Visi Pramudia

Creator, Leader & Follower

Posted on: April 11, 2008

Disela-sela meeting di Hotel Sultan (ex Hilton Hotel), sambil makan siang, saya terlibat diskusi kepemimpinan yang cukup menarik. Ada pertanyaan yang menarik: ”Dadan, setelah sekian lama bekerja, berapa lama anda menjadi staf dan berapa lama menjadi leader?”. Pertanyaan ini mengarahkan saya kepada tulisan dari Fauzi Rachmanto. Dari pertanyaan itu, saya jelaskan bahwa pada dasarnya manusia ini memiliki 3 peran yang tidak pernah bisa dipisahkan dalam dunia pekerjaaan sehari-hari. 3 peran tersebut adalah: peran sebagai pencipta, peran sebagai leader dan peran sebagai follower.

Peran sebagai pencipta (Creator)

Dalam dunia pekerjaan dimanapun anda berada dan apapun pekerjaanya, kreativitas sangat dibutuhkan dalam menyelesaikan pekerjaan. Kreatifitas menghasilkan ide-ide yang brilliant yang dapat membuat proses kerja menjadi lebih cepat, atau menciptakan produk yang lain yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan and so on..
Fauzi Rachmanto dijelaskan Mencipta Seperti Dewa (Create Like a God) sebagaimana dijelaskan Guy Kawasaki dalam bukunya Rules for Revolutionaries.

Untuk dapat mencipta seperti dewa , pertama Anda harus dapat berpikir berbeda dari orang kebanyakan. Dalam istilah Guy, kita harus dapat membuang “berhala-berhala” lama kita. Ambil contoh Kereta Api yang selama ini kita kenal adalah KA dengan 1 lokomotif dan gerbong2 yang mengikut dibelakangnya. Kalau mau lebih cepat, maka mesin lokomotifnya yang diperbesar dan diperbesar lagi. Namun KA supercepat ternyata dimungkinkan setelah “berhala” mesin di lokomotif tadi dibuang, dan dibuat inovasi dengan meletakkan mesin pada setiap gerbong. Berpikir beda juga dapat dilakukan dengan cara memisahkan bentuk dan fungsi. Ini yang terjadi melalui fenomena toko online. Sebuah toko fungsi nya adalah menjual. Maka apakah dia hadir atau tidak secara fisik adalah sekedar bentuk. Toko-toko online menolak tunduk pada bentuk, mereka kedepankan fungsi nya, yaitu berinteraksi dan melayani penjualan kepada pelanggan.”

Peran sebagai pencipta ini kadang tidak disadari bahwa manusia dianugrahkan peran tersebut oleh sang pencipta (Tuhan YME). Namun mengetahui peran kita sebagai pencipta akan membukakan pikiran kita untuk lebih kreatif dan inovatif.

Peran sebagai pemimpin (Leader)

Dalam hal-hal tertentu, kita memiliki peran sebagai pemimpin. Minimal unit yang paling kecil yang kita pimpin adalah tubuh kita sendiri, atau untuk yang berkeluarga maka kita memimpin keluarga kita. Memimpin memiliki konotasi identik dengan memerintah (command). Minimal kita memimpin/ memerintah tubuh kita untuk melakukan suatu aktifitasi positif atau negatif. Memerintah tubuh kita untuk bekerja keras dan cerdas atau bermalas-malasan. Pemimpin akan menstimulus unit yang dipimpinnya dengan motivasi, energi dan semangat.

Guy Kawasaki mengibaratkan dengan kiasan Memerintah Seperti Raja (Command Like a King). Pemimpin seperti raja dapat mempengaruhi tidak hanya kepada unit yang dipimpinnya, bahkan berpengaruh kepada lingkungan sekitar, dalam hal ini stakeholder, termasuk pelanggan.
Langkah paling penting dalam “Memerintah Seperti Raja” ini adalah menciptakan para evangelis bukan sekedar penjualan. Para evangelis bukan sekedar menggunakan produk Anda, namun juga fanatik dan akan terus menerus menceritakan kehebatan produk Anda kepada siapapun.”

Peran sebagai pemimpin dianugrahkan oleh Tuhan YME sebagaimana Allah mengutus manusia sebagai khalifah di muka bumi ini. Pemimpin yang baik akan memberikan dampak positif tidak hanya pada dirinya, unitnya bahkan kepada lingkungan sekitarnya.

Peran sebagai bawahan (Follower)

Sebagai mahluk sosial, manusia juga diberikan peran sebagai bawahan/ follower yang baik. Saya masih ingat paparan Leadership Vision dari mantan Dirut TELKOM Arwin Rasyid, bahwa untuk menjadi pemimpin yang baik, maka anda juga harus menjadi good follower first. Tanpa menjadi good follower anda tidak akan bisa menjadi great leader. Good follower adalah yang melakukan execution pekerjaan untuk mencapai visi bersama. Menurut Guy Kawasaki, kita harus memiliki peran sebagai pekerja: Bekerja Seperti Budak (Work Like a Slave). Tanpa peranan pekerja tidak akan ada hasilnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

I'm the one with my own vision. Vision to give my wisdom on surrounding society. Especially my lovely wife and 2 kids, my parents and all my family, my all friends at my workplace, home and anywhere you are, ...

Kategori

Indonesians’ Beautiful Sharing Network
Add to Technorati Favorites

Blog Stats

  • 267,299 hits
%d blogger menyukai ini: