilayah Yunani dibawah pemerintahan Islam lebih dari 4 abadpun mereka tetap saja kafir !!! Saya pernah mendengar bahwasanya Athena (ibukota Yunani) adalah satu-satunya ibukota Eropa yang tidak ada dan boleh dibangun Masjid ! Na’udzu billah min dzalik !!
– Bukankah sebagai umat Islam kita harus lebih mengutamakan sumber-sumber buku yang berasal dari para pengarang Muslim sendiri, apa ada juga ?
– Jadikanlah Kitab suci Al Quran, dalam hal ini Asbabun nuzulnya dan juga Hadits !
sebagai dasar seluruh pembahasan apapun !

* Saya sarankan anda menjawab 1 soal sajalah dulu, yaitu Asbabun nuzulnya…..
Kalau “masuk akal”, barulah kita bisa membahas 9 soal lainnya atau lebih !

Semoga Allah swt. memberikan petunjuk yang benar dan lurus kepada kita…..

Sekian dulu, wassalam,

Abu Ahmad Dwiyanto

Kepada sdrku Dwiyanto:
salam kepada semua yang mendapat petunjuk. Terimakasih.

saya quote pendapat anda (Dwiyanto):
“- Mengapa anda menganggap buku itu sebagai acuan utama ? apalagi didasarkan pada para penulis Yunani dan Romawi yang sudah dapat dipastikan tidak akan obyektif, artinya sudah pasti mereka membangga-banggakan kaumnya terutama Yunani yang masih merupakan “saudara dekat” bangsanya Alexander the Great yaitu Macedonia !! Harap dipikirkan bahwasanya pendapat akhir kita, apalagi dalam pembahasan sejarah harus merupakan rangkuman dari berbagai sumber (buku) dan tidak hanya satu saja !! Cobalah memakai logika akal sehat kita ! jangan kita fanatik terhadap suatu buku.”

Jawaban saya (Amir):
Justru saya tidak fanatik pada satu buku saja. Dalam buku “Alexander adalah Zulqarnain” itu referensi rujukannya terdiri dari 123 sumber, terdiri dari 9 kitab tafsir (tafsir Thobari, Qurtubi, Ibnu Katzier, Jalalin, Maraghi, Fii Zilalil Qur’an sayyid Quthb, Al Azhar Hamka, Utsaimin, Al Misbah-Quraish Shihab); 5 kitab kisah alexander karya penulis yunani-roman kuno (diodorus, arrian, quintus, plutarc, josephus); 6 peta rute perjalanan alexander; serta buku teks lainnya, ensiclopedia (tidak termasuk wikipedia, krn wikipedia tdk dapat dijadikan sumber rujukan ilmiah), kamus bahasa2 dunia, serta sumber jurnal. dan juga penulis memakai metode ilmiah, yaitu analisis content (matan) dan sanad, serta sinkronik diakronik, jadi tidak asal menulis seperti penulis kebanyakan.
jadi justru anda yang terlalu fanatik pada figur cyrus, dan tidak mau membaca sumber-sumber buku terbaru. Saya dahalu juga mencalonkan cyrus sbg zulqarnain, tetapi stlh membaca buku karya Muhammad Alexander (wisnu Sasongko) itu, maka pikiran saya ttg zulqarnain berubah 180 derajat, shg percaya bahawa alexander the great itu zulqarnain qur’anik kita.

Anda ssdr Dwiyanto berpendapat, quote:
“Sejarah telah membuktikan bahwa bangsa Yunani dan Romawi adalah pendukung utama konsep agama penyembah para dewa (musyrik berat) !!, hingga kini pemikiran tsb. masih digunakan para orang-orang Eropa dan bahkan setelah mereka dikuasai kaum Muslimin yaitu pada saat Kekaisaran Romawi dilumpuhkan Khilafah Islam (634-646 M) di Timur tengah, kemudian ditaklukkan oleh Kesulthanan Utsmaniyah Turki pada tahun 1453 M dan wilayah Yunani dibawah pemerintahan Islam lebih dari 4 abadpun mereka tetap saja kafir !!! Saya pernah mendengar bahwasanya Athena (ibukota Yunani) adalah satu-satunya ibukota Eropa yang tidak ada dan boleh dibangun Masjid ! Na’udzu billah min dzalik !!”

Jawaban saya (Amir):
saya sepakat dengan anda mengenai hal ini. bhw penulis yunani romawi itu beragama pagan dewa-dewa. dari sini seharusnya anda juga berfikir “sangat mungkin kekafiran penulis yunani roman itulah yg menyebabkan pribadi alexander juga diarahkan pda kekafiran”. Justru buku Alexander adalah Zulqarnain, menyebutkan bahwa akibat paganisme/kekafiran yang kental atas dewa-dewa berhala para penulis yunani roman itulah yang menyebabkan kisah alexander didistorsi/diselewengkan/dibelokkan oleh para penulis yunani-roman, terutama ttg agama alexander. alexander ditulis mereka dengan gambaran sbg putra dewa zeus, dionius dll. Wisnu sasongko berjaya mematahkan anggapan yg distorsi ini dalam bukunya bab 2: “Alexander the Great dalam Teks Yunani-Roman Kuno: Nama Alexander dicemarkan” (dianggap sbg dewa dan anak dewa, hlm.35-64; jadi alexander sbg anak dewa bukan adalah pendapat para penulis pagan/kafir itu, dan bukan pendapat alexander sendiri. inilah seharusnya yg kita cermati, jgn menelan semua pendapat penulis yunani roman. menurut wisnu sasongko, fenomena alexander sbg anak dewa, bisa diQiaskan dng kisah Nabi ISa as / Yesus yg tlh dianggap sebagai anak tuhan oleh para penulis yunani-roman, sementara itu Nabi Isa as sendiri tidak pernah mengatakan dirinya sbg anak tuhan. Inilah shrusnya yg kita fikirkan. Penulis wisnu sasongko itu dlm bab awal bukunya membuat puisi khasnya:
berjudul “ISA ISKANDAR”

Ada dua ruh mukmin yang sedih hatI
kecewa dan menangiS
karena mereka disembah ‘umat’-nyA

Dia adalah Isa al-Masih nabI
dan Raja Iskandar murid AristotleS
Ketika orang-orang jahil berteriaK
bernyanyi dan memuja-mujA
Tibalah waktunya turun Qur’aN
kepada insan kamil MuhammaD
membersihkan nama mereka berduA
Isa dengan namanya, Iskandar dengan gelaR

Oleh: Muhammad Alexander (wisnu sasongko)
(baca huruf akhir dari setiap bait itu, terbentuk tulisan “ISA ISKANDAR)

anda sdr dwiyanto berpendapat, quote:
“Bukankah sebagai umat Islam kita harus lebih mengutamakan sumber-sumber buku yang berasal dari para pengarang Muslim sendiri, apa ada juga ?”

Saya (amir) menjwb:
jadi para penulis pagan yunani-romawi itulah yg menganggap alexander sbg dewa, anak dewa. kesalahan ini dibawa hingga hari ini oleh penulis barat modern, alexander dianggap sbg putra tuhan “son of gods” dll. bahkan para sarjana/pengarang muslim kita juga terikut-ikut teori ini dengan menelan mentah-mentah/bulat-bulat pendapat “alexander sbg putra dewa”, tanpa mau meneliti content dan sanad buku-buku sejrah karya penulis pagan itu. Padahal, Alexander sndiri tidak pernah mengatakan dirinya sbg dewa maupun putra dewa.
dalam buku “Alexander adalah Zulqarnain” (hlm.51-52) disbutkan bukti bahwa alexander tidak mau dianggap sbg dewa/tuhan:
Plutarch (120 M) dalam tulisannya menyebutkan suatu peristiwa tentang datangnya suara petir yang sangat dahsyat/keras, kemudian seseorang yang bernama Anaxarchus seorang Sophist berkata kepada Alexander: ”bukankah engkau putra Zeus, suara petir itu saksinya”. Mendengar hal ini, Alexander segera menjawab, ”bukan, Aku bukan seperti yang kaukatakan. Aku tidak ingin menjadi sesuatu (dewa/tuhan) yang ditakuti oleh teman-temanku.” Berikut seperti yang disebutkan Plutarch:
“Suatu kali juga, di sana datang suatu gemuruh/ suara keras dari petir, dan semua ketakutan pada suara itu; lalu sesudah itu Anaxarchus seorang sophist yang kemudian mengatakan kepada Alexander: “benarkah engkau, putra dari Zeus, guntur (suara petir) membuktikan hal itu?” atas hal ini, Alexander tertawa dan berkata: “Tidak, aku tidak ingin menyebabkan ketakutan di dalam para temanku, …” (Plutarch 28.4)

Ini semua menunjukkan betapa kuatnya pengaruh monoteisme yang diajarkan oleh Aristoteles kepada Alexander dan juga kepada Philips. Inilah yang kemudian menimbulkan konflik internal di kalangan teman dekat Alexander, misalnya pada kasus Alexander yang membunuh Clitus teman dekatnya sendiri dengan menggunakan tombak/lembing pada suatu pesta di Asia Tengah. Pembunuhan ini terjadi karena Clitus memaksa Alexander agar merayakan pemujaan kepada dewa kemabukan yang disebut Dionysus (Bacchus), yaitu dewa Anggur bangsa pagan Yunani. Ini menjadikan Alexander marah dan langsung membunuh Clitus (baca bab 13).”

Saudara Amir, saya kutip kalimat anda:

“Suatu kali juga, di sana datang suatu gemuruh/ suara keras dari petir, dan semua ketakutan pada suara itu; lalu sesudah itu Anaxarchus seorang sophist yang kemudian mengatakan kepada Alexander: “benarkah engkau, putra dari Zeus, guntur (suara petir) membuktikan hal itu?” atas hal ini, Alexander tertawa dan berkata: “Tidak, aku tidak ingin menyebabkan ketakutan di dalam para temanku, …” (Plutarch 28.4)

Apakah anda sudah membaca text translasi bahasa inggrisnya?

“And another time, when it thundered so much that everybody was afraid, and Anaxarchus, the sophist, asked him if he who was Jupiter’s son could do anything like this, “Nay,” said Alexander, laughing, “I have no desire to be formidable to my friends, as you would have me, who despised my table for being furnished with fish, and not with the heads of governors of provinces.”

“Dan dilain waktu, ketika sebuah guntur membuat semua orang takut, dan Anaxarchus, seorang sofis, bertanya kepadanya apakah dia putra Jupiter yang melakukan hal seperti ini, “bukan,” kata Alexander, sambil tertawa, “Aku tidak punya keinginan untuk (membuat sesuatu) yang dahsyat/hebat (guntur) untuk (dibenci) teman-temanku, seperti kamu buat padaku, yang membenci mejaku karena dilengkapi dengan ikan, bukan dengan kepala-kepala gubernur propinsi.”

dalam hal ini Alexander tidak menyangkal dikatakan “JUPITER’S SON” melainkan dia menyangkal kalau dituduh membuat guntur.yang bisa menakuti teman-temannya.

Tidak terbukti bahwa ALAXANDER adalah RAJA MONOTHEIST.

hal ini juga yang saya sampaikan pada Sdr. Halim yang fanatik thd buku Alexander Wisnu Sasongko di

http://yanrizal.com/?p=88#comment-862

Semoga moderator mempublikasikan komentar saya ini agar terkuak kebenaran dan tidak merebak fanatisme terhadap sesuatu yang menyesatkan umat Islam yang kita cintai.

To sdrku Yan:
Trimakasi atas pendapat anda. smoga kita semua mendapatkan kebenaran dalam diskusi yang menarik ini, shg rahasia besar Qur’an mengenai siapakah pribadi Zulqarnain qur’anik dapat kita ketahui di zaman kita ini dengan cara yang sangat ilmiah.

pertama, saya sngat menyayangkan komentar anda yng mengatakan bahwa dalam pembicaraan ini orang2 yang percaya bahwa Alexander adalah Dzulqarnain sbg orang fanatik dan menyesatkan umat. anda sering terlalu berlebihan dlm menilai sesuatu.
jika saya buka web site anda di atas

http://yanrizal.com/?p=88#comment-862

yg bertajuk “Cyrus the Great” maka orang lain bisa saja menggangap anda juga fanatik buta terhadap Cyrus the great sbg Dzulqarnain. tapi saya tdk akan menganggap anda fanatik, justru saya beranggapan bahwa ini semua hanya usaha/amal sholeh dalam mengkaji siapa figur Dzulqarnain dlm Qur’an surat al Kahfi. dan saya yakin dalam berbagai diskusi ini, Insya Allah kita akan menemukan satu titik temu siapakah tokoh terkenal Dzulqarnain itu. dimana sampai hari ini sudah ada beberapa kandidat Dzulqarnain, yaitu: Akhenaton raja Mesir (pendapt dari buku syeh Hamdi dr Arab); kemudian juga Cyrus the great (pendapat maulana Kalam Azad dari India, teori ini dianut oleh bangsa Iran, pakistan, india), kemudian juga Alexander the Great (pendapat tafsir jalalain, Ibnu Hisyam dalam Sirah nabawiyah, dll), bahkan ada juga yang berpendapat Raja china shHuang ti yang mmebina tembok besar china itu adalah Dzuqarnain.
anda boleh saja tetap berpendapt Cyrur dan menolak Alexander. Saya juga boleh saje berpendapta Alexander itu Zulqarnain Qur’anik.

