Visi Pramudia

Telkom Smart Campus Award (TeSCA 2008)

Posted on: September 9, 2008

Telkom Group mendukung sepenuhnya kelangsungan kegiatan INAICTA 2008 pada tanggal 7-8 Agustus 2008 di Jakarta Convention Center (JCC) dan berharap ajang tersebut merupakan awal dari kebangkitan industri teknologi informasi dan komunikasi (ICT) dalam negeri, sesuai dengan tema INAICTA 2008: Kebangkitan Nasional melalui Kreativitas Digital. 
Kebangkitan Nasional melalui Kreatifitas Digital tidak lepas dari berbagai pihak, mulai dari Pemerintah selaku regulator, Industri kreatif maupun Akademisi (Sekolah dan Perguruan Tinggi) yang menciptakan asset masa depan bangsa. 

Oleh karena itu, TELKOM berperan aktif mendukung dan mewadahi tumbuhnya kreativitas digital melalui “Inisiatif INDIGO” sebagai inkubator industri kreatif di Tanah Air. Khusus untuk kalangan Akademisi, TELKOM telah mengenalkan ICT di kalangan Sekolah melalui Internet Goes to School dan penyediaan infrastriktur SchoolNet, dan berupaya meningkatkan pendayagunaan ICT di kalangan Perguruan Tinggi melalui program TELKOM Smart Campus termasuk penyediaan infrastruktur JARDIKNAS yang merupakan jaringan terbesar di Indonesia.

Program TELKOM Smart Campus diluncurkan sebagai wujud kepedulian TELKOM untuk turut membangun bangsa Indonesia melalui pengenalan ICT di kalangan Perguruan Tinggi yang merupakan asset masa depan bangsa. Smart Campus menciptakan Smart People untuk menjadi Smart Society, sehingga terwujud Smart Nation.

Pada INAICTA 2008 ini, TELKOM mempersembahkan TELKOM Smart Campus Award (TeSCA) sebagai salah satu kategori dimaksudkan sebagai ajang benchmarking di antara kampus-kampus di tanah air yang akan menjadikan center of excellence.

TELKOM juga berperan dalam penggalangan peserta TeSCA, yang kemudian diikuti oleh 68 Perguruan Tinggi. Setelah dilakukan Desk Assessment oleh Dewan Juri, maka terpilih 15 Perguruan Tinggi sebagai nominator TeSCA. Dewan Juri melakukan On-site Assessment terhadap 15 Nominator, dan telah dikukuhkan pemenang TeSCA berdasarkan kategori sebagai berikut:

Best Of the Best:
Winner: Universitas Bina Nusantara
Merit: Universitas Indonesia

Best Access & Connectivity:
Winner: Universitas Bina Nusantara
Merit: Universitas Indonesia

Best Content & Application:
Winner: Universitas Indonesia
Merit: Universitas Bina Nusantara

Special Mention:
Universitas Komputer Indonesia

Selamat ya kepada para pemenang…

Dirut TELKOM Rinaldi Firmansyah bersama dengan pemenang TeSCA 2008 didampingi oleh MENKOMINFO Mohammad Nuh.

5 Tanggapan to "Telkom Smart Campus Award (TeSCA 2008)"

Muantap tenan..moga-moga ga cuma jadi ceremonial semata…g’d luck

Mas Toni, terima kasih komentarnya…

Ini memang bukan semata-mata ceremonial. Untuk menentukan pemenang masing-masing kategori, dilakukan site visit untuk melihat pembuktian dan klarifikasi lebih lanjut mengenai penggunaan ICT di perguruan tinggi tersebut. Kebetulan saya mengikuti proses penjuriannya yang cukup melelahkan. Program ini diharapkan dapat memicu kampus2 lain dalam penggunaan ICT, sehingga dapat meningkatkan daya saing dari kampus tersebut, sampai di tingkat internasional.

Ini terbukti, setelah diadakannya TeSCA, tingkat webometric kampus-kampus yang ikut TeSCA, meningkat lho…

Best Regards

Setuju banget bos🙂 Semua berkat keuletan om Dadan yang bekerja siang dan malam tanpa kenal lelah. Kayaknya bentar lagi kita buat spanduk, Dadan Gumbira for Telkom-1😀

Mas Romi… TeSCA ini tak berarti tanpa peran serta gan Romi…
Thanks… thanks very much… thankiu banget…

to Pak dadan,
saya kok jadi bingung ya ama jawaban pak dadan berikut.

Ini terbukti, setelah diadakannya TeSCA, tingkat webometric kampus-kampus yang ikut TeSCA, meningkat lho…

Dari statement tsb., dapat saya katakan bahwa ada korelasi antara parameter Smart Campus dgn Webometrics. Atau setidaknya, pemenang Smart Campus dapat dipastikan akan berprestasi di tingkat dunia, khususnya Webometrics.

Jika memang demikian, mengapa penghuni peringkat atas Webometrics asal Indonesia, tidak seluruhnya divisitasi, atau diterima sebagai kandidat pemenang utk kemudian dinilai dan atau diverivikasi oleh juri ?
Jika benar, mengapa ada kandidat pemenang yg divisitasi oleh juri (dianggap laik utk jadi calon juara), tapi ternyata kok tidak masuk peringkat Webometrics ?
Apa ini berarti standar Smart Campus lebih tinggi ketimbang Webometrics ? Atau bisa jadi, kampus yg sudah diakui Webometrics sebagai Top 4000 dunia, dianggap oleh juri masih tak laik utk dinilai ?

Trims

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

I'm the one with my own vision. Vision to give my wisdom on surrounding society. Especially my lovely wife and 2 kids, my parents and all my family, my all friends at my workplace, home and anywhere you are, ...

Kategori

Indonesians’ Beautiful Sharing Network
Add to Technorati Favorites

Blog Stats

  • 267,299 hits
%d blogger menyukai ini: