Posted by: Dadan Gumbira Pramudia on: Juni 2, 2008
Al-Jazari (1136-1206) mengembangkan prinsip hidrolik untuk menggerakkan mesin yang kemudian hari dikenal sebagai mesin robot.
Al-Jazari adalah seorang tokoh besar di bidang mekanik dan industri. Lahir di al-Jazira, yang terletak di antara sisi utara Irak dan timur laut Syria, tepatnya antara sungai Tigris dan Efrat. Ibnu Ismail Ibnu al-Razzaz al-Jazari mendapat julukan sebagai bapak Modern Engineering berkat temuan-temuannya yang ini, diantaranya sistem combustion engine, crankshaft, suction pump, programmable automation, dan banyak lagi.
Donald Routledge Hill dalam bukunya Studies in Medieval Islamic Technology, mengatakan bahwa hingga jaman modern ini, tidak satupun tulisan dari suatu kebudayaan yang dapat memproduksi dan menyusun berbagai mesin sebagaimana yang disusun oleh al-Jazari. Beliau mendokumentasikan lebih dari 50 karya temuannya, lengkap dengan rincian gambar-gambarnya dalam buku, ”al-Jami Bain al-Ilm Wal-’Amal al Nafi Fi Sinat’at al-Hiyal” (The Book of Knowledge of Ingenious Mechanical Devices).
Pada tahun 1206, al-Jazari membuat Jam Gajah yang bekerja dengan tenaga air dan berat benda untuk menggerakkan secara otomatis sistem mekanis, yang dalam interval tertentu akan memberikan suara simbal dan burung berkicau. Prinsip humanoid automation inilah yang mengilhami pengembangan robot pada masa sekarang. Kini replika Jam Gajah tersebut disusun kembali oleh London Science Museum, sebagai bentuk penghargaan atas karya besarnya.
”Dan Kami ciptakan besi yang padanya terdapat kekuatan yang hebat dan berbagai manfaat bagi manusia, dan supaya Allah mengetahui siapa yang menolong (agama)-Nya dan rasul-rasul-Nya padahal Allah tidak dilihatnya. Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Mahak Perkasa.” (QS Al Hadid: 25)
Replika Jam Gajah yang digerakkan oleh tenaga air, berbunyi setiap 30 menit.
(diambil dari: Kalender Takaful 1429H)
Komentar Terakhir