Kedua, mengeni teks dari anda, quote:
“And another time, when it thundered so much that everybody was afraid, and Anaxarchus, the sophist, asked him if he who was Jupiter’s son could do anything like this, “Nay,” said Alexander, laughing, “I have no desire to be formidable to my friends, as you would have me, who despised my table for being furnished with fish, and not with the heads of governors of provinces.”

“Dan dilain waktu, ketika sebuah guntur membuat semua orang takut, dan Anaxarchus, seorang sofis, bertanya kepadanya (kpd Alexander) apakah dia (Alexander) putra Jupiter yang melakukan hal seperti ini, “bukan,” kata Alexander, sambil tertawa, “Aku tidak punya keinginan untuk (membuat sesuatu) yang dahsyat/hebat (guntur) untuk (dibenci) teman-temanku, seperti kamu buat padaku, yang membenci mejaku karena dilengkapi dengan ikan, bukan dengan kepala-kepala gubernur propinsi.”

(sebenarnya byk terjemahan teks inggris yg berbeda-beda ttg teks plutarch di atas, salah satunya adalah yang anda sebut itu)
saya berpendapat bahwa jawaban alexander “bukan” dalam konteks menolak dirinya disebut sebagai putra dewa Yupiter. Dia Alexander hanya ingin menjadi seorang yang dekat dgn teman-temannya, tidak ingin di dewakan shg terkesan menakutkan, shg teman-temannya menjauh (sungkan) dengan dia utk berhubungan. si Anaxarchus ini adalah sophist yg paganis, yg ingin mendewakan alexander, sgbman kebanyakan sophis dan penulis sejarah yunani romawi yg pagan/kafir itu.
jadi pendapat anda di atas tidak sesuai konteksnya.

To Yan Rizal:
Saya tidak fanatik pada siapapun figur Zulqarnain,hanya saya percaya secara ilmiah bahwa Zulqarnain Qurani adalah raja Alexander the Great. Ini setlah saya membaca buku berjudul “ALEXANDER ADALAH ZULQARNAIN” itu.
Kebetulan saya lebih dahulu membaca buku ini daripada anda, jadi saya lebih percaya isi buku ini. sebelumnya saya juga banyak baca buku berkaitan dgn Zulqarnain. tetapi tdk seilmiah buku ini.
Seandainya anda sodara Yan Rizal sdh membaca buku karya Muhammad Alexander @ Wisnu Sasongko ini, maka sangat mungkin anda akan terhenyak dan malu sendiri dengan pendapat anda selama ini yang bersikukuh Zulqarnain adlh Cyrus the Great.

Sdr Amir & Sdr Halim

Fanatisme adalah keyakinan atau perilaku yang berlebihan yang melibatkan semangat tidak kritis, sedangkan Seorang fanatik adalah orang yang tidak bisa berubah pikiran dan tidak akan mengubah subjek” (Winston Churchill).

Menurut Sdr. Amir: “jika saya buka web site anda di atas

http://yanrizal.com/?p=88#comment-862

yg bertajuk “Cyrus the Great” maka orang lain bisa saja menggangap anda juga fanatik buta terhadap Cyrus the great sbg Dzulqarnain”

Coba anda baca lagi akhir posting saya tersebut: “Cyrus adalah salah seorang raja di dunia yang memenuhi syarat untuk dianggap sebagai Dzulqarnayn yang disebutkan di dalam kitab suci Al Qur’an Surah Al Kahfi ayat 83-98.” apakah saya menyatakan “satu-satunya raja” dan “yakin” bahwa Cyrus adalah Dzulqarnayn?

APAKAH ANDA SUDAH MEMBACA BUKU KARYA PLUTARCH TERSEBUT??? BACALAH SAUDARAKU!!! HANYA ORANG BODOH YANG MENCARI FAKTA KETAUHIDAN ALEXANDER DARI BUKU KARYA PLUTARCH ATAU FLAVIUS JOSEPHUS

APAKAH DALAM KONTEKS INI ALEXANDER WISNU SASONGO MENCANTUMKAN TEXT ASLI BAHASA LATIN ATAU INGGRIS DALAM PENGGALAN KALIMAT LENGKAP DALAM BUKUNYA TERSEBUT??? KALAU TIDAK TAPI ANDA MEMPERCAYAINYA APAKAH ITU BUKAN BUKTI FANATISME???

Sdr. Amir, saya pernah membeli buku karya Alexander Wisnu Sasongko yang anda sarankan ““JEJAK YAKJUJ & MAKJUJ (GOG MAGOG) DLM INSKRIPSI YAHUDI” dan saya sudah sampaikan kepada anda “langkah sangat merugi jika kita membeli sebuah buku dan membacanya malah menjauhkan kita dari kejelasan dan kebenaran yang sesungguhnya dan malahan membuat kita terjebak kedalam sebuah topik perdebatan yang malah menjauhkan kita dari Qur’an dan Hadist.” SAYA TIDAK AKAN MENGULANGI KERUGIAN UNTUK YANG KEDUA KALINYA.

Percayalah saudara-saudaraku, saya dalam hal ini berusaha untuk netral, tidak ada keuntungan dan kerugian bagi saya apakah kalian menerima penemuan saya atau tidak, karena SAYA TIDAK MENDAPATKAN UANG ROYALTI dari apa yang saya tulis SEPERTI YANG DIDAPAT OLEH ALEXANDER WISNU SASONGKO dari setiap buku yang kalian beli.

Sdr. Halim Saya masih ingat ayat suci Al Qur’an yang anda kutip: “Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.” (Al Qur’an surat Al Hujuraat 49:16)

Tambahan, saya juga pernah sampaikan kepada Sdr. Halim di http://yanrizal.com/?p=88#comment-859 :

“Ketiga, Apakah anda pernah membaca buku “The Antiquities of the Jews” karya Flavius Josephus yang menjadi rujukan Alexander Wisnu Sasongko? kalau belum sebaiknya anda cari dan bacalah lalu resapi dengan pikiran dan hati yang netral, bacalah terutama Book XI (masa Cyrus sampai kematian Alexander The Great) disana anda akan menemui hubungan spiritual dan relijius yang mesra antara Cyrus & Darius dengan nabi-nabi serta “Tuhan Bani Israil” yang TIDAK akan anda temukan pada diri Alexander The Great.”

To Yan Rizal:

jadi apakah saya fanatik? berdasar difinisi fanatiknya Winston Churchill ini?
“Fanatisme adalah keyakinan atau perilaku yang berlebihan yang melibatkan semangat tidak kritis, sedangkan Seorang fanatik adalah orang yang tidak bisa berubah pikiran dan tidak akan mengubah subjek” (Winston Churchill).

justru anda yang fanatik, krn ada pengetahuan yang baru dan ilmiah mengenai siapa Yakjuj Makjuj itu serta Zulqarnain, malah anda setelah membaca buku Yakjuj Makjuj itu anda mengatakan “merugi”. ini yang salah bukunya ato kecerdasan cara anda membacanya?
apalagi anda dalam berbagai komentar selalu terkesan mudah panas dan emosi, ini ditandai dengan tanda baca !!!! dan ???
apakah ini bukan fanatisme?
cobalah bersikap dingin, ambil air wudlu, shalat dua rakaat agar hati tenang, kemudian mari kita lanjutkan diskusi ilmiah ini. semgo Allah memberi petunjuk kepada kita mengenai siapakah Zulqarnain itu, apakah cyrus ato Alexander.

Ya saudaraku, anda tidak bisa membuka mata, hati dan pikiran anda?

Saya sudah lama (sejak SD) meyakini Alexander sebagai Iskandar atau Zulqarnayn, tapi akhirnya saya sadari bahwa itu kesalahan ahli tafsir muslim yang pengetahuannya terbatas, sekarang ada orang yang anda anggap “ilmiah” dan menunjukan MONOTHEISME ALEXANDER dari buku-buku Plutarch (dengan translasi yang semaunya).

Saya harap, jangan kacaukan topik diskusi dengan tuduhan yang macam-macam, KLARIFIKASI DAN JAWAB SAJA PERTANYAANNYA! saya memang memberi penegasan dan penekanan dengan HURUF BESAR DAN TANDA SERU tapi bukan berarti saya dalam keadaan fanatis, jumud dan stagnant, melainkan saya kasihan kepada anda.

Saya belum meyakini Cyrus The Great sebagai Dzulqarnayn karena belum ada bukti ucapan Cyrus bahwa dia penganut agama Tauhid seperti halnya Darius dalam batu tulisnya, meskipun dalam Bible dan buku The Antiquities of the Jews (Flavius Julius) jelas jelas dikatakan bahwa Cyrus adalah raja yang yang sudah diramalkan oleh nabi Isaiah sebagai “Gembala yang diurapi oleh Tuhan Bani Israil”, apalagi untuk mempercayai Alexander The Great yang jelas-jelas pagan dan tidak ada istimewanya dalam kitab agama tauhid.

Apakah anda sudah membaca buku-buku Plutarch? ada 3 judul yang terkenal “Plutarch’s Live, Plutarch’s Morals dan The Age of Alexander by Plutarch.

Tahukah anda bahwa Alexander The Great adalah orang Yunani pertama yang memerintahkan semua pasukanya untuk mencukur janggut?

“Alexander gave command to his captains that all the beards of the Macedonians should be shaved” (Plutarch – Plutarch’s Lives)

rujukan lain menunjukan bahwa Alexander The Great adalah orang yang paling bertanggung jawab atas trend laki-laki bercukur janggut (shave the face) http://www.quikshave.com/timeline.htm (lihat periode 500-400 BC

Tahukah anda bahwa memelihara janggut adalah fitrah Islamiyah yang diamalkan oleh semua nabi-nabi, rasul-rasul a.s, para sahabat dan orang-orang yang shaleh?

“Janganlah kamu menyerupai orang-orang Musyrikin, peliharalah janggut kamu.” (HR al-Bukhari dan Muslim)

Tahukah anda bahwa Alexander The Great setelah menaklukan Mesir pada tahun 331 SM dan mengunjungi peramal untuk membaca arti mimpinya tentang kota Alexandria kemudian dia mengunjungi kuil dewa Ammon (Jupiter) di Oasis Siwa dan bertanya pada oracle (pendeta kuil pagan yang bisa meramal atas petunjuk dewa) apakah dia bisa menaklukan dunia, dan oracle tersebut menjawab ya, kemudian Alexander The Great bergerak dan menaklukan negeri-negeri dari Mesir hingga ke India?

“After Tyre and Gaza had been taken, Alexander went into Egypt. He founded the city of Alexandria [331 B.C.] at the mouth of the Nile, pursuant to a dream he had. His fortune-tellers predicted that Alexandria would become a great city that would feed many strangers, and so it came to pass.

Then Alexander decided to take a long journey to an oasis in the middle of a vast desert, to visit the temple of the god Ammon. At the temple of Ammon, Alexander asked the oracle whether he would be allowed to conquer the world, and the oracle said yes” (Plutarch – Alexander)

Tahukah anda jika seorang muslim mendatangi peramal dan percaya kepada ucapannya maka dia telah kufur terhadap apa yang diturunkan Allah kepada rasul-Nya?

“Barangsiapa mendatangi dukun peramal dan percaya kepada ucapannya maka dia telah mengkufuri apa yang diturunkan Allah kepada Muhammad SAW.” (HR Abu Dawud).

Tahukah anda bahwa Alexander lebih menyukai mejanya dihiasi oleh kepala-kepala gubernur provinsi daripada ikan yang diberikan oleh temannya?

“And another time, when it thundered so much that everybody was afraid, and Anaxarchus, the sophist, asked him if he who was Jupiter’s son could do anything like this, “Nay,” said Alexander, laughing, “I have no desire to be formidable to my friends, as you would have me, who despised my table for being furnished with fish, and not with the heads of governors of provinces.” (Plutarch – Plutarch’s Lives)

Apakah Alexander yang seperti itu yang anda yakini sebagai sosok Dzulqarnayn Qur’ani?

Sebaiknya anda belajar bahasa Inggris lebih baik lagi, agar bisa membuka mata, hati dan pikiran anda.

Asslamu ‘alaikum wr.wb.,

Kepada seluruh rekan-rekan kaum Muslimin……

Sepertinya perdebatan ini semakin “panas” saja, saya ingin mengingatkan bahwa tujuan kita adalah mencari yang Benar (Al Haqq), jadi saya berharap jangan sampai ada yang berkata-kata agak kasar……marilah kita beradu argumentasi secara “dingin” !!

