Visi Pramudia

Posts Tagged ‘ict

Ketika mengunjungi BaliCamp di Bali, pada malam harinya kami makan malam di D’Cost Seafood, Denpasar, Bali.  D’Cost merupakan restoran yang menyediakan makanan dengan mutu yang baik dengan harga yan relatif murah, sesuai dengan tag line D’Cost: Mutu Bintang Lima, Harga Kaki Lima…

Yang menarik dari restoran D’Cost adalah variasi makanan yang banyak, penyajian yang cepat, mutu (rasa) yang baik, ruangan yang bersih dan pelayanan yang baik. Tak heran jika D’Cost selalu penuh oleh pelanggan.

Ruangan yang bersih dan pelayanan yang baik D’Cost

Restoran D’Cost memanfaatkan penggunaan ICT (Information & Communication Technology) dengan baik untuk mempercepat proses order dan delivery. Pelayan-pelayan di D’Cost sudah fasih menggunakan PDA-nya untuk mencatat order pelanggan, yang langsung terkoneksi menggunakan Wi-Fi. Order-order terserbut tercatat dengan baik dalam sebuah database, sehingga dapat dilakukan data mining untuk prioritas masakan yang harus dibuat oleh chef di dapur…

Penggunaan PDA sebagai Order Tool di D’Cost

Wah, salut yah untuk D’Cost… Pertahankan harganya dan tingkatkan terus kualitasnya ya…

Telkom Group mendukung sepenuhnya kelangsungan kegiatan INAICTA 2008 pada tanggal 7-8 Agustus 2008 di Jakarta Convention Center (JCC) dan berharap ajang tersebut merupakan awal dari kebangkitan industri teknologi informasi dan komunikasi (ICT) dalam negeri, sesuai dengan tema INAICTA 2008: Kebangkitan Nasional melalui Kreativitas Digital. 
Kebangkitan Nasional melalui Kreatifitas Digital tidak lepas dari berbagai pihak, mulai dari Pemerintah selaku regulator, Industri kreatif maupun Akademisi (Sekolah dan Perguruan Tinggi) yang menciptakan asset masa depan bangsa. 

Oleh karena itu, TELKOM berperan aktif mendukung dan mewadahi tumbuhnya kreativitas digital melalui “Inisiatif INDIGO” sebagai inkubator industri kreatif di Tanah Air. Khusus untuk kalangan Akademisi, TELKOM telah mengenalkan ICT di kalangan Sekolah melalui Internet Goes to School dan penyediaan infrastriktur SchoolNet, dan berupaya meningkatkan pendayagunaan ICT di kalangan Perguruan Tinggi melalui program TELKOM Smart Campus termasuk penyediaan infrastruktur JARDIKNAS yang merupakan jaringan terbesar di Indonesia.

Program TELKOM Smart Campus diluncurkan sebagai wujud kepedulian TELKOM untuk turut membangun bangsa Indonesia melalui pengenalan ICT di kalangan Perguruan Tinggi yang merupakan asset masa depan bangsa. Smart Campus menciptakan Smart People untuk menjadi Smart Society, sehingga terwujud Smart Nation.

Pada INAICTA 2008 ini, TELKOM mempersembahkan TELKOM Smart Campus Award (TeSCA) sebagai salah satu kategori dimaksudkan sebagai ajang benchmarking di antara kampus-kampus di tanah air yang akan menjadikan center of excellence.

TELKOM juga berperan dalam penggalangan peserta TeSCA, yang kemudian diikuti oleh 68 Perguruan Tinggi. Setelah dilakukan Desk Assessment oleh Dewan Juri, maka terpilih 15 Perguruan Tinggi sebagai nominator TeSCA. Dewan Juri melakukan On-site Assessment terhadap 15 Nominator, dan telah dikukuhkan pemenang TeSCA berdasarkan kategori sebagai berikut:

Best Of the Best:
Winner: Universitas Bina Nusantara
Merit: Universitas Indonesia

Best Access & Connectivity:
Winner: Universitas Bina Nusantara
Merit: Universitas Indonesia

Best Content & Application:
Winner: Universitas Indonesia
Merit: Universitas Bina Nusantara

Special Mention:
Universitas Komputer Indonesia

Selamat ya kepada para pemenang…

Dirut TELKOM Rinaldi Firmansyah bersama dengan pemenang TeSCA 2008 didampingi oleh MENKOMINFO Mohammad Nuh.

Di ajang CommunicAsia 2008, saya sempat juga masuk ke stand Irdeto, Streamezzo dan Verimatrix sebagai vendor MultiPlay Service.

Irdeto bergerak di content security, dan menyediakan solusi yang komprehensif untuk Digital TV, IPTV, dan Mobile TV.

