Visi Pramudia

Posts Tagged ‘rasulullah

“Tahukah kamu orang yang mendustakan agama? Itulah orang yang menghardik anak yatim, dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin.” (Al-Maa’uun [107]:1-3)
 
Berdasarkan Hadits Nabi, siapa sih yang termasuk dalam golongan orang miskin?
 
Imam an-Nawawi dalam Riyadhus Shalihin menulis yang artinya sebagai berikut:
 
Dari Abu Hurairah r.a., ia berkata, Rasulullah saw. Bersabda, ”Orang miskin bukanlah orang yang ditolak karena meminta sebutir atau dua butir korma, bukan pula ditolak karena meminta satu atau dua suap makanan. Tetapi, orang miskin adalah orang yang menjaga kehormatan diri dengan tidak meminta-minta.” (Muttafaq ’alaih)
 
Dalam sebuah riwayat dalam ash-Shahiihain dinyatakan, ”Orang miskin bukanlah orang yang berkeliling (meminta-minta) kepada manusia, lalu ditolak untuk mendapat satu atau dua suap makanan, satu atau dua butir korma. Tetapi, orang miskin adalah yang kebutuhannya tidak tercukupi, keadaannya tidak diketahui sehingga tidak ada yang bersedekah kepadanya dan tidak pula pergi meminta-minta kepada manusia.”
 
Adapun amalannya bagi kita yang menyantuni orang miskin adalah sebagai berikut:
 
Dari Abu Hurairah r.a. bahwa Nabi saw. Bersabda, ”Orang yang menyantuni kaum janda dan orang-orang miskin adalah setara dengan orang yang berjihad di jalan Allah.” Aku mengira, Rasulullah saw. Juga bersabda, ”Dia juga seperti orang yang bertahajjud yang tidak merasa lelah dan seperti orang yang berpuasa yang tidak pernah berbuka.” (Muttafaq ’alaih)
 
Berikut ini adalah kisah keluarga Rizal Syam yang serba kekurangan bahkan tidak mendapatkan air bersih dan listrik sebagai kebutuhan hidup yang vital saat ini. Kisah ini saya ambil dari ”Making the new Indonesia Work for Poor” dari The World Bank, November 2006:
 
Rizal Syam dan keluarga tinggal di Tanjung Priok, Jakarta. Rizal Syam berhenti bekerja pada umur 55 tahun setelah 22 tahun bekerja di Pelabuhan Tanjung Priok. Setelah berhenti bekerja, situasi sulit mulai terasa, apalagi setelah istrinya, Nur Asmawati, di-PHK dari pabrik pada tahun 2000. Uang hasil bekerja Rizal Syam juga habis setelah merenovasi rumah orang tua mereka. Mereka berusaha mendapatkan nafkah dari penjualan nasi uduk, namun usaha tersebut tidak kunjung menghasilkan keuntungan, sehingga setelah satu tahun akhirnya mereka menjadi pengangguran lagi. Akhirnya Rizal bekerja untuk kebershian RT, mengumpulkan sampah dan membersihkan got di lingkungan RTnya dengan pendapatan Rp. 200 ribu per bulan. Sedangkan istrinya bekerja sebagai pengasuh anak (baby sitter) dengan pendapatan Rp. 200 ribu per bulan.
 

Rizal Syam bekerja sebagai pemulung sampah

 
Kemudian keluarga Rizal Syam harus hidup tanpa air bersih dan listrik, karena tidak sanggup membayar tunggakan PAM dan PLN. Hati dan mata Rizal serasa ingin menangis, karena merasa bahwa pemerintah tidak memperhatikan kebutuhan bagi masyarakat miskin seperti dia, sampai tidak dapat mendapatkan air bersih dan listrik. Namun Rizal tidak pernah meminta-minta, namun selalu berusaha untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Nur Asmawati sedang memandikan anak di belakang rumah, sebagai satu-satunya tempat untuk mandi

 
Keluarga yang seperti ini yang sebaiknya kita santuni, dan mungkin saja di sekeliling kita (tetangga) masih ada keluarga miskin yang kebutuhannya tidak tercukupi, namun karena tidak meminta-minta maka kita tidak mengetahuinya. Mari kita menyantuni mereka, dan semoga Allah menyetarakan kita dengan orang-orang yang berjihad di jalan Allah, Amien.

