Visi Pramudia

Posts Tagged ‘pohon

Lembang adalah kota kecil di Utara kota Bandung, merupakan salah satu tujuan wisata pegunungan yang tetap menampilkan pesonanya tersendiri. Tak heran jika setiap hari sabtu, minggu ataupun hari lubur lainnya, jalan menuju Lembang dari Bandung selalu padat, bahkan seringkali macet. Pasar Lembang, menjadi central transit, baik untuk makan siang, membeli oleh-oleh atau sekedar memakan ketan bakar. Tak jauh dari situ, terdapat tempat untuk meminum susu murni. Lebih jauh lagi ke arah Subang, maka akan terlihat hamparan kebun teh sebagai wisata keluarga… tea walk, misalnya.

Namun ada hal yang baru di Lembang, dimana kita dan keluarga dapat bermain outdoor game. Tepat di persimpangan jalan raya Lembang dan jalan Cisarua, terdapat sebuah restoran (aduh… namanya lupa, ada yang tau?) yang di belakangnya terdapat kebun Strawberry yang dilengkapi sarana permainan: track offroad bermain ATV (untuk anak-anak), rumah pohon untuk bermain flying fox, dan berkuda mengelilingi kebun strawberry.

Sebetulnya tujuan saya ke Lembang karena adanya pertemuan keluarga besar yang tergabung dalam Paguyuban 8. Setelah pertemuan keluarga itu selesai, maka kami sekeluarga menyempatkan berkunjung ke kebun strawberry tersebut. Wah… anak-anak kami, key dan jesse, sangat senang sekali. Selain cuacanya yang mendukung, sejuk dan cerah, permainan-permainan yang disediakan merupakan hal yang baru bagi anak-anak kami.

Yang paling menarik adalah bermain flying fox dengan Key. Awalnya, key memang sangat tertarik dengan rumah pohon. Maka ketika melihat rumah pohon sebagai starting point peluncuran flying fox, dengan semangat key menaiki tangga menuju rumah pohon. Wah… Key hebat, gak takut ketinggian…

Nah, dari rumah pohon itu, key tertarik untuk meluncur ke bawah menggunakan ‘flying fox’… maka meluncurlah key tandem denganku… Asyik lho…

Ini dia foto-foto kenangan kami:

Tangga menuju rumah pohon, tempat peluncuran ‘flying fox’

Bermain ATV bersama Key…

Jesse menunggang kuda bersama mama…

Key berperan sebagai fire fighter, di atas kuda

Iklan

Hari minggu kemarin, sewaktu sedang merawat tanaman-tanaman pot yang ada di pekarangan rumah, secara tidak sengaja, mata saya terpaut oleh tanaman yang sering saya acuhkan: PALEM PUTRI. Iya, Palem Putri ini sering saya acuhkan, karena hampir setiap hari minimal dua kali saya lihat, yaitu ketika keluar rumah dan ketika masuk rumah… haha, karena palem putri tersebut letaknya memang tepat di depan rumah.

Namun pada hari minggu tersebut, Palem Putri tersebut menunjukkan keindahannya, terutama dengan kehadiran bijinya yang subur, berwarna merah merekah…. membuat palem putri ini kelihatan sangat indah seperti putri bangsawan…

Klik… langsung saja saya foto… ini dia fotonya:

Ini biji palem putri:

Keren kan… Saya close up lagi bijinya:

nah seperti itu detail dari biji palem putri… Warna merah yang menyala… kokoh menggantung di tangkai-tangkainya yang berwarna putih bersih.

Sekilas tentang palem putri, menurut IPTEKNET, klasifikasi botani palem putri adalah sebagai berikut:

  • Divisi : Spermatophyta
  • Sub divisi : Angiospermae
  • Kelas : Monocotyledonae
  • Keluarga : Aracaceae (Palmaceae)
  • Genus : Archontophoenix,Mascarena, Cyrtostachys, Roystonea
  • Spesies : Ravenea sp. (palem putri);
  • Palem Putri berasal dari Madagaskar, bentuknya seperti palem raja, namun tampak kecil, makanya disebut ‘putri’. Sebagaiman keluarga palem, maka palem putri termasuk dalam keluarga Kaum Bangsawan dari Keluarga Tanaman.

    Finally, Palem Putri ini telah memberikan puluhan anakan dari biji yang jatuh di halaman rumahku. Palem Putri ini baik ya…

    Sansevieria yang indah, tentu menjadi dambaan bagi semua kolektor. Sansevieria merupakan jenis tanaman yang cukup ‘bandel’ terhadap segala kondisi, sehingga bisa ditempatkan di tempat yang panas, dalam ruangan, maupun di tempat yang ber-AC. Namun tetap saja sansevieria memerlukan perawatan untuk memperoleh unsur hara yang diperlukan. Salah satunya adalah dengan memberikan penyiraman yang benar dan teratur.

    Berikut ini adalah teknik penyiraman sansevieria agar dapat keindahan sansevieria dapat dicapai. Tulisan tersebut saya peroleh dari milis sansevieria, dan sumber utamanya adalah dari buku “Pesona Sansevieria” karangan Ir. Sentot Pramono. Semoga Berguna.

