Posted by: Dadan Gumbira Pramudia on: Mei 7, 2008
Pidato yang merupakan pernyataan pertama Abu Bakr As-Siddiq ketika memangku jabatan sebagai Khalifah:
Setelah mengucapkan puji syukur kepada Allah, Abu Bakr radiallahu ‘anhu berkata:”Kemudian, Saudara-saudara. Saya sudah terpilih untuk memimpin kamu sekalian, dan saya bukanlah orang yang terbaik di antara kamu sekalian. Kalau saya berlaku baik, bantulah saya. Kebenaran adalah suatu kepercayaan, dan dusta adalah pengkhianatan. Orang yang lemah di kalangan kamu adalah kuat di mata saya, sesudah haknya saya berikan kepadanya – insya Allah, dan orang yang kuat buat saya adalah lemah sesudah haknya nanti saya ambil – insya Allah. Apabila ada golongan yang meninggalkan perjuangan di jalan Allah, maka Allah akan menimpakan kehinaan kepada mereka. Apabila kejahatan itu sudah meluas pada suatu golongan, maka Allah akan menyebarkan bencana kepada mereka. Taatilah saya selama saya taat kepada (perintah) Allah dan Rasul-Nya. Tetapi apabila saya melanggar (perintah) Allah dan Rasulullah maka gugurlah kesetiaanmu kepada saya. Laksanakanlah shalat kamu, Allah akan merahmati kamu sekalian.”
(Sumber: Muhammad Husain Haekal, “Abu Bakr As-Siddiq: Sebuah Biografi dan Studi Analisis tentang Permulaan Sejarah Islam Sepeninggalan Nabi”, Litera AntarNusa, Cetakan ketujuh, Januari 2007)
Ass.wr.wb.
Saya sangat senang atas artikel ini, karena dapat memberikan contoh bagaimana seharusnya seorang pemimpin Ideal………
Saya hanya usul, kalau bisa juga ditampilkan pidato salah satu pemimpin Ideal yang menjadi salah satu Idola saya, yaitu :
Khalifah ‘Umar bin ‘Abdul ‘Aziz Al Faruq II (717-720 M) atau (99-101 H), karena beliau berhasil menegakkan Khilafah yang lurus (Khulafaurrasyidin) setelah negara dipimpin oleh para Khalifah yang zhalim dari Bani Umawiyyah.
Beberapa kehebatan lainnya adalah :
- Beliau memerintah wilayah yang sangat luas, dari Andalus (Spanyol-Portugal sek.), Perancis selatan, Marokko di barat sampai dengan India barat (Sind, Punjab), China barat (Sinjiang) di timur secara adil dan bijaksana……
- Beliau berhasil mewujudkan “Baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur dalam tempo hanya dua setengah tahun saja !!
- Beliau pula yang berjasa memerintahkan pengumpulan Hadits Rasulullah !!
Sekian dulu, Wassalam….
Dwiyanto P.
Mei 8, 2008 pada 5:34 pm
salam. didalam konteks khalifah, apa yang dimaksudkan orang yang lemah adalah kuat dimata khalifah sesudah haknya diberikan dan orang yang kuat adalah lemah sesudah haknya akan diambil.harap tuan dan rakan dapat perjelaskan.