Visi Pramudia

Archive for the ‘Sanseviera’ Category

Sansevieria Kirkii var Pulchra yang kami rawat, juga menunjukkan ‘kemampuannya’, yaitu memunculkan tunas atau anakannya… langsung 2 tunas… wah senengnya… Awalnya saya agak khawatir dengan var pulchra ini, karena tampak agak kering dan kerempeng… Mungkin karena sedang ‘berkonsentrasi’ untuk memunculkan anakan ya? Nah setelah anakannya keluar, var Pulchra menjadi kelihatan lebih sehat, daunnya menjadi lebih tebal dan besar… Alhamdulillah..

Ini saya share fotonya…

Anakan Sansevieria Kirkii var Pulchra

———————————————————————————–

Untuk lihat koleksi sansevieria, klik disini: Halaman Sansevieria

———————————————————————————–

Iklan

Akhirnya, Sansevieria Fischeri atau yang dikenal sebagai Sansevieria Kuku Bima yang kami rawat, memunculkan anakan atau tunas baru. Anakan Fischeri ini tumbuh dengan cepat, hanya dalam waktu beberapa hari tumbuh menjulang ke atas. Ternyata, anakan fischeri ini pada awalnya tumbuh tegak lurus ke atas, baru mungkin nanti kalau sudah lebih besar, akan melengkung membentuk seperti kukunya bima.. 🙂

Ini fotonya:

Anakan Sansevieria Fischeri

———————————————————————————–

Untuk lihat koleksi sansevieria, klik disini: Halaman Sansevieria

———————————————————————————–

Akhirnya, sansevieria ‘midnight star’ koleksiku tumbuh anakan baru… Tidak ada yang aneh sih, cuma sebagai pemula, merupakan pengalaman baru… Pantas saja, saya bingung kenapa sanse midnight starnya kok tumbuh miring, padahal saya suka putar-putar potnya agar mendapatkan cahaya matahari yang seimbang… oh, ternyata muncul tunas/ anakan baru.. 🙂

Ini foto-fotonya:

Sanseviera Midnight Starnya tumbuh miring

Anakan Sansevieria ‘Midnight Star’

———————————————————————————–

Untuk lihat koleksi sansevieria, klik disini: Halaman Sansevieria

———————————————————————————–

Sebagaimana ditulis pada posting sebelumnya, bahwa salah satu teknik perkembangbiakan sansevieria dapat dilakukan dengan teknik mencacah daun (stek daun). Nah, setelah kira-kira 2 bulan menunggu, akhirnya tunas atau anakan baru dari daun tersebut mulai muncul. Kebetulan, yang sudah muncul adalah hasil dari cacahan daun jenis Sansevieria Hahnii ‘Pagoda’. Menurut referensi dari buku, bahwa hasil cacahan daun sanse pagoda akan dominan satu warna, yaitu warna hijau, sehingga hasil mutasi tersebut disebut sansevieria ‘green mould’. Tapi kalo lihat dari foto dibawah, hasil anakan yang diperoleh kelihatannya berwarna kuning… atau mungkin nantinya akan berubah warna menjadi hijau.. Wah, maklum lah… gini nih kalo eksperimen dari pemula.. Lihat saja nanti hasilnya… 🙂

Ini dia fotonya:

Anakan dari cacahan daun Sansevieria Pagoda

———————————————————————————–

Untuk lihat koleksi sansevieria, klik disini: Halaman Sansevieria

———————————————————————————–

Ini dia, Sansevierie Pagoda yang menjadi pemenang 1 di kontes Harapan Indah Bekasi. Foto ini saya peroleh dari Pak Pangestu Hadi dari milis sansevieria_id. Buat yang belum bergabung dengan milis, silahkan untuk dapat join, banyak pakar sansevieranya lho…

Untuk lihat koleksi sansevieria, klik disini: Halaman Sansevieria

Sansevieria yang indah, tentu menjadi dambaan bagi semua kolektor. Sansevieria merupakan jenis tanaman yang cukup ‘bandel’ terhadap segala kondisi, sehingga bisa ditempatkan di tempat yang panas, dalam ruangan, maupun di tempat yang ber-AC. Namun tetap saja sansevieria memerlukan perawatan untuk memperoleh unsur hara yang diperlukan. Salah satunya adalah dengan memberikan penyiraman yang benar dan teratur.

Berikut ini adalah teknik penyiraman sansevieria agar dapat keindahan sansevieria dapat dicapai. Tulisan tersebut saya peroleh dari milis sansevieria, dan sumber utamanya adalah dari buku “Pesona Sansevieria” karangan Ir. Sentot Pramono. Semoga Berguna.

Untuk mendapatkan sansevieria yang indah dan memukau, tentu tidak terlepas dari teknik perawatan yang tepat. Sifatnya yang bandel dan tahan terhadap kondisi tumbuh seperti apa pun, membuat sansevieria sangat mudah dirawat. Namun tetap saja, kita harus sungguh-sungguh dalam melakukan perawatan tersebut.