Streamezzo adalah application provider dari Prancis yang menyediakan aplikasi mobile TV yang dikembangkan dalam bahasa Java.

Verimatrix adalah perusahaan yang mengembangkan Video Content Authority System (VCAS). Salah satu produk unggulan dari Verimatrix adalah VideoMark Forensic Watermarking, yaitu suatu aplikasi yang memungkinkan untuk menerapkan suatu kode pada IPTV, sehingga apabila terjadi suatu pembajakan konten, maka akan dapat terdeteksi pengguna, waktunya, dsb.

Versi presentasinya bisa di klik disini: communicasia-report

Other Downloadable Articles & Presentation can be found here: Download Page

Masih di CommunicAsia 2008, saya bertemu dengan Powertel, sebuah perusahaan di Indonesia yang bergerak di service seperti Optical Fiber Backbone, Metro Ethernet, dan Broadband over Powerline. Yang menarik dari ajang CommunicAsia 2008, bahwa Powertel menjelaskan strategi bisnisnya untuk mengembangkan IPTV di Indonesia dengan tag line: “Indonesia Super Highway Corridor”.

Ir. Terni Efendi, MSc., direktur Powertel, menjelaskan bahwa saat ini Powertel sedang mendeploy Fiber Optic di Jakarta dan Bandung. Akhir tahun 2008, rencananya Powertel akan selesai mendeploy Fiber Optic sampai dengan Surabaya. Tahun 2009, akan mulai mengembangkan Fiber Optic di Sumatera dan Kalimantan.

Dalam mengembangkan IPTV, Powertel menggandeng SyQic Capital, perusahaan IPTV dari Malaysia dengan Brand Yoonic TV. Yoonic TV telah melengkapi modul advertising. Pemasang iklan dapat melihat jumlah hit terhadap iklannya, sehingga dapat terlihat, apakah iklannya tepat sasaran. Selain itu, Yoonic TV dapat melihat jumlah pelanggannya yang sedang menonton secara real time.

Kalau pengen lihat versi presentasinya, klik disini: powertel

Other Downloadable Articles & Presentation can be found here: Download Page

Selaku tuan rumah CommunicAsia, Singtel menampilkan cukup banyak solusi ICT, diantaranya Mio TV dan Mobile LIVECam yang menarik perhatian saya.

Mio TV adalah sebuah layanan Pay TV menggunakan teknologi IPTV dengan kualitas High Definition (HD). Mio TV dapat diakses melalui mobile phone (mio TV on mobile). Namun saat ini mio TV masih belum mengimplementasikan skema bisnis advertising, yang dipercayai sebagai new revenue generator dalam bisnis IPTV. Ketika ditanya, katanya sih dalam pengembangan. Mungkin mio TV harus belajar kepada Yoonic TV selaku provider IPTV dari Malaysia yang sudah mengembangkan skema bisnis advertising pada IPTVnya.

Singtel juga menampilkan Mobile LIVECam yaitu sebuah survaillance camera yang diintegrasikan dengan teknolog video call, sehingga dapat dimonitor bahkan diremote langsung melalui 3G Mobile Phone. Mobile LIVECam Camera yang berbentuk seperti sebuah helm kecil ini dilengkapi dengan mode pan, tilt, zoom, infrared, dan brightness adjustment. Hasil dapat direkam melalui MicroSD, serta dilengkapi microphone untuk merekam suara. Harganya S$ 199. Ada yang berminat?

Presentasinya ada disini: Singtel

Other Downloadable Articles & Presentation can be found here: Download Page

 

Masih dari pengalaman di CommunicAsia, Singapura bulan Juli lalu. Saya mampir ke stand NTT Docomo yang terlihat menarik dengan tulisan LTE (Super 3G) berwarna merah.

NTT Docomo menampilkan pengembangan yang mereka lakukan pada teknologi Long Term Evolution (LTE) atau Super 3G yang merupakan batu loncatan ke teknologi 4G (IMT-Advance). Dari hal tersebut, jelas bahwa Docomo memiliki visi teknologi yang jelas untuk masa depan: fourth generation mobile telephony technology.
Dalam pembicaraan dengan Sadayuki Abeta (Manager of Radio System Group – NTT Docomo), ditegaskan bahwa Docomo secara pasti memilih teknologi LTE dan meninggalkan teknologi WiMax.

Kenapa NTT Docomo memilih teknologi LTE? Presentasi berikut ini menjelaskan pemilihan teknologi LTE oleh NTT Docomo: Presentasi NTT Docomo

 

Other Downloadable Articles & Presentation can be found here: Download Page

Jalan-jalan di CommunicAsia bulan Juli lalu, cukup mendapatkan pengalaman. Pengalaman menarik dimulai dari pertama kali registrasi. Begitu banyak orang sduah berkumpul sebelum  pintu masuk dibuka, dan ketika dibuka, semua orang berantri dengan rapih menunggu giliran untuk registrasi.

