Posted by: Dadan Gumbira Pramudia on: April 24, 2008
Dewasa ini, pareto principle masih tetap berlaku. Di Amerika dan Eropa disebut “80/20 rule” atau “80/20 principle” (dibaca: eighty by twenty) yang artinya 80% hasil dikontribusi oleh 20% input. Di dunia marketing dapat diterjemahkan bahwa 80% penghasilan dikontribusikan oleh 20% account. Hal ini juga berlaku di Enterprise Market.
Begitu juga di TELKOM Enterprise, dimana saya bekerja, dimana 80% revenue TELKOM Enterprise dihasilkan oleh 14,3% customer saja, atau sejumlah 919 corporate customer.

Melihat diagram pareto tersebut, diyakinkan bahwa effort mengelola top customers akan berimpact lebih besar kepada pertumbuhan bisnis di TELKOM Enterprise. Hanya saja, penanganan corporate customer khususnya yang termasuk dalam top customer memiliki tingkat kesulitan yang lebih besar dan memerlukan strategi pengelolaan customer (Account Management Strategy) yang tepat.
Saya Ratna, kuliah di UNY. Sekarang saya sedang mengerjakan skripsi tentang “Menghitung Value at Risk dengan Estimasi Semiparametrik”.
Saya ingin menanyakan tentang distribusi pareto (ekor kanan dan ekor kiri)? Bagaimana bukti dari nilai harapan dan variansi dari distribusi pareto?
Terimakasih.
April 25, 2008 pada 7:31 am
Mungkin karena hukum alam juga pak, yang diciptakan oleh TYME bahwa penguasa adalah segelintir orang dan yang lainnya pengikut. gak mungkin donk semua punya kekuatan konsumsi yang sama, kalo gitu namanya pasar persaingan sempurna dong..cailah, saya bukan ekonom, cuman penikmat ilmu saja