Salah satu faktor yang perlu diketahui dalam perawatan sansevieria ini adalah penyiraman.
Penyiraman merupakan upaya untuk memenuhi kebutuhan air tanaman dan mengganti kehilangan air dari media. Besarnya kebutuhan air sangat dipengaruhi oleh jenis sansevieria, fase pertumbuhan tanaman, suhu lingkungan, kondisi pencahayaan, dan kondisi lingkungan (indoor atau outdoor).

Berikut ini adalah prinsip dasar penyiraman sansivieria yang bisa Anda terapkan.

  • Jenis sansevieria yang berdaun lebar dan tipis, seperti S. trifasciata, membutuhkan air lebih banyak dibandingkan dengan jenis yang mempunyai daun tebal dan sempit seperti S. cylindrica.
  • Pada lingkungan dengan suhu tinggi, kelembapan udara rendah, dan sinar matahari melimpah, kebutuhan air lebih tinggi. Sebaliknya, pada suhu rendah, minim cahaya matahari, dan kelembapan udara tinggi akan menurunkan tingkat kebutuhan air.
  • Jenis wadah memengaruhi jumlah air yang dibutuhkan. Pot yang terbuat dari tanah liat akan meloloskan uap air dari permukaannya, sehingga air dalam media tanam akan segera habis.
  • Gejala kelebihan air sama dengan gejala kekurangan air, di antaranya tanaman layu, warna tepi daun menjadi kecokelatan, daun baru tumbuh kerdil, dan pertumbuhan terhambat.
  • Kelebihan air dapat mendorong oksigen keluar dari media tanam tanaman. Tenaman akan mudah terserang oleh berbagai penyakit, baik yang disebabkan oleh jamur maupun bakteri.

————————————————————

Untuk lihat koleksi sansevieria, klik disini: Halaman Sansevieria

————————————————————

Inilah salah satu kelebihan dari Sansevieria, bahwa untuk memperbanyak koleksi sansevieria, dapat dilakukan dengan cara yang cukup mudah, yaitu dengan cara mencacah daun… Saya sebetulnya masih pemula disini, dan sedang berexperiment memperbanyak daun dengan cara mencacah ini. Saya sedang coba untuk jenis Sansevieria Pagoda, dan Sansevieria Gold Flame. Katanya, teknik cacah ini akan menghasilkan tunas atau anakan dengan menghilangkan warna kuningnya… pengen coba aja, gimana ya kalo gold flame yang mayoritas warna kuning menjadi hijau semua…

Tulisan di bawah ini adalah referensi dari Majalah Trubus tentang teknik perbanyakan sanseviera melalui pencacahan… Semoga berguna..

Berikut adalah teknik dan trik perbanyakan sanse menurut Iwan Hendrayanta, kolektor sanse di Permata Hijau, Jaksel.

1. Siapkan tanaman induk bahan cacah. Induk mesti sehat dengan panjang daun minimal 15-20 cm.

2. Potong-potong daun sepanjang 5 cm. Susun potongan daun di tempat terpisah supaya tidak terbalik bagian pangkal dan ujung. Bila salah menanam-bagian ujung yang ditancapkan ke media-tunas tak bakalan muncul.

3. Seluruh bagian daun dapat digunakan, termasuk pangkal. Daun yang lebar, dibagi dua.

4. Siapkan pot. Lubangi lagi bagian dasar yang masih tertutup supaya air siraman tidak mengendap. Itu mengurangi risiko busuk.

5. Letakkan styrofoam di dasar pot untuk menambah porositas dan aerasi lancar.

6. Masukkan media pasir hingga ½-¾ volume pot.

7. Olesi pangkal cacahan daun sansevieria dengan perangsang akar. Olesi ujung daun dengan fungisida untuk menghindari busuk.

8. Tanam cacahan daun di media, lalu pendam dengan sisa media hingga mendekati bibir pot.

9. Hasil tanam, jangan disiram dan kena hujan hingga 3 minggu. Letakkan di tempat ternaungi.

10. Anakan siap dipisahkan setelah 4-5 bulan atau memiliki 3 daun. Sebetulnya bila daun sehat, anakan dengan 1 daun pun siap dipisah.

11. Tanam anakan di media campuran pasir dan sekam bakar dengan perbandingan 1:1. Perawatan selanjutnya seperti tanaman dewasa. Pemberian pupuk 2 kali seminggu diberikan lewat daun.***

(TRUBUS edisi Maret 2008 )

———————————————————————————–

Untuk melihat hasil cacahan daun, klik disini: Anakan Cacahan Daun Sansevieria Pagoda

Untuk lihat koleksi sansevieria, klik disini: Halaman Sansevieria

———————————————————————————–


I'm the one with my own vision. Vision to give my wisdom on surrounding society. Especially my lovely wife and 2 kids, my parents and all my family, my all friends at my workplace, home and anywhere you are, ...

Kategori

RSS Orido

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.
Indonesians’ Beautiful Sharing Network
Add to Technorati Favorites

Blog Stats

  • 291.032 hits
Iklan