Iklan
Suatu hari saya pernah mengikuti ceramah yang kebetulan materinya cukup menarik buat saya. Ceritanya tentang Surat Al Qomar, yang menceritakan bahwa pada jaman Nabi, Rasulullah pernah membelah bulan… Wow… inikah salah satu mujizat dari Nabi Muhammad saw? Apabila Nabi Mussa as pernah membelah lautan, maka Nabi Muhammad pernah membelah bulan.
Kemudian saya coba browsing di Internet, dan memang terdapat bukti-bukti bahwa bulan pernah terbelah dan bersatu kembali, sebagaimana saduran dari blog: http://fisan.wordpress.com/2006/10/09/scientific-bulan-pun-telah-terbelah/
Namun kenapa ‘Mujizat’ Nabi Muhammad tidak sepopuler mujizat Nabi Mussa? Hal ini disebabkan, bahwa kaum quraish, walaupun sudah jelas-jelas diperlihatkan suatu ‘mujizat’, namun tetap mereka tidak mempercayai Nabi Muhammad. ‘Mujizat’ sesungguhnya tidak dapat membuka hidayah seseorang, melainkan atas izin Allah SWT. Nabi Muhammad tidak meng-Islamkan kaum quraish dengan ‘mujizat’nya, namun dengan akhlak dan keyakinannya…
Akan tetapi ‘mujizat’ Nabi Muhammad ini malah bisa dibuktikan di masa sekarang ini, dengan suatu teknologi dan penelitian sekarang, terbukti, bahwa memang bulan pernah terbelah lalu bersatu kembali… Banyak orang masuk Islam setelah melihat fakta ini… Yuk, kita baca tulisan dibawah ini, mudah-mudahan menambah keyakinan kita…
————–