Saya perhatikan pertanyaan-pertanyaan saya yang sangat mendasar belum pula dijawab secara rasional atau logis.
Dari tanggapan saudara-saudara diatas tampaklah kecenderungan untuk “fanatik” terhadap pendapat masing-masing !!
Saya pribadi tidak pernah fanatik terhadap sesuatu, kecuali terhadap Kebenaran (Al Haqq) yaitu ISLAM, agama yang awal (Adam As.), tengah (Ibrahim, Musa As.) dan akhir (MUHAMMAD Saw.). Saya pun tidak pernah menunjuk seseorang diantara anda fanatik, karena (perhatikanlah) hanya menggunakan kata “kita” yang artinya jangan sampai ada diantara kita yang fanatik !!
Saya menyimpulkan pendapat (99% yaqin sebagai manusia, kalau “boleh” 100% bahkan lebih) bahwasanya Dzulqarnayn itu Kuresh (Cyrus / Quraisy) the Great (Al Kabir / E Bozorg) berdasarkan bukti-bukti yang menurut saya tak terbantahkan !! dan jauh dari kefanatikan (na’udzubillah min dzalik).

Mari kita batasi sajalah pembahasan ini ke materi yang paling mendasar saja,
1. Saya sudah menjelaskan Asbabun-nuzul Surah Al Kahfi 83 dst. tsb. Coba jelaskan diantara anda yang tidak berpendapat sama, misalnya raja Alexander Macedonia…..bagaimana mungkin sampai beliau dipuja-puja oleh orang Yahudi menjadi setingkat nabi (messiah) ! padahal beliau dan para panglimanya [Seleucus dengan dinasti Seleucidnya (tahun 312-64 SM) ] selalu menindasnya !
2. Misalnya lagi, bagaimana Alexander dapat dijuluki Dzulqarnayn atau “ orang yang mempunyai dua tanduk atau kekuasaan” padahal beliau tidak menyatukan 2 kerajaan seperti halnya raja Persia Kuresh yang sudah jelas-jelas dinyatakan dalam Kitab Nabi Daniel bahwa “domba yang mempunyai dua tanduk” (dalam mimpi) adalah “Raja Persia” !!
3. Misalnya lagi, bagaimana Alexander sebagai “orang dari barat” bergerak menaklukkan “barat” ? (logikanya?) padahal kenyataan sejarah menunjukkan beliau menaklukkan kearah “timur” saja dan itupun sudah pula ditaklukkan oleh raja Persia Kuresh (Cyrus) the Great 2 abad sebelumya, dan para pakar sejarah dunia menyatakan bahwa Cyrus the Great adalah yang pertama kali menaklukkan wilayah barat sampai timur seluas itu !! Bagaimana seorang peniru “plagiat” bisa melebihi yang ditirunya !!
4. Misalnya lagi, dimana Alexander membangun tembok besi – tembaga seperti yang telah dibangun Kuresh di pegunungan Kaukasus (buktinya ada hingga kini) !! Apa ada buktinya ?? Apakah bisa bangsa Macedonia yang Teknologinya tidak setinggi saudaranya Yunani apalagi Persia mampu membangun tembok seperti itu ?? Belum lagi bagaimana caranya mensuplai biji besi (ore) dan tembaganya seperti halnya bangsa Persia yang telah mempunyai banyak sumber tambang besi saat itu didekat peg. Kaukasus !! Kenyataan sejarah membuktikan bahwa bangsa Yunani dan Macedonia baru bisa maju setelah mendapatkan Ilmu pengetahuan dan Teknologi dari bangsa Persia !!
5. Misalnya lagi, bagaimana seorang raja Alexander dari “ujung dunia” yang berperadaban tidak setinggi timur tengah (tanah para nabi) bisa diangkat kisahnya kedalam Al Quran padahal bangsa Persia letaknya bertetangga dengan tanah-tanah suci lebih berhak dan Rasulullahpun menyatakan keutamaannya !! Apalagi semua pakar sejarah dan ulama mengetahui beliau adalah seorang penyembah Dewa-dewa (Musyrik berat), padahal raja Persia Kuresh saat itu telah mendapat ilmu dari Nabi Zaratushtra (Zoroaster) yang terbukti meng-Esakan Tuhan (Muslim)……

Silahkan rangkaian pertanyaan diatas saja yang dibahas, tidak perlu lainnya yang tidak mendasar !! Semoga Allah Swt. memberi petunjuk kepada Kebenaran (Al Haqq)……

Saya mohon diri sementara, ingin berrekreasi bersama keluarga keluar kota dulu….

Wassalam,
Abu Ahmad

Saya Punya Pendapat sendiri mengenai Dzulkarnaen,
saya ingin bertanya dahulu
1.Mas Dwiyanto P apakah anda seorang Syi’ah?

saya berpendapat bahwa Dzulkarnaen adalah manusia yang terpilih sebagai raja namun pendapat saya mengatakan Dzulkarnaen itu tidak terdaftar dalam sejarah dan literatur dunia,tapi ada dalam literatur Islam(Al-Quran),karena saya cukup skeptis dengan data sejarah yang berkaitan dengan non muslim bukan karena saya radikal,tapi memang banyak sejarah yang dibengkokan oleh kaum2 musuh Islam,apakah anda yakin dengan tulis2an jaman dahulu yg dibaca oleh para ahli?kemudian saya juga tidak percaya dengan penahunan SM karena apakah sebelum masehi itu 1 tahunnya 365hari,lalu 1 bulan 30 hari dan 1 tahun 12bulan??jadi kalo menebak tahun itu adalah hal yang mengada2….itu bisa aja hal yang berkaitan rekayasa belaka…kemudian saya juga mengoreksi sedikit tulisan diatas The Great Wall of China tidak dibangun dalam waktu 10tahun,tapi10 abad….itu saja,sekian dan terima kasih

Sdr. Dwyanto

Saya kutip pernyataan akhir anda:

Silahkan rangkaian pertanyaan diatas saja yang dibahas, tidak perlu lainnya yang tidak mendasar !! Semoga Allah Swt. memberi petunjuk kepada Kebenaran (Al Haqq)……

Saya tidak setuju jika anda mengatakan pembahasan diatas tidak mendasar, SYARAT PRIMER Dzulqarnayn Qur’ani adalah HARUS MONOTHEIST, setelah itu kita bisa membahas yang lain-lainnya.

Kita hanya membuang-buang waktu dan energi membahas kesana-kemari tentang Alexander/Iskandar sebagai Dzulqarnayn jika SYARAT PRIMER tersebut tidak terpenuhi.

Serangkaian pertanyaan yang saya sampaikan kepada Sdr. Amir & Sdr. Halim adalah SYARAT PRIMER tentang BUKTI KETAUHIDAN ALEZANDER.

Jika tidak ada penjelasan yang valid tentang KETAUHIDAN ALEXANDER maka anggapan ALEXANDER THE GREAT sebagai DZULQARNAYN menjadi GUGUR dengan sendirinya dan tidak perlu dibahas lebih jauh lagi.

Hoi sdarku Dwiyanto, kenapa lama tak muncul.
selamat rihlah bersama keluarga, smoga bertambah iman tetang kebesaran Allah dengan cara melihat langsung keindahan alam yang diciptakan oleh Allah SWT. smoga slamat sampai ditujuan dan selamat sampai kembali ke rumah. jagn lupa oleh2nya ya…

kpada sadarku Yan Rizal:
anda mengatakan bahwa alexander memerntahkan pasukannya utk mencukur janggut/jenggot. dan anda bependapat scr tersirat bahwa ini menyalahi sunnah nabi-nabi.

jawaban saya:
mencukur jenggot itu tidak ada hbungannya dengan keimanannya alexander. apalagi ini dalam kondisi darurat perang. bisa saja itu salah satu strategi perang agar tentara lebih leluasa memakai helm/topi besi dan pakaiana perang. dan perlu anda ketahui bahwa alexander membebaskan negeri-negeri barat (mesir) dan timur (arachosia) dgn melintasi gurun pasir dsbgnya, kekurangan air, lama tidak mandi, maka mungkin menurut alexander dlm kondisi darurat itu, dengan mencukur janggut maka tentaranya akan lebih sehat dan bersih. (catat: dalam kondisi darurat perang).

Sdr. Amir,

Saya kutip pernyataan anda: “mencukur jenggot itu tidak ada hbungannya dengan keimanannya alexander”

Banyak Nabi & Rasul mengalami peperangan, juga Rasulullah SAW serta para sahabat r.a, para khalifah dan sultan kerajaan Islam termasuk kesultanan di Nusantara sampai abad 17 M mengalami banyak peperangan dengan orang-orang kafir, mereka tetap memelihara janggut karena itu merupakan fitrah Islamiyah.

Pernyataan anda tersebut sangat bertentangan dengan sunnah Rasulullah SAW melalui perawi shahih Bukhari dan Muslim, dan saya nilai pendapat ini sudah tidak Islami.

benar, kadang-kadang sdr Yan Rizal justru kurang kritis dan teliti serta tdk pada konteksnya. bagaimana menghukumi seseorang dengan hukum yang belum diturunkan pada masa kehidupannya?

keputusan memotong janggut itu mungkin dalam konteks kesehatan krn pasukan alexender itu sedang berperang membebaskan barat dan timur. mungkin dalam konteks kesehatan kulit mereka yang penuh panu (jamur kulit)/gatal-gatal kulit ato kutu dalam rambut pasukan mereka, atau bau yang busuk menyengat pada rambut janggut itu krn perjalanan panjang menembus gurun pasir. maka demi alasan kesehatan pasukannya, maka alexander memerintahkan utk mencukur janggut mereka.
Nabi Muhammad saw jg pernah menganjurkan jika terkena penyakit pada kepala maka hendaknya rambut kepala dicukur.
begitu juga jika sakit (penuh kutu, panu di leher dengan janggut) maka boleh juga rambut janggut itu dicukur.
smua ini tidak mengurangi keimanan alexander.
apakah jika hari ini seorang muslim mencukur jenggot mereka maka mereka kafir?

hahaha, anda ini lucu sekali saudaraku, saya menulis ini sambil tertawa terpingkal-pingkal kalau alasannya hanya perang yang luas dari Mesir sampai India, hal yang sama juga dilakukan oleh Cyrus The Great dan Darius The Great dengan cakupan wilayah yang hampir sama.

Jika alasannya penyakit kulit seperti pernyataan anda:

“Nabi Muhammad saw jg pernah menganjurkan jika terkena penyakit pada kepala maka hendaknya rambut kepala dicukur.
begitu juga jika sakit (penuh kutu, panu di leher dengan janggut) maka boleh juga rambut janggut itu dicukur.
smua ini tidak mengurangi keimanan alexander.” (Halim)

Apakah alexander dan semua pasukannya terkena penyakit kulit di sekitar janggut?

Tentang menghukumi seseorang dengan hukum yang belum diturunkan pada masa kehidupannya?

Ini tentang sunnah saudaraku, sunah sejak Nabi Adam AS sampai Rasulullah Muhammad SAW.

Istighfar saudaraku, anda sangat meyakini sekali hadist yang lemah tentang Alexander, tetapi dengan gampang menyangkal hadist yang shahih untuk membela Alexander, apakah anda sadar resiko yang akan anda hadapi di dunia dan di akhirat?

sperti juga larangan Rasulullah mengenai larangan bagi lelaki utk memakai pakaian berbahan sutera. tetapi suatu kali sahabat nabi yang bernama Usman bin Affan ra memakai sutera krn alasan sakit. berdasarkan hal itu nabi membolehkannya.
maka menurut hemat saya jika alexander memerintahkan mencukur jenggot kepada pasukannya dalam kondisi daruta perang dan alasan lainnya yang masuk akal, maka boleh saja.

alasan lain yang masuk akal seperti apa saudaraku?

saya sudah balas statement anda di atas, kenapa anda tidak bisa menerima hadist yang SHAHIH jika itu bisa menggugurkan bukti ketauhidan Alexander? tetapi anda bisa dengan mudah menerima hadist yang DHAIF jika bisa mendukung Alexander sebagai Zulqarnayn?

apakah jika hari ini seorang muslim mencukur jenggot mereka maka mereka kafir? (halim)

pertanyaan anda sudah ada yang membahasnya secara lengkap di blog lembaga kajian islam intensif:

http://www.elkisi.com/2010/06/hukum-memelihara-jenggot.html

Setelah anda membacanya silakan anda jawab sendiri saja pertanyaan anda tersebut.

sememangnya jika diteliti jauh sekali alexander the great itu merupakan dzulqarnain. jika diteliti ia serupa dengan keperibadian yang tergambar pada Cyrus the great,namun kita harus meneliti intipati yang cuba disampaikan quran bahawa keagungan yang dimiliki tidak sepatutnya menjejaskan aqidah dan iman kita terhadap Allah,dan sebaliknya terjadi pada hampir seluruh umat muslim ialah kita sibuk mencari kepastian siapa itu Dzulqarnain,lupa tentang pengajaran yang diberikan oleh Al-quran.

sememangnya jika diteliti jauh sekali alexander the great itu merupakan dzulqarnain. jika diteliti ia serupa dengan keperibadian yang tergambar pada Cyrus the great (am_7riel)

Statement anda ini membingungkan sekali.

hampir seluruh umat muslim ialah kita sibuk mencari kepastian siapa itu Dzulqarnain ((am_7riel)

Bagaimana kita bisa mengetahui tentang pengajaran yang diberikan Al Qur’an melalui tokoh yang digambarkan-Nya, jika mengasumsikan tokoh itu saja sudah sangat jauh dari nilai-nilai Islamiyah?

yah payah sdr Yan Rizal ini selalu melencong dari konteksnya, tidak mengerti makna “masuk akal” segala! sulit berdiskusi dengn orang jumud seperti ini.

to sdr Yan Rizal:
Apakah anda sekarang juga memelihara jenggot juga, jawablah dengna jujur atas nama Allah.

