Visi Pramudia

Posts Tagged ‘sansiviera

Sansevieria Guineensis ‘Manolyn’ merupakan salah satu bentuk variegata dari Sansevieria Guineensis. Sesuai namanya, sansevieria ini berasa dari New Guinee. Di pasaran Indonesia, sanse ini disebut Sansevieria Metalica. Warna daunnya didominasi oleh warna silver, sehingga disebut metalica. Namun sebetulnya penamaan Sansevieria Metalica itu adalah salah, karena sansevieria metalica yang sebenarnya memiliki deskripsi yang berbeda…

———————————————————————————–

Untuk lihat koleksi sansevieria lainnya, klik disini: Halaman Sansevieria

———————————————————————————–

Iklan

Ciri khas dari sansevieria bantel’s sensation adalah memiliki daun-daun yang tumbuh rapat dengan warna dasar putih dan corak putih kehijauan. Tepi daun ada warna hijau tegas.

———————————————————————————–

Untuk lihat koleksi sansevieria lainnya, klik disini: Halaman Sansevieria

———————————————————————————–

Ini dia, Sansevierie Pagoda yang menjadi pemenang 1 di kontes Harapan Indah Bekasi. Foto ini saya peroleh dari Pak Pangestu Hadi dari milis sansevieria_id. Buat yang belum bergabung dengan milis, silahkan untuk dapat join, banyak pakar sansevieranya lho…

Untuk lihat koleksi sansevieria, klik disini: Halaman Sansevieria

Sansevieria yang indah, tentu menjadi dambaan bagi semua kolektor. Sansevieria merupakan jenis tanaman yang cukup ‘bandel’ terhadap segala kondisi, sehingga bisa ditempatkan di tempat yang panas, dalam ruangan, maupun di tempat yang ber-AC. Namun tetap saja sansevieria memerlukan perawatan untuk memperoleh unsur hara yang diperlukan. Salah satunya adalah dengan memberikan penyiraman yang benar dan teratur.

Berikut ini adalah teknik penyiraman sansevieria agar dapat keindahan sansevieria dapat dicapai. Tulisan tersebut saya peroleh dari milis sansevieria, dan sumber utamanya adalah dari buku “Pesona Sansevieria” karangan Ir. Sentot Pramono. Semoga Berguna.

Untuk mendapatkan sansevieria yang indah dan memukau, tentu tidak terlepas dari teknik perawatan yang tepat. Sifatnya yang bandel dan tahan terhadap kondisi tumbuh seperti apa pun, membuat sansevieria sangat mudah dirawat. Namun tetap saja, kita harus sungguh-sungguh dalam melakukan perawatan tersebut.

Salah satu faktor yang perlu diketahui dalam perawatan sansevieria ini adalah penyiraman.
Penyiraman merupakan upaya untuk memenuhi kebutuhan air tanaman dan mengganti kehilangan air dari media. Besarnya kebutuhan air sangat dipengaruhi oleh jenis sansevieria, fase pertumbuhan tanaman, suhu lingkungan, kondisi pencahayaan, dan kondisi lingkungan (indoor atau outdoor).

Berikut ini adalah prinsip dasar penyiraman sansivieria yang bisa Anda terapkan.

  • Jenis sansevieria yang berdaun lebar dan tipis, seperti S. trifasciata, membutuhkan air lebih banyak dibandingkan dengan jenis yang mempunyai daun tebal dan sempit seperti S. cylindrica.
  • Pada lingkungan dengan suhu tinggi, kelembapan udara rendah, dan sinar matahari melimpah, kebutuhan air lebih tinggi. Sebaliknya, pada suhu rendah, minim cahaya matahari, dan kelembapan udara tinggi akan menurunkan tingkat kebutuhan air.
  • Jenis wadah memengaruhi jumlah air yang dibutuhkan. Pot yang terbuat dari tanah liat akan meloloskan uap air dari permukaannya, sehingga air dalam media tanam akan segera habis.
  • Gejala kelebihan air sama dengan gejala kekurangan air, di antaranya tanaman layu, warna tepi daun menjadi kecokelatan, daun baru tumbuh kerdil, dan pertumbuhan terhambat.
  • Kelebihan air dapat mendorong oksigen keluar dari media tanam tanaman. Tenaman akan mudah terserang oleh berbagai penyakit, baik yang disebabkan oleh jamur maupun bakteri.