    Untuk mendapatkan sansevieria yang indah dan memukau, tentu tidak terlepas dari teknik perawatan yang tepat. Sifatnya yang bandel dan tahan terhadap kondisi tumbuh seperti apa pun, membuat sansevieria sangat mudah dirawat. Namun tetap saja, kita harus sungguh-sungguh dalam melakukan perawatan tersebut.

    Salah satu faktor yang perlu diketahui dalam perawatan sansevieria ini adalah penyiraman.
    Penyiraman merupakan upaya untuk memenuhi kebutuhan air tanaman dan mengganti kehilangan air dari media. Besarnya kebutuhan air sangat dipengaruhi oleh jenis sansevieria, fase pertumbuhan tanaman, suhu lingkungan, kondisi pencahayaan, dan kondisi lingkungan (indoor atau outdoor).

    Berikut ini adalah prinsip dasar penyiraman sansivieria yang bisa Anda terapkan.

    • Jenis sansevieria yang berdaun lebar dan tipis, seperti S. trifasciata, membutuhkan air lebih banyak dibandingkan dengan jenis yang mempunyai daun tebal dan sempit seperti S. cylindrica.
    • Pada lingkungan dengan suhu tinggi, kelembapan udara rendah, dan sinar matahari melimpah, kebutuhan air lebih tinggi. Sebaliknya, pada suhu rendah, minim cahaya matahari, dan kelembapan udara tinggi akan menurunkan tingkat kebutuhan air.
    • Jenis wadah memengaruhi jumlah air yang dibutuhkan. Pot yang terbuat dari tanah liat akan meloloskan uap air dari permukaannya, sehingga air dalam media tanam akan segera habis.
    • Gejala kelebihan air sama dengan gejala kekurangan air, di antaranya tanaman layu, warna tepi daun menjadi kecokelatan, daun baru tumbuh kerdil, dan pertumbuhan terhambat.
    • Kelebihan air dapat mendorong oksigen keluar dari media tanam tanaman. Tenaman akan mudah terserang oleh berbagai penyakit, baik yang disebabkan oleh jamur maupun bakteri.

    ————————————————————

    Untuk lihat koleksi sansevieria, klik disini: Halaman Sansevieria

    ————————————————————

    Inilah salah satu kelebihan dari Sansevieria, bahwa untuk memperbanyak koleksi sansevieria, dapat dilakukan dengan cara yang cukup mudah, yaitu dengan cara mencacah daun… Saya sebetulnya masih pemula disini, dan sedang berexperiment memperbanyak daun dengan cara mencacah ini. Saya sedang coba untuk jenis Sansevieria Pagoda, dan Sansevieria Gold Flame. Katanya, teknik cacah ini akan menghasilkan tunas atau anakan dengan menghilangkan warna kuningnya… pengen coba aja, gimana ya kalo gold flame yang mayoritas warna kuning menjadi hijau semua…

    Tulisan di bawah ini adalah referensi dari Majalah Trubus tentang teknik perbanyakan sanseviera melalui pencacahan… Semoga berguna..

    Berikut adalah teknik dan trik perbanyakan sanse menurut Iwan Hendrayanta, kolektor sanse di Permata Hijau, Jaksel.

    1. Siapkan tanaman induk bahan cacah. Induk mesti sehat dengan panjang daun minimal 15-20 cm.

    2. Potong-potong daun sepanjang 5 cm. Susun potongan daun di tempat terpisah supaya tidak terbalik bagian pangkal dan ujung. Bila salah menanam-bagian ujung yang ditancapkan ke media-tunas tak bakalan muncul.

    3. Seluruh bagian daun dapat digunakan, termasuk pangkal. Daun yang lebar, dibagi dua.

    4. Siapkan pot. Lubangi lagi bagian dasar yang masih tertutup supaya air siraman tidak mengendap. Itu mengurangi risiko busuk.

    5. Letakkan styrofoam di dasar pot untuk menambah porositas dan aerasi lancar.

    6. Masukkan media pasir hingga ½-¾ volume pot.

    7. Olesi pangkal cacahan daun sansevieria dengan perangsang akar. Olesi ujung daun dengan fungisida untuk menghindari busuk.

    8. Tanam cacahan daun di media, lalu pendam dengan sisa media hingga mendekati bibir pot.

    9. Hasil tanam, jangan disiram dan kena hujan hingga 3 minggu. Letakkan di tempat ternaungi.

    10. Anakan siap dipisahkan setelah 4-5 bulan atau memiliki 3 daun. Sebetulnya bila daun sehat, anakan dengan 1 daun pun siap dipisah.

    11. Tanam anakan di media campuran pasir dan sekam bakar dengan perbandingan 1:1. Perawatan selanjutnya seperti tanaman dewasa. Pemberian pupuk 2 kali seminggu diberikan lewat daun.***

    (TRUBUS edisi Maret 2008 )

    ———————————————————————————–

    Untuk melihat hasil cacahan daun, klik disini: Anakan Cacahan Daun Sansevieria Pagoda

    Untuk lihat koleksi sansevieria, klik disini: Halaman Sansevieria

    ———————————————————————————–


    I'm the one with my own vision. Vision to give my wisdom on surrounding society. Especially my lovely wife and 2 kids, my parents and all my family, my all friends at my workplace, home and anywhere you are, ...

    Kategori

    RSS Orido

    • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.
    Indonesians’ Beautiful Sharing Network
    Add to Technorati Favorites

    Blog Stats

    • 285.987 hits
    Iklan