Semua hadist yang disebutkan dalam web site

http://www.elkisi.com/2010/06/hukum-memelihara-jenggot.html

memang untuk kaum muslimin zaman nabi Muhammad hingga hari ini, dan bukan utk zaman alexander abad 4-3 SM.
dan tntu ada alasan-alasan sbgaimana telah disebutk di atas.
anda sdr Yan berkata:
“Apakah alexander dan semua pasukannya terkena penyakit kulit di sekitar janggut?” (Yan)

saya jawab: jelas pertanyaan anda ini tidak sesuai akal sehat. pikirkanlah, jelas tidak semua terkena penyakit di sekitar janggut. mungkin hanya sebagian kecil atau sebagaian besar pasukan, dan ini dipandang dapat menular ke pasukan lainnya. maka utk mencegah penularan ini, tentu siapapu raja/panglima/jendral akan memerintahkan hal-hal yg bisa meminimalisir penyebaran penyakit kulit itu. berpikirlah sesuai logika akal sehat, semoga tidak tersalah memahami fakta.

hehehe saudara-saudaraku ini aneh-aneh, kalau tidak bisa berargumentasi langsung menuduh macam-macam.

Sdr. Amir, alhamdulillah sejak saya hijrah dari Jakarta ke Surabaya sekitar 4 tahun lalu saya sudah memelihara janggut dam memotong kumis, alhamdulillah juga atasan saya tidak mempermasalahkannya meskipun mereka bukan muslim.

bagaimana dengan anda?

Anda berdua ini kalau menurut orang tua jaman dulu seperti “orang yang berusaha menegakkan benang basah” sudah jelas tidak mungkin tapi masih saja dipaksakan, sampai-sampai hadist shahih pun dilabrak.

“jadi sunnah ini bukan hanya untuk kaum muslimin zaman nabi Muhammad hingga hari ini, dan bukan utk zaman alexander abad 4-3 SM,” (amir)

Coba sebelum mengutip atau berkomentar itu dibaca dulu semuanya, lalu diresapi dan difikirkan baik-baik jangan asal berkata hanya untuk menjatuhkan lawan diskusi anda dan memaksakan kehendak anda sendiri saja, saya yakin bahasa indonesia anda tidak seburuk bahasa inggris anda jadi silakan baca lagi:

http://www.elkisi.com/2010/06/hukum-memelihara-jenggot.html

Sorry ada salah kutip, saya revisi:

hehehe saudara-saudaraku ini aneh-aneh, kalau tidak bisa berargumentasi langsung menuduh macam-macam.

Sdr. Amir, alhamdulillah sejak saya hijrah dari Jakarta ke Surabaya sekitar 4 tahun lalu saya sudah memelihara janggut dam memotong kumis, alhamdulillah juga atasan saya tidak mempermasalahkannya meskipun mereka bukan muslim.

bagaimana dengan anda?

Anda berdua ini kalau menurut orang tua jaman dulu seperti “orang yang berusaha menegakkan benang basah” sudah jelas tidak mungkin tapi masih saja dipaksakan, sampai-sampai hadist shahih pun dilabrak.

“memang untuk kaum muslimin zaman nabi Muhammad hingga hari ini, dan bukan utk zaman alexander abad 4-3 SM.,” (amir)

Coba sebelum mengutip atau berkomentar itu dibaca dulu semuanya, lalu diresapi dan difikirkan baik-baik jangan asal berkata hanya untuk menjatuhkan lawan diskusi anda dan memaksakan kehendak anda sendiri saja, saya yakin bahasa indonesia anda tidak seburuk bahasa inggris anda jadi silakan baca lagi:

http://www.elkisi.com/2010/06/hukum-memelihara-jenggot.html

Balas

to sdr Yan:
saya kutip komentar anda:
Anda berdua ini kalau menurut orang tua jaman dulu seperti “orang yang berusaha menegakkan benang basah” sudah jelas tidak mungkin tapi masih saja dipaksakan, sampai-sampai hadist shahih pun dilabrak. (Yan)

saya jawab:
anda sdr Yan kalau menurut orangmuda jaman sekarang spt “orang yang berusaha membengkokkan benang yang sdh tegak lurus” sudah jelas sangat mungkin (bhwa alexander itu zulqarnain) tapi anda masih saja memaksakan diri menolaknya, sampai-sampai hadist dari nabi Muhammad pun berani dilemahkan.

Sdr. Halim,

Sulit bagi saya diskusi dengan anda; karena disatu sisi saya berupaya mencari referensi tentang BUKTI KETAUHIDAN ALEXANDER dengan literatur yang diakui diseluruh dunia (termasuk oleh pengarang yang anda percayai) lalu disandarkan dengan hadist shahih yang mudah dimengerti, sedangkan anda berargumentasi hanya dengan opini dan keyakinan yang berdasarkan akal anda saja.

Saya fikir kita tidak perlu melanjutkan diskusi ini lagi, karena tidak akan sampai pada satu titik temu.

to sdar Yan:
atas keteguhan anda mengenai jenggot itu, tetapi mengapa jenggot anda selalu dipotong tipis, tidak dipanjangkan, apakah jenggotnya para sahabat juga tipis spt itu?
saya lihat di sini:

bagaimana ini hukumnya?

jika alexander memotong jengotnya, tentu dalam waktu cepat akan janggut tentaranya akan cepat tumbuh tebal. cobalah konsisten dg keteguhan anda itu mengenai jenggot.

Sdr. Amir

Diskusi kita ini untuk menguji dan membuktikan ketauhidan ALEXANDER bukan untuk menguji/membuktika ketahuhidan YAN RIZAL, meskipun melenceng tapi perlu saya klarifikasi untuk menghindari fitnah yang lebih jauh.

Saya mengimani hadist shahih yang sederhana dan tidak akan menimbulkan kesalahan interpretasi sebagai berikut:

Janganlah kamu menyerupai orang-orang Musyrikin, peliharalah janggut kamu.
H/R al-Bukhari dan Muslim.

Saya orang Indonesia asli dengan anatomi jaringan kulit muka yang sangat berbeda dengan orang-orang Timur Tengah atau Eropa, kandung rambut pada wajah saya sama dengan wajah orang indonesia kebanyakan yang hanya terbentuk pada bagian atas dan bawah bibir serta ujung dagu, itu foto saya sekitar tahun 2008 bukan ditipiskan melainkan karena memang tumbuhnya tipis dibagian bawah bibir dan ujung dagu, setelah beberapa lama keadaannya tetap tipis hanya beda panjangnya saja. keterbatasan genetis ini tentunya tidak bisa dipaksakan untuk menyerupai janggut orang timur tengah yang penuh dari jambang sampai pangkal leher, tetapi minimal saya telah berusaha untuk mengamalkan hadist yang sangat sederhana tersebut tersebut.

Sebagaimana komentar saya kepada sdr halim, Sulit bagi saya diskusi dengan anda; karena disatu sisi saya berupaya mencari referensi tentang BUKTI KETAUHIDAN ALEXANDER dengan literatur yang diakui diseluruh dunia (termasuk oleh pengarang yang anda percayai) lalu disandarkan dengan hadist shahih yang mudah dimengerti, sedangkan anda berargumentasi hanya dengan opini dan keyakinan yang berdasarkan akal anda dan malahan sekarang sudah mengarah kemasalah person to person, yang saya rasa ini sudah menyimpang dan sudah tidak sehat lagi..

Saya fikir kita tidak perlu melanjutkan diskusi ini lagi, karena tidak akan sampai pada satu titik temu.

Inilah yang saya maksud, bahwa dalam mengamalkan sesuatu, ada kondisi-kondisi khusus dimana amalan itu boleh dikerjakan ataupun tidak, dan ini tidak sampai membuat seseorang menjadi kafir, misal dlm konteks janggut itu, sebagaimana anda berkata bahwa janggut anda tipis kern genetis di atas. (meskipun sbenarnya alasan anda itu tidak logis, masak janggut itu tetap tipis jika dibiarkan?)
jadi yang kita perlu garis bawahi dari pernyataan anda adalah: ada suatu amalan, dan ada kondisi-kondisi tertentu dimana amalan itu tidak bisa dikerjakan sempurna. sebagaimana perintah solat 5 waktu, ketika dalam kondisi peperangan maka boleh solat sambil berlari. jadi ada kondisi-kondisi tertentu yang membolehkan. harusnya perkara ini anda terapkan juga pada diri alexander yang telah memerintahkan kepada pasukannya utk memotong janggutnya, yaitu dengan alasan kondisi tertentu dlm peperangan. shrusnya kita memahami hal ini, dan tidak main hantam kromong shg terkesan spt orng yang ekstrem yg memehami sesuatu hadist hanya pada teksnya saja, sementara kontekstualnya ditinggalkan. sbgman hadist yang anda sebtkan di atas:
“Janganlah kamu menyerupai orang-orang Musyrikin, peliharalah janggut kamu.” H/R al-Bukhari dan Muslim.

jadi jika alexander memerintahkan memotong janggut kepada pasukannya ini tidak berarti akan menyerupai orang kafir. orang kafir jaman alexander itu juga memanjangkan janggut mereka. kita perlu meneliti lebih mendalam makna “memelihara”, ini artinya bermacam-macam dan harus dilihat konteksnya. bisa saja pada waktu itu orang kafir persia tidak selalu membersihakan hingga licin dagu mereka, maka Rasulullah saw menganjurkan kaum muslimin agar janggut dibiarkan panjang. atau bisa jadi pada waktu itu kaum kafir / musyrikin arab memiliki janggut yang panjang dan tidak pernah dirawat shg kotor berbau, maka dalam knteks ini rasulullah saw menganjurkan kpg kaum muslimin utk “memelihara” dengan merapikan, selalu mencuci hingga tdk berbau dsb. konteks-kontsk spt ini harus diteliti lebih dalam.
Kalau kita mau jujur, sesungguhnya saya dan anda hari ini juga menyerupai orang kafir, misal: lihatlah model pakaian kita, apa bedanya dengan pakaian orang kafir? – walaupun begitu, hati kita tetap beriman, tidak kafir dan tdak terjerumus kepada kekafiran. jadi konteks alasan anda tidak memanjangkan (sama dng memotong) janggut anda, sama sederajat dengan konteks dimana alexander memeirntahkan utk memotong janggut (tidak memanjangkan). ini semua tidak berpengaruh pada keimanan seseorang.

Sdr. Amir,

Anda ini lucu masa kenyataan dibilang tidak logis; apakah anda memelihara janggut? apakah kandung rambut pada wajah anda sama seperti saya (seperti yang saya jelaskan)?

jika jawaban atas pertanyaan tersebut keduanya “tidak” anda tidak perlu mengomentari janggut saya karena anda tidak pernah tahu faktanya dan memang seharusnya tidak perlu dibahas karena tidak relevan dengan diskusi ini maupun dengan judul posting “Dzulqarnain bukan Alexander Agung”

Begitupun tentang Alexander; apakah anda pernah membaca sejarah tentang latar belakang kenapa alexander memerintahkan pasukannya untuk mencukur habis janggutnya? apakah anda tahu bahwa alexander sejak remaja memang tidak memelihara janggut karena dia memang senang mencukur bersih wajahnya dan kebiasaannya serta instruksi pada pasukannya itu diyakini sebagai awal mula trend laki-laki mencukur janggut di Eropa yang kita kenal sebagai benua kaum musyrikin (penyembah banyak dewa-dewa) pada zamannya?

jika jawaban atas pertanyaan tersebut semuanya “tidak” anda tidak perlu mendebat saya dengan pendapat subyektif anda karena anda tidak pernah tahu fakta sejarahnya dan tidak bisa disamakan dengan konteks2 dispensasi seperti yang anda sampaikan selama ini.