————————————————————

Untuk lihat koleksi sansevieria, klik disini: Halaman Sansevieria

————————————————————

Inilah salah satu kelebihan dari Sansevieria, bahwa untuk memperbanyak koleksi sansevieria, dapat dilakukan dengan cara yang cukup mudah, yaitu dengan cara mencacah daun… Saya sebetulnya masih pemula disini, dan sedang berexperiment memperbanyak daun dengan cara mencacah ini. Saya sedang coba untuk jenis Sansevieria Pagoda, dan Sansevieria Gold Flame. Katanya, teknik cacah ini akan menghasilkan tunas atau anakan dengan menghilangkan warna kuningnya… pengen coba aja, gimana ya kalo gold flame yang mayoritas warna kuning menjadi hijau semua…

Tulisan di bawah ini adalah referensi dari Majalah Trubus tentang teknik perbanyakan sanseviera melalui pencacahan… Semoga berguna..

Berikut adalah teknik dan trik perbanyakan sanse menurut Iwan Hendrayanta, kolektor sanse di Permata Hijau, Jaksel.

1. Siapkan tanaman induk bahan cacah. Induk mesti sehat dengan panjang daun minimal 15-20 cm.

2. Potong-potong daun sepanjang 5 cm. Susun potongan daun di tempat terpisah supaya tidak terbalik bagian pangkal dan ujung. Bila salah menanam-bagian ujung yang ditancapkan ke media-tunas tak bakalan muncul.

3. Seluruh bagian daun dapat digunakan, termasuk pangkal. Daun yang lebar, dibagi dua.

4. Siapkan pot. Lubangi lagi bagian dasar yang masih tertutup supaya air siraman tidak mengendap. Itu mengurangi risiko busuk.

5. Letakkan styrofoam di dasar pot untuk menambah porositas dan aerasi lancar.

6. Masukkan media pasir hingga ½-¾ volume pot.

7. Olesi pangkal cacahan daun sansevieria dengan perangsang akar. Olesi ujung daun dengan fungisida untuk menghindari busuk.

8. Tanam cacahan daun di media, lalu pendam dengan sisa media hingga mendekati bibir pot.

9. Hasil tanam, jangan disiram dan kena hujan hingga 3 minggu. Letakkan di tempat ternaungi.

10. Anakan siap dipisahkan setelah 4-5 bulan atau memiliki 3 daun. Sebetulnya bila daun sehat, anakan dengan 1 daun pun siap dipisah.

11. Tanam anakan di media campuran pasir dan sekam bakar dengan perbandingan 1:1. Perawatan selanjutnya seperti tanaman dewasa. Pemberian pupuk 2 kali seminggu diberikan lewat daun.***

(TRUBUS edisi Maret 2008 )

———————————————————————————–

Untuk melihat hasil cacahan daun, klik disini: Anakan Cacahan Daun Sansevieria Pagoda

Untuk lihat koleksi sansevieria, klik disini: Halaman Sansevieria

———————————————————————————–

Daun berbentuk silinder yang sangat ramping dan tinggi. Koleksi saya ini sampai +/- 90 cm. Warna daun hijau dan ada motif horisontal berwarna hijau muda. Kalau dipegang akan terasa kontur yang kasar. Sansevieria ini di pasaran disebut juga dengan Sansevieria Volkensii.

Untuk lihat koleksi sansevieria lainnya, klik disini: Halaman Sansevieria

Anda sedang pilah-pilih tanaman hias untuk mempercantik hunian? Jika begitu, tak ada salahnya Anda melirik Sansiviera. Tanaman ini punya sejumlah kelebihan yang membuatnya layak tampil di rumah Anda.

Di negeri kita, Sansiviera punya sebutan yang lumayan unik: lidah mertua. Masyarakat Malaysia pun punya sebutan yang tak kalah ‘aneh’ untuk tanaman ini: lidah jin. Sementara sebagian kalangan lebih suka menyebutnya tanaman ular. Memang, motif hijau lurik pada tanaman ini membuatnya tampak seperti kulit ular. Terserah Anda, mau pilih sebutan yang mana. Atau Anda bingung karena semuanya menyeramkan?

Sansiviera sendiri sejatinya berparas cantik, meski memiliki aura yang kaku dan keras. Karena itu, jika Anda hendak menanamnya di taman, sebaiknya disandingkan dengan tumbuhan beraura lembut.

Tanaman yang masih sekeluarga dengan kaktus ini telah sejak lama dibudidayakan orang. Selain parasnya yang cantik, tumbuhan ini juga mampu mengusir polutan. Jadi, jika Anda menginginkan kualitas udara di dalam dan sekitar rumah senantiasa terjaga, Sansiviera merupakan pilihan tepat. Anda bisa meletakkannya di sudut dapur atau kamar mandi untuk meredam aroma tak sedap dan hawa tak segar. Atau jika suatu kali Anda mengecat ruangan dan agak terganggu dengan aroma cat yang menyengat, letakkan saja Sansiviera di ruangan itu. Hanya dalam semalam, aroma cat akan hilang. Biasanya, setelah bekerja keras menyerap polutan, daun Sansiviera akan tampak berdebu atau kotor. Agar kembali cantik, Anda tinggal membersihkan permukaan daunnya dengan lap basah.