Event CommunicAsia di Singapura ini, selalu menjadi ajang benchmarking dan business meeting bagi perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang ICT. Tidak diragukan lagi, setiap event ini dimulai selalu berlimpah orang untuk menghadiri, tidak dari Singapura saja, melainkan dari negara-negara lain, seperti Thailand, Philipina, Jepang, Malaysia dan tentunya Indonesia.

Yang menarik ketika masuk, kami bertemu dengan stand Google Enterprise sebagai salah satu exhibitor. Google Enterprise merupakan subsidiary dari www.google.com, menyediakan alat pencari dokumen (searching engine tool) bagi perusahaan/ enterprise. Dengan Google Enterprise, pencarian dokumen baik di Jaringan Intranet Perusahaan maupun Internet menjadi lebih cepat.

Alatnya berupa box menyerupai router ada yang warna biru (kapasitas kecil dengan kemampuan 300 ribu dokumen) dan warna kuning (yang kapasitasnya besar dengan kemampuan hingga 30 juta dokument). Di sini, saya tidak akan membahas produknya, karena produknya bisa dibrowsing di http://www.google.com/enterprise/. Tapi yang menarik adalah bahwa Google yang bergerak sebagai perusahaan dotcom, ternyata juga memasuki bisnie di bidang hardware + aplikasi untuk Enterprise Market (Enterprise IT & Value Added Service). Demand IT Service yang meningkat menggiurkan bagi Google, apalagi dengan kapabilitas Searching Engine yang kuat, memantapkan langkah Google untuk menggeluti IT Service. Bisnis IT Service semakin menarik, karena ternyata bukan hanya perusahaan dari bidang connectivity service saja yang tertarik (seperti BT, Deutsche Telekom, dll), atau peusahaan hardware seperti IBM, tapi ternyata juga menarik bagi perusahaan dotcom seperti Google.

Presentasi tentang Google Enterprise ada disini: Google Enterprise

Other Downloadable Articles & Presentation can be found here: Download Page

Perkembangan dan kemajuan teknologi, telah membukakan babak baru penanganan kesehatan dan pengobatan manusia. Pengobatan robotik, simulator, dan diagnosa hologram adalah merupakan masa depan pelayanan kesehatan. Bisa dibayangkan, dengan teknik simulator hologram, maka seorang dokter dapat mengambil tindakan medis bagi pasien yang berada pada lokasi yang berbeda. Maka dengan kemajuan teknologi di bidang medis tersebut, diharapkan akan muncul banyak alternatif solusi pengobatan, banyak pasien yang diobati dengan waktu yang singkat, dan sehingga tercapai tingkat kesejahteraan yang lebih baik.

Melalui posting ini, saya akan sharing presentasi yang pernah saya buat, berkaitan dengan masa depan healthcare (the future of healthcare). Semoga berguna… untuk menambah wawasan saja…

Silahkan untuk mendownload presentasi disini: Future Healthcare

—-

Presentasi dan artikel lainnya bisa dilihat disini: Halaman Download

—-

PCCW Limited didirikan oleh Richard Li Tzar Kai, anak dari Biliuner Hongking, Li Ka Shing. Pada bulan Agustus 2000, PCCW mengakuisisi Hong Kong Telecom mejadikan PCCW sebagai perusahaan telekomunikasi terbesar di Hongkong.

Pada Januari 2003, PCCW membentuk anak perusahaan dengan nama Cascade. Cascade melayani PCCW dalam servis dan operasi network telekomunikasi, dan menyediakan design network infrastruktur, consulting solutions, project management, maintenance dan technical support.

Financial Performance

Tahun 2006, pendapatan PCCW meningkat 14% dari US$ 2,885 pada tahun 2005 menjadi di US$ 3,287. Pertumbuhan ini dikontribusi oleh pertumbuhan TV & Content yang merupakan revenue driver yang baru, dengan pertumbuhan mencapai 71% YoY. Now TV sudah terinstall 758,000 dengan 130 channel, serta memiliki advertising dan interactive service sebagai new revenue stream.

PCCW customer based tumbuh 25% setelah mengakuisisi 100% SUNDAY Asset. Paltform yang digunakan adalah GSM dengan me-launch layanan 3G. Cross platform service: NowTV, Moov, MobileTix, snaap!, EasyWatch, siap untuk menuju integrated services, Quad Play.

Adapun revenue growth diperoleh juga dari anak perusahaan PCCW: CASCADE, Contact Centers dan PCCW Global.