Dalam diskusi ini karena kita sesama muslim, maka target saya adalah menemukan kebenaran yang islami bukan memenangkan perdebatan karena kemenangan tanpa kebenaran sama saja dengan koruptor yang menang di sidang pengadilan dan terbebas dari hukuman sementara kebenarannya diabaikan, untuk itulah maka dasar yang saya pergunakan haruslah kuat yaitu “fakta sejarah yang diakui secara universal” didukung oleh “hadist shahih”.

Dalam membahas masalah penting seperti ini saya sama sekali tidak tertarik untuk mengambil referensi dari HADIST DHAIF apalagi hanya opini subyektif yang tidak berdasar, jadi intinya jika anda ingin berdiskusi secara islami maka hadirkanlah fakta sejarah yang didukung oleh hadist hadist yang shahih (minimal hasan) untuk membuktikan ketauhidan alexander.

Jika anda sudah bisa menghadirkannya saya akan dengan senang hati melanjutkan diskusi ini, tetapi jika hanya terus-terusan berisi opini-opini subyektif pribadi maka ini adalah balasan terakhir dari saya untuk komentar dari anda, meskipun banyak pertanyaan dari saya yang tidak/belum anda jawab/klarifikasi namun saya berterimakasih sudah bisa berkenalan dan sharing dengan anda.

yah payah, anda memang tipe orang yang tekstual (menghilangkan kontekstual), ini justru berbahaya bagi agama Islam. Berbagai Kias-kias/perumpaman/analogi yg sudah gulirkan di atas. Saya yakin hati anda memahami kias-kias itu, namun nafsu kesombongan anda menghijabnya. Padahal jika anda mau jujur memahami, maka semua ini akan menuntun kepada berbagai jawaban dari pertanyaan anda.

Hati-hati menuduhkan sesuatu terhadap orang lain; sadarkah anda bahwa sebenarnya orang seperti andalah yang berbahaya bagi Islam; jika memeiliki keyakinan terhadap sesuatu maka teks yang sederhana dan shahih bisa anda konteks-kan sesuai dengan opini subyektif anda pribadi, dan jika tidak memiliki materi untuk menjawab pertanyaan maka langsung menuduh lawan bicara dengan tuduhan yang bukan-bukan, ini adalah cara yang salah untuk mencari kebenaran; jika anda ingin kebenaran maka netralkan pikiran dan hati anda lalu kajilah permasalahan yang anda hadapi merujuk kepada fakta-fakta sejarah yang valid serta hadist yang shahih (atau minimal hasan).

NAFSU? saya tidak bernafsu untuk memenangkan perdebatan ini sebagaimana saya sampaikan sebelumnya: “Dalam diskusi ini karena kita sesama muslim, maka target saya adalah menemukan kebenaran yang islami bukan memenangkan perdebatan karena kemenangan tanpa kebenaran sama saja dengan koruptor yang menang di sidang pengadilan dan terbebas dari hukuman sementara kebenarannya diabaikan…”

KESOMBONGAN? saya tidak sombong melainkan bicara dengan dasar yang kuat:”….maka dasar yang saya pergunakan haruslah kuat yaitu “fakta sejarah yang diakui secara universal” didukung oleh “hadist shahih”.

Assalamualaikum

yan rizal, amir, halim dan teristimewa Dwiyanto P

pertama, saya mengucapkan jutaan terima kasih kepada kalian kerana membincangkan topik ini. terasa kerdil dan lemahnya pengetahuan diri saya apabila membaca apa yang saudara2 utarakan

bagaimanapun, izinkan saya mencelah agar perbincangan tidak lari dari mencari siapakan dzulqarnain yang disebutkan di dalam Al-Quran. Adakah Cyrus atau Alexander atau yang lain.

Di sini, ingin saya mengajak agar kita ke permulaan cerita bagaimana dan kenapa nama Dzulqarnain diceritakan di dalam Al-Quran.

Pada hemah pro Cyrus, bolehkah saudara menjelaskan bagaimana dan kenapa?

dan begitu juga kepada pro Alexander, bolehkah saudara menjelaskan bagaimana dan kenapa?

Faham ya soalan saya?

Sekian. Terima kasih.
Wallahu’alam.

Terimakasih atas keikutsertaan anda sdr Adi dalam diskusi ini. semoga anda bisa menjadi moderator yang baik, jujur, terbuka, adil / tidak berat sebelah, shg diskusi ini terarah pada tujuannya, menemukan secara ilmiah figur Zulqarnain Quranik. Saya berharap saya dan semua yang ikut langsung maupun tidak langsung dalam diskusi ini bisa jujur, terbuka, berwawasan luas, dan adil serta meletakkan sesuatu pada konteksnya.
Saya coba kutip tawaran soalan anda yang baik ini:
“Di sini, ingin saya mengajak agar kita ke permulaan cerita bagaimana dan kenapa nama Dzulqarnain diceritakan di dalam Al-Quran.” (Adi)

jawaban saya:
Nama Zulqarnain diceritakan di dlm Quran, disebabkan atas soalan yang ditanyakan oleh pendeta Yahudi yastrib/Madinah lewat orang kafir arab kepada nabi kita Muhammad saw, utk menguji kenabian Muhammad saw. orang yahudi itu berpendapat bhw jika Muhammad bisa menjawab pertanyaan itu, maka Muhammad benar-benar nabi yang diutus, dan jika tidak bisa menjawabnya maka Muhammad adalah pendusta/bukan nabi. Redaksi pertanyaan itu adalah: “tanyakan kepada Muhammad tentang lelaki yang mengembara ke timur (masyriq) dan barat (maghrib)” – lihat hadist asbabaun nuzul ttg masalah ini.
berkaitan dengan persoalan ini maka turunlah ayat Al-Quran surat Al Kahfi sebagai jawaban atas pertanyaan pendeta yahudi itu. Al Quran menjawab bahwa lelaki yang ditanyakan itu sebenarnya raja bergelar “Zul (pemilik) – Qarnain (dua tanduk)” ini gelaran, dna bukan nama diri. Al Quran menyebutkan Zulqarnain pergi ke arah matahari terbenam (magrib asy-syamsi) melihat matahari seakan-akan terbenam dalam ‘ainin hamiatin (mata air berlumpur hitam) dan menemui suatu kaum yang bermukim di dekat mata air itu. kemudian zulqarnain berbalik arah ke jalan lain ke arah matahari terbit (mathlik asy-syams) dan bertemu dengan kaum yang tidak berpakaian, kemudian zulqarnain berbelok arah menuju ke arah lain hingga sampai di daerah di antara dua gunung (bainasadaini) dan berjumpa kaum yang hampir tidak memahami perkataan, dimana kaum itu meminta tolong agar zulqarnain membina tembok pemisah yang memisahkan mereka dgn kaum ganas yakjuj makjuj. (lihat surat Al Kahfi ayat 83-99)

Nabi Muhammad saw yang hidup ditengah padang gurun arabia, negeri tandus, negeri yg masih tenggelam dalam kegelapan (arubtah, nama “arab” bermakna “tenggelam/hilang dalam kegelapan) tentu tidak mengetahui kisah lelaki pengembara (zulqarnain) itu. ini bermakna kisah Zulqarnain dalam Quran itu benar-benar wahyu dari Allah, dan bukan karangan Muhammad.

dari asbabun nuzul di atas, maka kita bisa menganalisisnya shg keluar beberapa dugaan (hipotesis) sbg berikut:
1) para pendeta Yahudi itu benar-benar mengetahui sosok “lelaki (zulqarnain)”
2) sosok lelaki zulqarnain itu tentu pernah berjasa kepada kaum yahudi
3) sosok lelaki itu tentu ada tertulis dalam inskripsi/teks-teks yahudi

bagaimana sdr moderator (Adi) apakah anda sepakat dengan jawaban saya ini, jika ya, maka akan saya tunjukkan bahwa Zulqarnain itu adalah Alexander the Great (356-323 SM), dan saya akan tunjukkan a) jasa-jasa besar alexander kepada kaum yahudi; b) rute pembebasan Alexander yang sama 100 % dengn rute Zulqarnain Quranik, serta semua rahasia kata kunci kisah zulqarnain dalam Quran (nama tempat, bangsa yg ditemui Zulqarnain).

Terima kasih kembali kepada saudara halim

Pertama,
maaf saudara halim, saya bukannya moderator bahkan cuma pembaca sahaja. jawatan moderator itu sepertinya terlalu berat untuk saya hehehe

Saya terpaksa ikut serta di dalam diskusi ini kerana perbincangan yang menarik ini saya kira sudah buntu. Di kesempatan ini, izinkan saya mengingati saudara halim, yan rizal, amir dan lain2 bahawa sesuatu perdebatan itu mempunyai matlamat dan setiap Matlamat Itu Menghalalkan Cara. Contoh matlamat menghalalkan cara itu di sini adalah apabila mengatakan bahawa Alexander adalah monotheist atau politheist, pro Cyrus mengatakan bahawa Alexander itu adalah politheist merujuk kepada beberapa hasil karya tetapi Pro Alexander menyamakan hasil karya tersebut bersamaan dengan kisah nabi Isa A.S.. Nah… jika dibahas beratus tahun sekalipun tidak akan habis….

Untuk setakat ini, saya 100% sepakat dengan apa yang saudara halim katakan dan saya berminat untuk mendengarnya dengan lebih lanjut dan saya yakin pro Cyrus juga 100% sepakat

Bagaimanapun,

Nabi Muhammad saw yang hidup ditengah padang gurun arabia, negeri tandus, negeri yg masih tenggelam dalam kegelapan (arubtah, nama “arab” bermakna “tenggelam/hilang dalam kegelapan) tentu tidak mengetahui kisah lelaki pengembara (zulqarnain) itu. ini bermakna kisah Zulqarnain dalam Quran itu benar-benar wahyu dari Allah, dan bukan karangan Muhammad.
(78 | Halim Juli 20, 2010 pada 9:49 pm )

Jika dapat dibuktikan bahawa Nabi Muhammad sudahpun mengetahui cerita tentang Alexander ataupun Cyrus, mungkin saya dapat membuat rumusan lebih awal.

Sekian. Terima kasih.

Baik, terimakasih sdr Adi, ijinkan saya melanjutkan topik yg menarik ini. Dan marilah kita yakin bahwa membahas satu ayat saja dalam Al Qur’an, ini pahalanya sangat banyak. dan ini akan semakin menguatkan kebenaran Al Qur’an di tengah badai kritikan dan tuduhan tidak berdasar para orientalis.
Baik saya akan kutip ayat Al Qur’an mengenai kisah perjalanan Zulqarnain kemudian seluruh kata kunci ayat qur’an ini akan kita pakai sbg dasar analisis kontent terhadap rute perjalanan Alexander the Great.

Al Qur’an Surat Al Kahfi ayat 83 – 99 :
(83) Wa yas-aluunaka ‘an dzilqarnaini, Qul sa atluu ‘alaikum minhu dzikraa)
Arti: Mereka akan bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Zulqarnain (Pemilik Dua Tanduk). Katakanlah:”Aku akan bacakan kepadamu (sedikit/sebagian) cerita tentangnya”.

(84) Innaa makkannaa lahuu fil ar-dhi wa aatainaahu min kulli syai-in sababaa)
Arti: Sesungguhnya Kami telah memberi kekuasaan kepadanya di (muka) bumi, dan Kami telah memberikan kepadanya jalan (Sababaa untuk mencapai) segala sesuatu,

(85) Fa atba’a sababaa. – Arti: maka diapun menempuh suat jalan.

(86) Hattaa i-dzaa bala-gha maghribasy syamsi wa jadahaa taghrubu fii ‘ainin hami-atin wa wajada ‘indahaa qauman Qulnaa yaa dzalqarnaini immaa an tu’adz-dziba wa immaa an tatta-khi-dza fiihim husnaa.
Arti: Hingga apabila dia telah sampai ke tempat terbenam matahari (maghribasy syamsi) , dia melihat matahari terbenam di dalam mata air yang berlumpur hitam (‘ainin hami-atin), dan dia mendapati di situ segolongan umat. Kami berkata:”Hai Zulqarnain, kamu boleh menyiksa atau boleh berbuat kebaikan terhadap mereka”.

(87) Qaala ammaa man zhalama fa saufa nu’adz-dzibuhuu tsumma yuraddu ilaa rabbihii fa yu’adz-dzibuhuu ‘a-dzaaban nukraa
Arti: Berkata Zulqarnain: ”Adapun orang yang aniaya, maka kami kelak akan mengazabnya, kemudian dia dikembalikan kepada Tuhannya, lalu Tuhan mengazabnya dengan azab yang tidak ada taranya.

(88) Wa ammaa man aamana wa ‘amila shaalihan fa lahuu jazaa-anil husnaa wa sa naquulu lahuumin amrinaa yusraa
Arti: Adapun orang-orang yang beriman dan beramal saleh, maka baginya pahala yang terbaik sebagai balasan, dan akan kami titahkan kepadanya (perintah) yang mudah dari perintah-perintah kami”.