Allah berfirman:
Sungguh telah dekat hari kiamat, dan bulan pun telah terbelah.” (Q.S. Al-Qamar: 1)
Apakah kalian akan membenarkan ayat Al-Qur’an ini yang menyebabkan masuk Islamnya pimpinan Hizb Islami Inggris? Di bawah ini adalah kisahnya.
Dalam temu wicara di televisi bersama pakar Geologi Muslim, Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar, salah seorang warga Inggris mengajukan pertanyaan kepadanya, apakah ayat dari surat Al-Qamar di atas memiliki kandungan mukjizat secara ilmiah?
Maka Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar menjawabnya sebagai berikut:
Tentang ayat ini, saya akan menceritakan sebuah kisah.
Beberapa waktu lalu, saya mempresentasikan hal itu di University Cardif, Inggris bagian Barat. Para peserta yang hadir ber-macam2, ada yang muslim dan ada juga yang bukan muslim. Salah satu tema diskusi waktu itu adalah seputar mukjizat ilmiah dari Al-Qur’an.
Salah seorang pemuda yang beragama muslim pun berdiri dan bertanya, “Wahai Tuan, apakah menurut anda ayat yang berbunyi Telah dekat hari qiamat dan bulan pun telah terbelah mengandung mukjizat secara ilmiah?
Maka saya menjawabnya: Tidak, sebab kehebatan ilmiah diterangkan oleh ilmu pengetahuan, sedangkan mukjizat tidak bisa diterangkan ilmu pengetahuan, sebab ia tidak bisa menjangkaunya. Dan tentang terbelahnya bulan, maka hal itu adalah mukjizat yang terjadi pada masa Rasul terakhir Muhammad shallallahu ‘alaihi wassalam, sebagai pembenaran atas kenabian dan kerasulannya, sebagaimana nabi2 sebelumnya.
Dan mukjizat yang kelihatan, maka itu disaksikan dan dibenarkan oleh setiap orang yang melihatnya. Andai hal itu tidak termaktub di dalam kitab Allah dan hadits2 Rasulullah, maka tentulah kami para muslimin di zaman ini tidak akan mengimani hal itu. Akan tetapi hal itu memang benar termaktub di dalam Al-Qur’an dan hadits2 Rasulullah shallallahu alaihi wassalam. Dan memang Allah ta’alaa benar2 maha berkuasa atas segala sesuatu.
Maka Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar pun mengutip sebuah kisah Rasulullah membelah bulan. Kisah itu adalah sebelum hijrah dari Mekah Mukarramah ke Madinah Munawarah. Orang2 musyrik berkata, “Wahai Muhammad, kalau engkau benar Nabi dan Rasul, coba tunjukkan kepada kami satu kehebatan yang bisa membuktikan kenabian dan kerasulanmu (dengan nada mengejek dan meng-olok2)?Rasulullah bertanya, “Apa yang kalian inginkan?” Mereka menjawab, “Coba belah bulan…” Rasulullah pun berdiri dan terdiam, berdoa kepada Allah agar menolongnya. Lalu Allah memberitahu Muhammad saw agar mengarahkan telunjuknya ke bulan. Rasulullah pun mengarahkan telunjuknya ke bulan dan terbelahlah bulan itu dengan se-benar2-nya. Serta-merta orang2 musyrik pun berujar, “Muhammad, engkau benar2 telah menyihir kami!”
Akan tetapi para ahli mengatakan bahwa sihir, memang benar bisa saja “menyihir” orang yang ada disampingnya akan tetapi tidak bisa menyihir orang yang tidak ada di tempat itu. Lalu mereka pun menunggu orang2 yang akan pulang dari perjalanan.
Orang2 Quraisy pun bergegas menuju keluar batas kota Mekkah menanti orang yang baru pulang dari perjalanan. Dan ketika datang rombongan yang pertama kali dari perjalanan menuju Mekkah, orang2 musyrik pun bertanya, “Apakah kalian melihat sesuatu yang aneh dengan bulan?” Mereka menjawab, “Ya, benar. Pada suatu malam yang lalu kami melihat bulan terbelah menjadi dua dan saling menjauh masing2-nya kemudian bersatu kembali…”
Maka sebagian mereka pun beriman, dan sebagian lainnya lagi tetap kafir (ingkar). Oleh karena itu, Allah menurunkan ayat-Nya: “Sungguh, telah dekat hari qiamat, dan telah terbelah bulan, dan ketika melihat tanda2 kebesaran Kami, merekapun ingkar lagi berpaling seraya berkata, “Ini adalah sihir yang terus-menerus”, dan mereka mendustakannya, bahkan mengikuti hawa nafsu mereka. Dan setiap urusan benar-benar telah tetap… (sampai akhir surat Al-Qamar).
Ini adalah kisah nyata, demikian kata Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar. Dan setelah selesainya Prof. Dr. Zaghlul menyampaikan hadits nabi tersebut, berdiri seorang muslim warga Inggris dan memperkenalkan diri seraya berkata, “Aku Daud Musa Pitkhok, ketua Al-Hizb Al-Islamy Inggris. Wahai Tuan, bolehkah aku menambahkan?”
Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar menjawab: “Dipersilahkan dengan senang hati.” Daud Musa Pitkhok berkata, “Aku pernah meneliti agama2 (sebelum menjadi muslim), maka salah seorang mahasiswa muslim menunjukiku sebuah terjemah makna2 Al-Qur’an yang mulia. Maka, aku pun berterima kasih kepadanya dan aku membawa terjemah itu pulang ke rumah. Dan ketika aku mem-buka2 terjemahan Al-Qur’an itu di rumah, maka surat yang pertama aku buka ternyata Al-Qamar. Dan aku pun membacanya: “Telah dekat hari qiamat dan bulan pun telah terbelah…”
Aku bergumam: Apakah kalimat ini masuk akal? Apakah mungkin bulan bisa terbelah kemudian bersatu kembali? Andai benar, kekuatan macam apa yang bisa melakukan hal itu? Maka, aku pun berhenti membaca ayat2 selanjutnya dan aku menyibukkan diri dengan urusan kehidupan se-hari2. Akan tetapi Allah maha tahu tentang tingkat keikhlasan hamba-Nya dalam pencarian kebenaran.
Suatu hari aku duduk di depan televisi Inggris. Saat itu ada sebuah diskusi antara seorang presenter Inggris dan 3 orang pakar ruang angkasa AS. Ketiga pakar antariksa tersebut bercerita tentang dana yang begitu besar dalam rangka melakukan perjalanan ke antariksa, padahal saat yang sama dunia sedang mengalami masalah kelaparan, kemiskinan, sakit dan perselisihan.
Presenter berkata, “Andaikan dana itu digunakan untuk memakmurkan bumi, tentulah lebih banyak gunanya.” Ketiga pakar itu pun membela diri dengan proyek antariksanya dan berkata, “Proyek antariksa ini akan membawa dampak yang sangat positif pada banyak segmen kehidupan manusia, baik pada segi kedokteran, industri ataupun pertanian. Jadi pendanaan tersebut bukanlah hal yang sia2, akan tetapi hal itu dalam rangka pengembangan kehidupan manusia.”
Dalam diskusi tersebut dibahas tentang turunnya astronot hingga menjejakkan kakinya di bulan, dimana perjalanan antariksa ke bulan tersebut telah menghabiskan dana tidak kurang dari 100 juta dollar. Mendengar hal itu, presenter terperangah kaget dan berkata, “Kebodohan macam apalagi ini, dana yang begitu besar dibuang oleh AS hanya untuk bisa mendarat di bulan?”
Mereka pun menjawab, “Tidak! Tujuannya tidak semata menancapkan ilmu pengetahuan AS di bulan, akan tetapi kami mempelajari kandungan yang ada di dalam bulan itu sendiri, maka kami pun telah mendapat hakikat tentang bulan itu, yang jika kita berikan dana lebih dari 100 juta dollar untuk kesenangan manusia, maka kami tidak akan memberikan dana itu kepada siapapun.”
Mendengar hal itu, presenter itu pun bertanya, “Hakikat apa yang kalian telah capai hingga demikian mahal taruhannya?” Mereka menjawab, “Ternyata bulan pernah mengalami pembelahan di suatu hari dahulu kala, kemudian menyatu kembali!
Presenter pun bertanya, “Bagaimana kalian bisa yakin akan hal itu?” Mereka menjawab, “Kami mendapati secara pasti dari batu2-an yang terpisah (karena) terpotong di permukaan bulan sampai di dalam (perut) bulan. Kami meminta para pakar geologi untuk menelitinya, dan mereka mengatakan, “Hal ini tidak mungkin terjadi kecuali jika memang bulan pernah terbelah lalu bersatu kembali!”
Mendengar paparan itu, ketua Al-Hizb Al-Islamy Inggris mengatakan, “Maka aku pun turun dari kursi dan berkata, Mukjizat (kehebatan) benar2 telah terjadi pada diri Muhammad shallallahu alaihi wassallam 1400-an tahun yang lalu. Allah benar2 telah meng-olok2 AS untuk mengeluarkan dana yang begitu besar, hingga 100 juta dollar, hanya untuk menetapkan akan kebenaran muslimin! Agama Islam ini tidak mungkin salah… Lalu aku pun kembali membuka Mushhaf Al-Qur’an dan aku baca surat Al-Qamar. Dan saat itu adalah awal aku menerima dan masuk Islam.”
Subhanallah….
Wassalamu’alaikum Wr.Wb.

I'm the one with my own vision. Vision to give my wisdom on surrounding society. Especially my lovely wife and 2 kids, my parents and all my family, my all friends at my workplace, home and anywhere you are, ...

Kategori

RSS Orido

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.
Indonesians’ Beautiful Sharing Network
Add to Technorati Favorites

Blog Stats

  • 291.552 hits
Iklan