Operational & Strategic Review

Sejak tahun 2006, PCCW intensif untuk melakukan investasi di Quad Play Platform, yang menginte-grasikan empat layanan, yaitu:

  • Fixed Line
  • Broadband (Netvigator)
  • Pay TV (NowTV)
  • Mobile (PCCWMobile)

PCCW telah melakukan strategic partnership dengan CNC China. PCCW telah melakukan akuisisi 50% CNC Broadband China yang memiliki layanan broadband kepada lebih dari 250.000 subscriber di Hanzhou dan Ningbo. Selain itu, PCCW Global telah menandatangani kontrak dengan China Netcom dalam penyelenggaraan 30 Megabyte connectivity antara Hongkong dengan US.

PCCW Global

Keith Wong menjelaskan bahwa saat ini PCCW Global memiliki IP Backbone terbesar di Asia Pasific Region. IP Backbone meliputi 49 node di 18 negara, serta 30 node public Internet Exchange. PCCW memiliki koneksi dengan Jakarta melalui Singtel Singapore.

Adapun Solusi Enterprise yang diprovide oleh PCCW Global meliputi:

  • International Ethernet Private Line (IEPL)
  • International Managed Bandwith Services (IMBS)
  • Serv ice Provider Solution
  • Cellular Backhaul Service
  • IP Transit
  • Hosted PBX
  • MPLS VPN Solutions
  • VoIP Switch Partition (VPS) Service
  • Satellite Solutions
  • IP-VPN
  • Broadband VSAT Service
  • Broadband Global Area Network (BGAN)
  • Mobile Messaging Services
  • Global Audio Conferencing Services.
  • Managed Equiptment Services.
  • Managed Security Services.

PCCW’s Integrated Technology Platform

Jika kita mendengar berita bahwa Google berambisi menguasai pangsa iklan di Internet, atau menguasai pangsa data center, atau bahkan pangsa peta satelit online, mungkin itu sudah bukan hal baru di telinga kita. Tetapi bagaimana jika yang kita dengan adalah ambisi terbaru Google untuk menguasai pangsa telepon seluler? Tentunya hal ini akan benar-benar menjadi berita baru dari sederetan ambisi Google selama ini.

Google mempunyai alasan cukup kuat untuk melirik pangsa ini, karena perkembangan teknologi telepon seluler sewasa ini sudah bukan merupakan evolusi lagi, melainkan sebuah revolusi. Babak baru dalam dunia telekomunikasi nirkabel ini terus bergulir dengan cepat. Jika sekarang seseorang mempunyai PC di rumah, dan notebook untuk ke kantor atau kuliah, serta berkomunikasi melalui telepon seluler. Maka pergerakkan yang kemudian terjadi sekarang adalah, orang mulai berpikir bagaimana menyatukan semuanya dalam satu genggaman. Sebenarnya hal tersebut telah mulai dipenuhi dengan munculnya PDA/smartphone, di mana seseorang dapat merangkum semua kebutuhan komputasinya dalam satu genggaman. Dan perkembangan inilah yang membuat Google berambisi untuk menguasai pangsa ini.

Sebenarnya niat Google untuk berekspansi ke bidang seluler telah tercium sejak awal tahun 2005 lalu, saat Google mengakuisisi sebuah perusahaan software mobile bernama Android. Pengembang software ini sendiri, saat ini ditunjuk sebagai pengembang Android di Google. Android sendiri dirancang sebagai sebuah software seluler open source berbasis Java, dalam jaringan 3G dengan teknologi GPS.
Namun satu hal yang mengherankan dari Google adalah pada saat peluncuran Android sendiri. Ternyata peluncuran sistem operasi seluler ini digawangi oleh 34 perusahaan software maupun semi konduktor yang tergabung dalam OHA (Open Handset Alliance). Jawabannya mungkin tak akan jauh berbeda dengan ekspektasi Google dari industri Internet selama ini, yaitu pangsa iklan. Apa yang membuat Google bersemangat mengembangkan Android ternyata adalah kecenderungan akan berpindahnya minat masyarakat dalam mengakses Internet, dari PC atau notebook ke handphone. Dengan begitu tak pelak lagi semua iklan online maupun belanja online juga akan berpindah ke perangkat genggam ini. Itulah salah satu alasan cerdas Google dalam mengembangkan Android. Google sendiri menyatakan kepada CNET bahwa Android baru akan diluncurkan ke pasar pertengahan tahun 2008 yang akan datang. (source: http://beritanet.com/)

I'm the one with my own vision. Vision to give my wisdom on surrounding society. Especially my lovely wife and 2 kids, my parents and all my family, my all friends at my workplace, home and anywhere you are, ...

Kategori

RSS Orido

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.
Indonesians’ Beautiful Sharing Network
Add to Technorati Favorites

Blog Stats

  • 296.360 hits