(89) Tsumma atba’a sababaa – arti: Kemudian dia menempuh jalan (yang lain).

(90) Hattaa i-dzaa bala-gha mathli’asy syamsi wa jadahaa tathlu’u ‘alaa qaumil lam naj’al lahum min duunihaa sitraa
Arti: Hingga apabila dia telah sampai ke tempat terbit matahari (mathli’asy syamsi / sebelah Timur) dia mendapati matahari itu menyinari segolongan umat yang Kami tidak menjadikan bagi mereka sesuatu yang melindunginya (sitra) dari (cahaya) matahari itu.

(91) Ka dzaalika Wa qad ahathnaa bimaa ladaihi khubraa
Arti: Demikianlah, dan sesungguhnya ilmu kami meliputi segala apa yang ada padanya.

(92) Tsumma atba’a sababaa
Arti: Kemudian dia menempuh suatu jalan (yang lain lagi).

(93) Hattaa i-dzaa bala-gha bainas saddaini wajada min duunihimaa qaumal laa yakaaduuna yafqahuuna qaulaa
Arti: Hingga apabila dia telah sampai diantara dua buah gunung/bukit (bainas saddaini), dia mendapati di hadapan kedua bukit itu suatu kaum yang hampir tidak mengerti pembicaraan (ucapannya hampir-hampir tidak bisa dipahami)

(94) Qaaluu yaa dzalqarnaini inna ya’juuja wa ma’juuja mufsiduuna fil ardhi, fahal naj’alu laka kharjan ‘alaa an taj’ala bainanaa wa bainahum saddaa
Arti: Mereka berkata: “Hai Zulqarnain, sesungguhnya Yakjuj dan Makjuj itu orang-orang yang membuat kerusakan di muka bumi, maka dapatkah kami memberikan sesuatu pembayaran kepadamu, supaya kamu membuat dinding antara kami dan mereka?”

(95) Qaala maa makkannii fiihi rabbii khairun Fa a’iinuunii bi quwwatin aj’al bainakum wa bainahum radmaa
Arti: Zulqarnain berkata:” Apa yang telah dikuasakan oleh Tuhanku kepadaku terhadapnya adalah lebih baik, maka tolonglah aku dengan kekuatan (quwaatin / manusioa dan alat-alat). Agar aku membuatkan dinding (Rodmaa) antara kamu dan mereka.

(96) Aatuunii zubaral hadiidi hattaa i-dzaa saawaa bainash shadafaini qaalan fukhuu hattaa i-dzaa ja’alahuu naaran qaala aatuunii ufrigh ‘alaihi qithraa
Arti: Berilah aku potongan-potongan besi (zubaral hadiidi)”, hingga apabila besi itu telah sama rata dengan kedua (puncak) gunung itu, berkatalah Zulqarnain: ”Tiuplah (api itu)”. Hingga apabila besi itu sudah menjadi (merah seperti) api, diapun berkata: ”Berilah aku Qithraa/ tembaga (yang mendidih) agar kutuangkan ke atas besi panas itu”.

(97) Famas thaa’uu ay yazh-haruhuu wa masta-thaa’uu lahuu naqbaa
Arti: Maka mereka tidak bisa mendakinya dan mereka tidak bisa (pula) melobanginya.

(98) Qaala haadzaa rahmatum mir rabbi, Fa i-dzaa jaa-a wa’du rabbii ja’alahuu dakkaa-a. Wa kaana wa’du rabbii haqqaa
Arti: Zulqarnain berkata: Ini (dinding) adalah rahmat dari Tuhanku, maka apabila sudah datang janji Tuhanku (wa’du robbi). Dia akan menjadikannya hancur luluh (dakkaa-a) dan janji Tuhanku itu adalah benar”.

(99) Wa taraknaa ba’dhahum yauma i-dziy yamuuju fii ba’dhin, wa nufi-kha fish shuuri fa jama’naahum jam’aa
Arti: Kami (Allah) biarkan mereka di hari itu bercampur aduk (yamuuju) antara satu dengan yang lain, kemudian ditiup lagi sangkala, lalu Kami kumpulkan mereka itu semuanya.

Setelah itu tolong anda dan semuanya, bantu saya mencari peta rute perjalanan Alexander the Great (356-323SM). Mohon link-kan saja ke sini (kalau bisa minimal 5 peta atau lebih).

Sebagai contoh akan saya link peta/map rute perjalanan Alexander, dan akan saya beri nama peta 1:
lihat: http://glyptoteket.files.wordpress.com/2010/03/alexander-map1.gif

saya masih menunggu peta/map rute alexander the great dari pembaca yang lainnya. setelah minimal ada 5 peta, maka saya akan lanjutkan mengkaji peta itu yang sesuai 100% dgn rute Zulqarnain quranik.

Nih sodara Halim, saya bantu satu peta rute pembebasan Alexander the Great:
PETA 2: http://www.biblestudy.org/maps/empire-of-alexander-the-great-large-map.html

Terima kasih pada saudara amir dan halim..
Dengan penjelasan dan gambaran peta yang diberikan.. maka saya dapat memahami lebih lanjut perjalanan Alexander..

bagaimanapun

dari asbabun nuzul di atas, maka kita bisa menganalisisnya shg keluar beberapa dugaan (hipotesis) sbg berikut:
1) para pendeta Yahudi itu benar-benar mengetahui sosok “lelaki (zulqarnain)”
2) sosok lelaki zulqarnain itu tentu pernah berjasa kepada kaum yahudi
3) sosok lelaki itu tentu ada tertulis dalam inskripsi/teks-teks yahudi
bagaimana sdr moderator (Adi) apakah anda sepakat dengan
jawaban saya ini, jika ya, maka akan saya tunjukkan bahwa Zulqarnain itu adalah Alexander the Great (356-323 SM), dan saya akan tunjukkan a) jasa-jasa besar alexander kepada kaum yahudi;

78 | Halim
Juli 20, 2010 pada 9:49 pm

Untuk ketika ini, pada pendapat saya, adalah lebih baik untuk menjelaskan perihal di atas. Mohon saudara halim atau lain-lain sudi untuk menjelaskannya.

Sekian. Terima kasih.

Berdasarkan penjelasan di atas, maka tiga hipotesis yang saya sebutkan sudah terjawab bahwa :
1) para pendeta Yahudi itu benar-benar mengetahui sosok Alexander the Great (356-323 SM)
2) Alexander pernah berjasa kepada kaum yahudi
3) Alexader ada tertulis dalam inskripsi/teks-teks yahudi

Bagimana sdr moderator (Adi) dan juga yang lainnya?

Saya sangat setuju dengan penjelasan sdr Halim di atas. Jadi yang berjasa kepada bangsa Yahudi tidak hanya Raja Cyus the Great saja, tetapi juga Alexander the Great. Fakta inilah yang belum banyak diketahui oleh orang. Menurut saya, satu bukti/persyaratan telah terpenuhi bahwa Alexander adalah Zulqarnain. Teruskan sdr Halim, kebenaran sejarah mengenai Zulqarnain yg selama ini tertutupi oleh fikiran jumud akan terbongkar, dan semua ini akan semakin menunjukkan kehebatan dan kebenaran kitab Al Qur’an.

Minta maaf saudara Halim

Saya tidak mengetahui dimana penjelasan saudara Halim tentang
1) para pendeta Yahudi itu benar-benar mengetahui sosok Alexander the Great (356-323 SM)
2) Alexander pernah berjasa kepada kaum yahudi
3) Alexander ada tertulis dalam inskripsi/teks-teks yahudi

Setakat ini, sepengamatan saya, yang diperjelaskan cuma peta perjalanan Alexander sahaja.

Sekian. Terima kasih.

Sebenarnya pada tanggal 27 Juli 2010 itu, saya sudah jawab pangjang lebar jasa Alexander yang tercantum dlm Talmud dan inskripsi karya Flavius josephus. Penjelasan saya tgl 27 juli itu tidak hanya satu posting tetapi kira-kira 3 posting. dan pada malam 28 juli kemarin pun masih ada 3 posting saya itu. tetapi ketika saya buka lagi blog ini, pada 29 juli pagi tiba-tiba penjelasan saya tgl 27 itu tinggal satu posting saja.
Maka saya yakin, ada orang yang mengganggu dan mencoba menipu diskusi ini demi keuntungan pribadi dia. saya pernah mengalami hal seperti ini ketika diskusi dengan sdr Yan Rizal Supardi dalam blognya, tetapi banyak posting saya direkayasa/ubah suai oleh Yan Rizal.
saya hanya ingin menyampaikan satu hadist utk orang yang mengganggu dan menipu-nipu blog ini:
Rasulullah saw bersabda, “Penipu itu bukan termasuk golonganku”.

Sebagai bukti bahwa saya pernah menjelaskan jasa alexander kepada bangsa Yahudi (yang kemudian dihapus oleh penipu dalam blog ini shg tidak muncul lagi posting saya itu) mk sdr Adi bisa baca komentar sdr Amir yng mengatakan:
“Saya sangat setuju dengan penjelasan sdr Halim di atas. Jadi yang berjasa kepada bangsa Yahudi tidak hanya Raja Cyus the Great saja, tetapi juga Alexander the Great. Fakta inilah yang belum banyak diketahui oleh orang. Menurut saya, satu bukti/persyaratan telah terpenuhi bahwa Alexander adalah Zulqarnain. Teruskan sdr Halim, kebenaran sejarah mengenai Zulqarnain yg selama ini tertutupi oleh fikiran jumud akan terbongkar, dan semua ini akan semakin menunjukkan kehebatan dan kebenaran kitab Al Qur’an.” (Amir,Juli 28, 2010 pada 9:14 pm)

Assalamuk alikum warahmatullah

Kepada semua yang ada dalam blog ini, saya tak ingin lagi melanjutkan diskusi yang menarik ini. Saya hanya kuatir akan menambah khilafiah yang menyuburkan benih perpecahan. dan ini tentu tidak baik bagi umat. Oleh karena itu semampang menjelang bln Romadhon, maka saya secara pribadi mohon maaf kepada saudaraku semua termasuk kepada saudaraku Dwiyanto dan Saudaraku Yan Rizal, serta saudaraku Adi, mohon maaf atas segala komentar saya yang mungkin sangat menyakitkan anda semua. Saya pun sudah memaafkan komentar-komentar anda yang kadang juga membuat panas hati saya.
Selamat berpuasa Ramadhan kepada suadaraku semua Yan Rizal, Dwiyanto, Adi dan semuanya. Mohon maaf lahir batin.

Wassalamuk alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Assalamu’alaikum wr.wb.

Kepada seluruh saudaraku kaum Muslimin, saya mohon maaf karena sudah lama tidak berkomentar……
Sepulangnya dari Jawa Timur, saya banyak mendapat pekerjaan kantor oleh karenanya tidak sempat ikut membahas masalah ini apalagi karena juga menggunakan komputer kantor……
Maaf, saya perhatikan pembahasannya menjurus kepada keyakinan (kefanatikan) pada “buku tertentu” padahal kita seharusnya menggunakan “akal sehat” dan “bukti-bukti kuat” dan “autentik” yang diperoleh dari Hadits dan juga Asbabun Nuzul ayat-ayat Al Qurannya seperti apa yang telah banyak saya kemukakan……..
Saya berharap agar Al Haqq (Kebenaran) akan segera datang untuk menyelesaikan segala perdebatan ini, karena pada hakikatnya Kebenaran itu hanya ada satu saja !!
Dalam kesempatan ini disaat menjelang bulan suci Ramadhan, saya juga ingin memohon maaf jika ada kekhilafan, terutama pada saat pembahasan topik ini…….