Selain mampu meredam polutan, Sansiviera konon bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit. ”Nah, Sansiviera booming setelah dikabarkan dapat menyembuhkan penyakit,” kata Zaelani (44) dari Smart Sansiviera — sebuah usaha penjualan dan pembudidayaan Sansiviera — yang ambil bagian dalam Trubus Expo 2008 di Parkir Timur Senayan, Jakarta, belum lama ini.

Sebagai tanaman hias, Sansiviera bisa ditanam secara berkelompok di taman, bisa juga tampil sebagai tanaman pot. Ia memiliki beragam jenis dan bentuk. ”Setidaknya ada 600 jenis Sansiviera,” tutur Zaelani. Salah satunya yang sangat populer adalah Sansiviera trifasciata. Yang ini memang punya paras cantik. Tinggi, langsing, dan runcing, dengan kombinasi warna hijau dan kuning. Jenis lainnya adalah Sansiviera ballyi yang memiliki batang pendek dan tertutup oleh daun hijau gelap. Ada pula Sansiviera asli Indonesia, yakni Sansiviera javanica. Yang satu ini memiliki postur pendek, daun ramping dan warna mirip Sansiviera trifasciata. Bedanya, ujung daun dari Sansiviera javanica ini menggulung seperti lilitan ekor naga dengan panjang sekitar 20-40 cm dan lebar 2-3 cm.

Di negeri kita, tanaman ini gampang ditemui di daerah Kepulauan Seribu.

Tahan banting


Sepadan dengan sosoknya yang keras, Sansiviera termasuk tumbuhan tahan banting. Ia tak akan merongrong waktu dan ketelatenan Anda untuk merawatnya agar tumbuh subur. Singkatnya, Sansiviera tak butuh perawatan rumit. Tak disiram beberapa hari pun tetap segar. Maklumlah, sebagai keluarga tanaman sukulen (kaktus), tanaman ini memang tidak boleh diguyur banyak air.

Untuk mendapatkan warna yang cerah, sebaiknya tempatkan Sansiviera di tempat yang cukup terkena sinar matahari. Mungkinkah menempatkannya di dalam ruangan? Tentu saja. Bahkan, Sansiviera termasuk tanaman hias yang kerap ditampilkan sebagai penghias interior. Cukup keluarkan seminggu sekali agar mendapatkan pancaran sinar mentari. Lalu, masukkan kembali tanaman yang berkembang biak melalui umbi lapis ini ke dalam ruangan.

Tertarik untuk menanamnya? Tidak sulit kok. Seperti dikatakan Zaelani, sebaiknya jangan menanam Sansiviera hanya dengan media tanah. Campurkan juga media lain yakni pasir bakar. ”Ini akan lebih menjaga dari gangguan hama dibanding jika menggunakan tanah saja,” kata pria berusia 44 tahun ini. Ada pula yang menambahkan sedikit kompos pada campuran tanah dan pasir itu. Perbandingannya adalah dua bagian tanah, dua bagian pasir, dan satu bagian kompos.

Pupuk alami seperti kompos sangat disarankan untuk Sansiviera. Bagaimana dengan pupuk kimia? Beberapa orang yang pernah menggunakan pupuk kimia untuk tanaman ini justru mengaku kecewa karena akar tanaman menjadi busuk dan daunnya lepas.

Dalam buku Tanaman Hias Tampil Prima disebutkan, pemupukan sebaiknya dilakukan sebulan sekali. Anda juga perlu melakukan pengepotan ulang dan penggantian media tanam setahun sekali. Soal penyakit, jamur adalah penyakit yang paling kerap menyerang Sansiviera. Dan sayangnya, belum ada obat yang manjur untuk membasmi penyakit ini. Satu-satunya jalan untuk mengatasinya adalah memotong daun yang sudah terserang jamur. Biar tuntas, potong daun itu sampai ke akar.

Tidak sulit bukan merawat Sansiviera? Karena itu, jangan ragu untuk segera memiliki dan menikmati kecantikannya. Jika beruntung, Anda juga bisa mencium aroma wangi bunga Sansiviera yang hanya muncul di malam hari dan cuma sebentar. Jadi, tunggu apa lagi?

 

(Sumber: website http://www.kebonkembang.com)

 

Untuk melihat koleksi Sansivieraku, klik disini: Halaman Sansiviera

 


I'm the one with my own vision. Vision to give my wisdom on surrounding society. Especially my lovely wife and 2 kids, my parents and all my family, my all friends at my workplace, home and anywhere you are, ...

Kategori

RSS Orido

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.
Indonesians’ Beautiful Sharing Network
Add to Technorati Favorites

Blog Stats

  • 290.562 hits
Iklan