Wassalam,
Abu Ahmad Dwi

Assalamu ‘alaikum

Bulan Ramadhan yang penuh rahmat dan ampunan telah datang,
saya pribadi mohon maaf kepada semuanya, atas semua kalimat yang pernah saya tuliskan, semoga Allah membersihkan noda-noda dalam hati kita, serta menerima semua amal ibadah kita amiin.

selamat berpuasa ramadhan

Wassalam

Amir

Assalamualaikum temen2 semuanya…

menarik skali mengikuti pembahasan mengenai Zulkarnaen ini…ijinkan saya ikut bergabung untuk menimba wawasan di sini…

saya mo bertanya untuk sodara Yan Rizal
saya menyimak argumen anda mengenai bukti ke tidak musliman Alexander dengan tradisi mencukur janggut itu,sangat menarik sekali…mengingat identitas seorang muslim adalah memelihara janggut dan itu adalah sunatullah sejak nabi adam,sedangkan Cyrus yang Agung memelihara janggutnya dan ia juga adalah pengikut Zarasthura yang seorang monotheisme…argumenya sungguh masuk menurut saya…
tpi,klo saya boleh bertanya lagi…bukankah di dalam agama zoroaster sangat tidak mengindahkan amalan puasa…padahal apakah puasa juga bukan termasuk rukun Islam yang wajib dilaksanakan…bisa di jelaskan knp agama Zarasthura yg dianut oleh Cyrus melarang soal puasa…kalau di bandingkan dengan Alexander yg mencukur janggut,namun bangsa yunani termasuk bangsa yang mengenal sebuah puasa (sebelum masuknya agama nasrani).konon bangsa yunani melaksanakan ritual puasa sebelum berperang…mohon kesediaan bang Rizal untuk menjelaskan dg sabar…

untuk sodara bung Halim dan Bung Amir mungkin juga sebaiknya menjelaskan konsep ke monotheismean yang di anut oleh filosof2 yunani dari Homer hingga Aristoteles,mengingat saya belum membaca buku Alexander adalah Zulqarnaen,karena buku itu belum di terbitkan di Surabaya.tpi jika melihat ringkasan sub bab nya.kelihatannya menarik sekali.insya Allah jika buku tersebut sudah terbit.saya akan membelinya.sebelumnya saya juga sudah pernah membeli buku perjalanan Zulkarnaen di China.saya dulu merasa asumsi buku tersebut tentang Zulqarnaen lumayan bagus.mungkin satu2nya kelemahan yg terbesar adalah tentang tembok Cina yang hanya terbuat dari batu itu.namun sebenarnya asumsi si pengarang adalah di antara keseluruhan tembok2 di cina tersebut,memang hanya ada satu tembok pelopor pertama dari seluruh tembok yang ada.yaitu tembok yg pertama kali di bangun yaitu di kota Zhengzhou yg terbuat dari besi bdan tembaga…kalo hal ini bisa diteliti dan dibuktikan…maka perumusan bahwa tembok cina adalah tembok Zulqarnaen bisa terungkap.

ngomong2 soal masalah puasa sebelumnya…kebetulan kita sedang menjalankan puasa di bulan Ramadhon.semoga Allah SWT menjadikan diskusi ini sebagai sebuah ibadah dalam rangka mengkaji salah satu mukjizatnya yg terdapat dalam Al-Qur’an mengenai kisah Zulkarnaen ini…amien

assalamu’alaikum …………
kepada semua saudaraku.
jangan menghakimi sesuatu yang tidak kita ketahui, lebih baik semua itu kita renungi kedalam diri kita. karena apabila kita membaca al qur’an , semua itu untuk diri kita. Berhati hatilah saudaraku.
wassalam

Kesimpulan,
– Ia seorang yg beraqidah Tauhid (monotheis) sama seperti halnya Adam/Ibrahim/Musa/Isa/Muhammad Alahimussalam, sama sekali bukan penganut agama Zarathustra. Bukti benarnya ketauhidan Dzulqarnain adlah surah Al-Kahfi.
– Dzulqarnain sangat kecil kemungkinannya merupakan orang yang sama dengan Alexander Great dari Macedonian, deskripsi keduanya (sangat) jauh.
– Kemungkin besar ia adalah Raja Cyrus II dari Persia. karena ciri-ciri yang didapati (sepertinya) memenuhi kriteria dalam Kitab. terlebih Ahlul-kitab pun memiliki catatan tentang raja ini. (Keimanan Cyrus juga didapati dalam literatur Yahudi spt pada kitab Perjanjian Lama). tentang perjalanannya, kerajaannya, juga dari arti namanya (pemilik dua tanduk), juga fakta bahwa Geografisnya yg (terlihat) sesuai spt yg tertera di Al-Qur’an (Dengan lokasi dinding besi misalnya).
– (Hampir) tidak mungkin Cyrus adalah Quraisy, karena Cyrus adlh Raja Persia bukan Arab.

TAPI YANG TERPENTING DARI SEMUANYA DAN WAJIB KITA IMANI. DIA ADALAH SEORANG RAJA BERIMAN YANG SHOLEH DAN DIBERIKAN KELEBIHAN-KELEBIHAN OLEH ALLAH TA’ALA. (Just like seperti yg terdapat dlm surat Al-Kahfi). TIDAK BEGITU PENTING SIAPA DIA SESUNGGUHNYA, KARENA SEMUA YG PENTING TENTANG DIA TELAH DITERANGKAN DALAM AL-QUR’AN, SELEBIHNYA ADALAH TEORI KONSPIRASI DAN UTAK-ATIK-OTAK.

lebih baik menyibukkan diri untuk belajar hal penting lainnya, seperti pengetahuan kita tentang Allah, siapa Allah dan bagaimana cara kita berinteraksi (beribadah) kepadaNya. Apa sih sesungguhnya agama Islam sebenar-benarnya (se-ori-orinya), dan Siapakah Rasulullah, mengapa kita HARUS mengikuti seluruh caranya dalam cara beribadah kepada Allah.

NB: Masalah jenggut adalah out of topic disini. baiknya buat forum diskusi di halaman lain. Yang jelas fakta tentang perintah Dzulqarnain untuk mencukur jenggot tidak perlu dianggap serius. Karena bersumber dari sumber yng tidak dapat di mintai pertanggung jawaban & kevalidannya. Sebagaimana scientists dunia hingga saat ini masih resmi menganggap manusia adl keturunan kera. Mereka hanya berkutat pada perkiraan-percobaan-teori-dugaan-dan sejenisnya. Cari yang pasti-pasti aja kebenaranya aja deh yaitu Al-Quran dan As-Sunnah sesuai yang difahami shahabat (yakni mereka orang2 yang diajari langsung (implementasi) dari Rasulullah).

Ralat:
—————————————-
“(Hampir) tidak mungkin Cyrus adalah Quraisy, karena Cyrus adlh Raja Persia bukan Arab…..”
Ditambah dengan
“dan kedua bangsa ini memiliki sistem pencatatan nasab (keturunan) yang baik, apalagi bagi Raja-raja mereka”.

—————————————
“Yang jelas FAKTA tentang perintah Dzulqarnain untuk mencukur jenggot tidak perlu dianggap serius”
diganti dengan
“Yang jelas PERNYATAAN tentang perintah Dzulqarnain untuk mencukur jenggot tidak perlu dianggap serius”.

untuk bung Andi

sebenarnya kajian mengenai zulqarnaen itu,sepintas tidak bgtu penting untuk di bahas buat kita yg telah muslim.yg telah mempercayai Qur’an dg sepenuh hati.namun,bagaimana dg para non muslim yg selalu menanyakan keabsahan crita ini.yg menjadikan kisah zulqarnaen ini menjadikan kelemahan dari salah satu ayat yg ada dalam al qur’an krn kisah ini tidak berhasil di temukan sejarahnya secara ilmiah.krn itu perlu bagi kita sbg umat muslim untuk selalu berusaha melakukan observasi2 guna untuk mengungkap berbagai rahasia yg terpendam dalam kisah2 yg terdapat dalam kitab suci kita.sehingga kita dapat mengeksploitasi berbagai mukjizat yg terkandung dalam al-Quran nur karim…

Bahkan, Al qur’an diturunkan untuk seluruh manusia. terkhusus untuk manusia yang mau mengambil pelajaran. Dan Allah ta’ala hanya memberitakan beberapa ayat saja tentang Dzq, maka hanya itulah yang perlu diketahui manusia. Jika memang manusia membuthkan detail tentu Allah yang lebih tahu. carilah hadits yg sah dari rasulullah ttg Dzulqarnain. Jika ada kita imani, jika tidak ada lagi ya sudah cukup berhenti sampai disitu. enough is enough. Saya bilang ada yang jauh lebih penting… jangan terlalu disibukkan urusan ini. umur itu pendek. Nggak kenal Dzul Qarnaen juga bukan suatu yang fatal. cukuplah surat Al-Kahfi dan hadits2 shahih ttgnya, selebihnya mostly waste of time. Yang ditanya di kubur adalah Siapa Rabbmu, Agamamu, Nabimu… Bukan siapa Dzulqarnain.

bagaimana tentang ya’juj dan ma’juj? dari beberapa rtikel tentnag sebuah buku berjudul ’13th tribe’, ya’juj dan ma’juj adalah suku ke 13 dari bani Israil yan gbukan lagi keturunan Yusuf as bersaudara, tetapi adalh bangsa pendatang dari daerah eropa yang melebur-memeluk agama yahudi.

assalamu’alaikum

buat bang hari ch…

mungkin bangsa yahudi yang anda maksud adalah bangsa “khazar” yang mendirikan negara israel “khazaria”. Negara israel yang berdiri pada era kerajaan Byzantium dan turki usmani. negara ini telah punah karena serangan kekaisaran rusia lebih kurang pada abad ke 10. jd menurut saya ini jg bukan bangsa ya’juj dan mak’uj karena eranya terlalu jauh. (lihat tentang dinasti “khazar” dari internet.)

wassalam.

kalo ga salah Qur`an mengatakan : kalo yajuj wa majuj (artinya 2 hal/bangsa/golongan) turun gunung / seperti air mengalir tak terbendung ke segala tempat, secara bertahap, bukan sekaligus….
Artinya sejak dari dahulu kala … mereka sudah keluar dari rumah nya, mengisi dunia lalu berhenti.
Sekali lagi kalo ga salah …. mereka pun mengatakan … insya Allah kami akan keluar lagi, walaupun sudah di bangun dinding pembatas.
Mungkin bahkan sudah ribuan dinding dan ribuan jenis dinding pembatas di buat dan di bangun utk menahan gosip mereka yg liar akan keluar dan bersikap angkara murka.
Mungkin mereka / yajuj majuj adalah golongan yg mudah marah tapi juga mudah menangis / insyaf.
beda dengan dajjal yg jelas di sebut tukang fitnah, bahkan ada doa khusus utk berlindung dari fitnah nya dajjal

al Quran Maha lengkap dan Maha sempurna karena ia adalah Kalamullah, al Quran sendiri dilihat dari isi adalah sejarah yaitu sesuatu yang diturunkan 14 abad yang lalu. menurut kaidah ilmu quran tentang menafsirkan atau mencari makna yang benar maka ada istilah amtsal yang salah satu pengertiannya adalah permisalan dimana ada yang jelas atau yang terselubung. al Quran sendiri dijelaskan oleh ayat al quran itu sendiri dan atau hadits shohih. untuk masalah dzulqornain yang perlu diambil pelajaran adalah bahwa akan datang masa berlakunya hukum Allah secara mutlaq atas kehendakNya di bumi yang dilalui siang dan malam, suka atau tidak suka (at Taubah ayat 33 dan hadits shohih riwayat muslim dari jalan syadad bin aus dan tsauban).

knp dr sekian byk komentar ga ada yg d akhri dgn wawllahu a’ lam bis sawab. . Hanya allah yg mengetahuinya siapakah dzulqarnaen itu..

Saya baru saja membaca buku berjudul Jejak Yakjuj Makjuj dalam Inskripsi Yahudi – tulisan Wisnu Sasongko dosen Universitas Brawijaya. Buku ini sangatlah menarik, riset-nya padat dan komprehensif, serta landasan logikanya benar benar diluar dugaan. Saya jadi teringat buku yang mirip dengan ini, sayang-nya riset yang dilakukan hanya sebatas Al Qur’an, Hadits dan beberapa lokasi yang diduga sebagai bagian dari ekspedisi Zulkarnaen, padahal kisah ini di Al Qur’an sangat samar samar meski memiliki kata kunci yang tidak ada di kitab kitab lain (khususnya Kita Yahudi), yaitu kombinasi “Dinding Besi diantara Dua Gunung”, “Zulkarnaen” dan “Yakjuj dan Makjuj” yang disatukan dalam satu kesatuan.

Apa metoda yang dilakukan Wisnu ?, pada dasarnya kembali ke kisah jaman dahulu ketika Nabi Muhammad SAW dititipkan pertanyaan beberapa pendeta Yahudi melalui kaum kafir Quraisy Mekkah, mengenai suatu kisah yang terjadi di dahulu kala, dimana para pendeta tersebut menjadikan pertanyaan ini sebagai ujian dari kenabian Muhammad SAW (dalam tradisi lain Yakjuj dan Makjuj lebih dikenal sebagai Gog Magog). Allah lalu menurunkan surat Al Kahfi (khususnya Ayat 83-98) untuk menjawab pertanyaan ini melalui Nabi Muhammad SAW.

Wisnu berasumsi, kisah2 tersebut pastilah mengacu ke kitab kitab yang menjadi rujukan kaum Yahudi termasuk kitab2 setelahnya antara lain Perjanjian Baru, Perjanjian Lama, Dead Sea Scroll, Talmud dan tiga buah buku karya Flavius Joshepus yaitu Against Apion, Jews Wars dan Antiquities of The Jews. Penelitian ini sekaligus untuk membuktikan keautentikan dari kitab suci Al Qur’an karena tidak ada kitab lain yang melakukan penggabungan ketiga kisah diatas.

Lantas siapakah Yakjuj dan Makjuj sebenarnya, sesuai literatur yang dipelajari, merupakan gerombolan nomad barbar Scythia, dimana mereka pernah berbuat kerusakan di Fertile Crescent (Abad 8 dan 6 SM), Urartu (743 SM), Samaria (721 SM), Nineveh (612 SM), Jerusalem (587 SM) dan Babylonia (539 SM).

Rasanya sampai saat ini belum ada buku yang bisa menguraikan kisah ini dengan pendekatan sedetail yang dilakukan Wisnu Sasongko. Akhir kata salut untuk Wisnu Sasongko, dan rasanya tidak sabar menunggu karya berikutnya “Alexander adalah Zulkarnaen”.

sebenarnya saya sedang bertanya-tanya juga, sebenarnya siapa?di tafsir ibnu katsir juga ada dua versi.Satu disebut seorang dijaman nabi Ibrahim, satu disebut raja Macedonia. mungkin perlu diteliti ulang

Ibarhin atau abaraham adalah nabi yg tinggal di daerah kanaan atau Israel-yordania sekarang ini, mana mungkin dia bisa pergi ke mekah. tidak masuk akal, karangan manusia belaka

menurut google map, jarak kerajaan di iraq / antara sungai efrat dan tigris ( tempat sang nabi ibrahim lahir dan besar dan di bakar hidup2 ) ke tel affif = sekitar 1300 km dan jarak tel affiff ke mesir / tempat piramid di temukan = sekitar 500 km, total sekitar = 1800 km / mungkin sampai 2000 km …..
dan jarak tell affiff ke meccah = sekitar 1900 km.
hehehe ….. sesungguh nya masuk akal juga loh

ralat ….. jarak tell afif ke mecca = sekitar 1300 km
artinya jarak iraq / efrat tigris , palestina dan mecca = sama berjarak 1300 km (segitiga sama sisi)

Diskusi yang menarik . . .
:-)

http://www.nyimak.com

siapakah Iskandar Zulkarnaen ? memang perlu kejernihan fikiran.
Inti dari Qur`an ….. beliau orang yg beradab/beriman, walaupun menyusuri dunia dan berperang.
Mungkin dari sini lah letak kerancuannya, sehingga perlu sekumpulan imam Yahudi pernah bertanya kepada Muhammad, pasti karena bingung ….. mana mungkin orang yg beradab dan beriman melakukan peperangan demi peperangan. Tapi memang demikinan lah kenyataannya.
Dari timur / Hindu juga ada kisah satria pinandhita Reshi Wara Rama Parasu ( Reshi yg bersenjata Kapak), Reshi kok berperang …… tapi memang demikinanlah kenyataannya………..
Yg penting mereka berdua adalah orang yg suka ber do`a / memuja dan juga suka berperang (pasti dalam rangka menegakkan keadilan dan peradaban)

APAKAH RAMA PARASU SAMA DENGAN ISKANDAR ZULQARNAEN ?

hehehe …. masalah nya jadi makin pelik dan rumit.
mana mungkin agama timur dan agama barat saling berhubungan.

Inilah kalo nggak rela bahwa alexander yg agung si penakluk itu adalah orang yunani dan kafir. pengennya sih si penakluk itu orang muslim/islam. makanya terus berusaha mencari-cari kesamaan …… dan ujung-ujungnya akan menyatakan bahwa alexander yg agung adalah orang muslim/islam….. makanya kalo buat buku jangan maen jiplak…comot sana, comot sini.

eh jenggot wedus,,,,ngomong apa lu,,,goblokkkkkkkk……. ini diskusi ,,,mencari kebenaran sejarah….kalau ternayat muslim meninginkan begitu saja bahwa dzulkarnaen adalah alexander agung…ya gak usah dibahas…lah pemahaman umum seprti itu…ini sedang mencari kebenaran sejarah….bisa baca gak sih,,,bego loe, ini bukti bahwa kita suka kebenaran.. tolol bin aneh loh.

sudah coba meneliti, minimal or minimal membaca kisah Akhnaton, putra fir’aun yg hidup dimasa Nabiullah Musa AS? ada penelitian dengan bukti kuat bahwa Dzulqornqin adalah dia (akhnaton), &bahwa yajuj wa ma’juj merujuk ke bangsa cina, juga bahwa dinasti Zhou di cina sebenarnya adalah dinasti Dzul (tapi karena kesulitan bangsa cina menyebutkan Dzul, mereka menyebutnya Zhou). sang peneliti berkebangsaan mesir.

Benernya ibrahim ini anak man sih? Bikin ribut di negeri orang? Apa ga ada tempat lagi di negerinya sendiri? Atau dia bangsa yang tercecer dan gak punya negeri sendiri?

KALI pertama memandang buku ALEXANDER ADALAH ZULQARNAIN, seakan-akan sudah mendapatkan jawapan pada pertanyaan:

“Siapakah Zulqarnain yang disebut dalam Al-Quran, surah Al-Kahfi, ayat-ayat 83-98?”

Bagaimanapun, rasanya begitu berat hendak membacanya sehingga habis kerana buku ini mengandungi 730 halaman, tidak termasuk bahagian pendahuluan.

Namun begitu, sejurus saya mula membaca dan membelek-belek buku ini, keinginan untuk mendapatkan jawapan pada pelbagai persoalan terus berlegar di fikiran.

Terdapat beberapa keistimewaan yang ada, yang mendorong saya membaca buku ini sehingga ke penghujungnya.

Buku ini juga mudah difahami isinya kerana ada ringkasan dalam bab pendahuluan.

Ia pula terbahagi pada 15 bab dengan nota dan keterangan serta senarai rujukan tersisip di akhir bab tersebut sebagai kajian lanjutan.

Itulah antara keistimewaan buku ini yang padat dengan peta dan kronologi sejarah, berdasarkan manuskrip dan pandangan orang Barat.

Dan kerana Zulqarnain disebut dalam Al-Quran, maka terdapat ulasan para ulama Islam dan ahli tafsir, mengenai siapakah Zulqarnain.

Diterangkan dalam buku ini bahawa Zulqarnain ada hubungan ilmu dengan Luqman Al-Hakim, yang sebenarnya adalah Socrates.

Bab satu dan dua mengandungi tafsiran dan fahaman para ahli tafsir dan juga sejarawan Barat mengenai Zulqarnain dan The Great Alexander.

Bab tiga dan empat mengandungi sejarah para penguasa dunia dan raja-raja yang melawan Yakjuj Makjuj.

Bab lima hingga tujuh pula menyentuh tentang Oasis monotisme dalam gurun paganisme Yunani, perihal Yunani melawan Parsi dan juga ziarah Alexander ke Baitulmakdis.

Bab lapan menyingkap pengembaraan Alexander ke arah barat (Al-Kahfi: 83-88) manakala bab sembilan hingga 12 menceritakan tentang pengembaraannya ke arah timur, pertemuannya dengan bangsa Yakjuj Makjuj, proses membina kota Alexanderia Eschate dan tembok besi (Al-Kahfi: 89-98).

Konflik dalaman Alexander dengan penganut paganisme dan jawapan terhadap tuduhan para ilmuan Barat bahawa Zulqarnain bukan Alexander menjadi teras dua bab selanjutnya.

Penulis buku, Wisnu Sasongko, adalah pensyarah dan pengkaji di Universiti Brawijaya, Malang, Indonesia.

Karya ini adalah antara buku paling laris yang pernah beliau hasilkan dengan penjualan lebih 10,000 naskhah dalam sebulan pertama ia diterbitkan sekitar Mac 2010.

Al-Quran tidak memastikan bahawa Zulqarnain adalah The Great Alexander, namun dari segi fakta sejarah dan penyelidikannya maka keputusan penulis mengatakan bahawa Zulqarnain adalah The Great Alexander.

ingin beli buku itu, adakah terbit di Indonesia atau adakah versi ebook yang boleh dibeli? mohon siapa tahu bisa infokan di sini.
tak sabar untuk membuka misteri pemuda pembebas barat – timur ini.

Assalamu Alaikum, segala pengetahuan dan urusan hanya Allah SWT yang Maha Mengetahui…..Setiap tokoh yang berAkhlak mulia diceritakan dalam Al Qur,an pastilah bertuhankan Satu atau Agama Tauhid. jadi bagi tokoh yang tidak bertauhid Allah SWT dan tidak berakhlak Mulia yang pasti bukanlah iskandar zulkarnain. Allahu a’lam bishawab

Buku ALEXANDER ADALAH ZULQARNAIN tulisan anak belia seberang ini, mungkin adalah salah sebuah buku yang seharusnya dibaca oleh semua orang.
Ia menerangkan tentang siapakah Alexander ini
bagaimana perjalanannya dari Barat hingga ke Timur
kemudian sehingga sampai ke tempat diantar dua bukit
berjumpa dengan kaum yang tidak faham untuk berbahasa
minta bantuan alexander untuk membantu mereka
daripada kaum yang ganas dan jahat
Mereka itulah Ya’juj dan Ma’juj
dengan menggunakan sumber alam dikawasan itu
ianya dipenuhi dengan besi dan tembaga
maka dengan kepakaran Alexander, membina satu tembok
untuk menghalang dari Ya’juj dan Ma’juj ini
Semua ini sudah diterangkan di dalam Al-Quran
Surah Al-Kahfi dengan nama Zulkarnain
dan terbukti yang Alexander itu adalah Zulkarnain

buku ini juga menceritakan tentang siapakah guru Alexander ini
Socrates – Plato – Aristotle – Alexander
Aristotle guru kepada Alexander dan anak murid kepada Plato
dan Plato adalah anak murid kepada Socrates
Socrates di bunuh dengan dipaksa untuk menelan racun
kenapa beliau dibunuh?
Menurut buku ini, Socrates dipaksa menelan racun
kerana ia berpegang dengan fahaman monoteisme
iaitu percaya kepada tuhan yang satu
sedangkan kaumnya ketika itu percaya kepada banyak Dewa2
dalam bahasa Arab “telan” adalah luqoman
jadi adakah Luqman al-Hakim yang diceritakan di dalam Al-Quran adalah Socrates???
Socrates pada zamannya memang seorang yang bijak pandai
Mereka adalah orang yang sama???

Untuk mengetahuinya, bacalah buku ini
kerana di dalamnya terdapat pelbagai maklumat yang kita tidak ketahui
sebuah buku yang bukan bertujuan untuk bisnes
tetapi lebih kepada memberi ilmu untuk pembaca
yang minat untuk mengetahui sejarah!!!
Anda mungkin juga meminati:

Muhammad Alexander juga menerbitkan buku lagi berjudul “LUQMAN HAKIM ADALAH SOCRATES BERKULIT HITAM” . Buku ini adalah buku pertama di dunia yang berjaya membuka misteri sosok Luqmanul Hakim dalam sejarah. Dari kajian yang dijalankan oleh penulis, ternyata Luqmanul Hakim (sebagaimana yang dikisahkan di Alquran surat Luqman), adalah ahli filsafat Yunani Athena, iaitu Socrates (469-399 SM).
Tradisi hadis menyatakan Luqmanul Hakim adalah lelaki berkulit hitam (keturunan negro) dan bekas budak / hamba sahaya. Tetapi Socrates yang selama ini dikenal sebagai pencetus atau bapa filsafat barat, dipercaya berketurunan kulit putih Eropah. Jelas sekali perkara ini bertentangan dengan fizikal Luqmanul Hakim.
namun dengan kajian yang dilakukan penulis, yaitu dengan kaedah perbandingan Sinkronik-Diakronik, analisis kandungan, analisis bingkai, dan analisis komponen semantik, Muhammad Alexander @ Wisnu Sasongko menemukan adanya dua persamaan:

Pertama – Bentuk fizikal Socrates sama 100% dengan Luqmanul Hakim, iaitu berkulit hitam dan bekas budak belian.

Kedua – Ajaran falsafah Socrates memiliki tematik sama 100% dengan nasihat Luqmanul Hakim dalam Al-Quran, menerusi surah Luqman.

Semua ini menunjukkan bahwa figur Socrates adalah orang yang sama dengan Luqman Quranik. Socrates adalah lelaki beriman, kulit hitam, yang dikirim Tuhan untuk bangsa Eropa pada 2400 tahun yang lalu.
Dalam Buku itu Muhammad Alexander menegaskan bahwa Socrates itu keturunan negro-yahudi, bekas budak belian, sebgaimana Luqman Hakim yang disebutkan dalam hadits sebagai keturunan israel berkulit hitam, dan bekas budak belian.
Mari banyak membaca, supaya terarah dalam hidup dan berkata.

Akal sehat yang dibawa Socrates Luqman Hakim inilah yang nantinya melahirkan raja penakluk yang bernama Alexander Agung Zulkarnain.
Coba baca buku itu, agar mendapat pencerahan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

I'm the one with my own vision. Vision to give my wisdom on surrounding society. Especially my lovely wife and 2 kids, my parents and all my family, my all friends at my workplace, home and anywhere you are, ...

Kategori

Indonesians’ Beautiful Sharing Network
Add to Technorati Favorites

Blog Stats

  • 239,551 hits
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: