Visi Pramudia

Posts Tagged ‘smart campus

Telkom Group mendukung sepenuhnya kelangsungan kegiatan INAICTA 2008 pada tanggal 7-8 Agustus 2008 di Jakarta Convention Center (JCC) dan berharap ajang tersebut merupakan awal dari kebangkitan industri teknologi informasi dan komunikasi (ICT) dalam negeri, sesuai dengan tema INAICTA 2008: Kebangkitan Nasional melalui Kreativitas Digital. 
Kebangkitan Nasional melalui Kreatifitas Digital tidak lepas dari berbagai pihak, mulai dari Pemerintah selaku regulator, Industri kreatif maupun Akademisi (Sekolah dan Perguruan Tinggi) yang menciptakan asset masa depan bangsa. 

Oleh karena itu, TELKOM berperan aktif mendukung dan mewadahi tumbuhnya kreativitas digital melalui “Inisiatif INDIGO” sebagai inkubator industri kreatif di Tanah Air. Khusus untuk kalangan Akademisi, TELKOM telah mengenalkan ICT di kalangan Sekolah melalui Internet Goes to School dan penyediaan infrastriktur SchoolNet, dan berupaya meningkatkan pendayagunaan ICT di kalangan Perguruan Tinggi melalui program TELKOM Smart Campus termasuk penyediaan infrastruktur JARDIKNAS yang merupakan jaringan terbesar di Indonesia.

Program TELKOM Smart Campus diluncurkan sebagai wujud kepedulian TELKOM untuk turut membangun bangsa Indonesia melalui pengenalan ICT di kalangan Perguruan Tinggi yang merupakan asset masa depan bangsa. Smart Campus menciptakan Smart People untuk menjadi Smart Society, sehingga terwujud Smart Nation.

Pada INAICTA 2008 ini, TELKOM mempersembahkan TELKOM Smart Campus Award (TeSCA) sebagai salah satu kategori dimaksudkan sebagai ajang benchmarking di antara kampus-kampus di tanah air yang akan menjadikan center of excellence.

TELKOM juga berperan dalam penggalangan peserta TeSCA, yang kemudian diikuti oleh 68 Perguruan Tinggi. Setelah dilakukan Desk Assessment oleh Dewan Juri, maka terpilih 15 Perguruan Tinggi sebagai nominator TeSCA. Dewan Juri melakukan On-site Assessment terhadap 15 Nominator, dan telah dikukuhkan pemenang TeSCA berdasarkan kategori sebagai berikut:

Best Of the Best:
Winner: Universitas Bina Nusantara
Merit: Universitas Indonesia

Best Access & Connectivity:
Winner: Universitas Bina Nusantara
Merit: Universitas Indonesia

Best Content & Application:
Winner: Universitas Indonesia
Merit: Universitas Bina Nusantara

Special Mention:
Universitas Komputer Indonesia

Selamat ya kepada para pemenang…

Dirut TELKOM Rinaldi Firmansyah bersama dengan pemenang TeSCA 2008 didampingi oleh MENKOMINFO Mohammad Nuh.

Iklan

Kemajuan ICT secara kontinu terus berkembang di dunia Higher Education, menciptakan pengalaman “anytime/ anywhere”. Wireless Network dan Mobile Communication dipasangkan dengan perangkat personal computer (PC/ laptop), menghadirkan pengalaman baru bagi mahasiswa untuk mengakses informasi kampus, dan berkomunikasi baik antar student maupun dengan pengajar. Dengan kemajuan teknologi baik di bidang Wireless Network maupun Mobile Communication, menjadikan 2 remarkable area Future Learning, yaitu: Mobile Learning (M-Learning) dan Wireless Learning (W-Learning). Dalam kurun waktu 10 tahun kedepan, boundary perbedaan antara M-Learning dan W-Learning akan semakin sulit untuk dibedakan (age of convergence).

Untuk melihat perbedaan yang jelas antara M-Learning dan W-Learning maka dapat dilihat pada tabel di bawah ini:


Source: Wentzel, Petra, Using Mobile Technology to Enhance Students’ Educational Experiences, ECAR Case Study, 2005

Implementasi M-Learning

Sejak tahun 2003, Coastline Community College (CCC) di Amerika telah menyediakan pengajaran lengkap melalui handheald Pocket PC devices. M-Learning ini digunakan bagi pelajar-pelajar militer di Amerika (http://military.coastline.edu/pocket_ed.htm).

Beberapa universitas di Amerika, memberikan studentsnya iPods yang telah diisi oleh kampus form registrasi, kebijakan kampus, peta, organisasi kampus, jadwal kelas, dan informasi perpustakaan. Mereka menggunakan teknologi MP3 dan Mpeg4 untuk petunjuk informasi kuliah dan rekaman dosen (podcasting)

Organisasi Kampus dan komunitasnya menggunakan M-Learning. American College of Physicians menyediakan konten learning melalui PDA. (http://www.acponline.org/pda/).


Holistic E-Learning System

Holistic E-Learning System mengintegrasikan klasikal, mobile learning dan wireless learning:

Source: Gorgieva, Evgeniya, Angel Smirikarov, and Tsvetazor Georgiev, “A General Classification of Mobile Learning Systems”, International Conference on Computer Systems and Technologies – CompSysTech’ 2005

Secara Umum, advance E-Learning System dikategorikan sebagai berikut:

  • On-campus systems, dimana dapat diakses di dalam lingkungan kampus. Access bisa menggunakan wireless, dengan menggunakan laptop atau tablet PC (W-Learning)
  • Off-campus systems, dimana dapat diakses dari luar lingkungan kampus dengan akses menggunakan pocket size computers (PDA), cell phone atau smart phone, selama device tersebut memiliki kemampuan support wireless communication (GPRS, UMTS, CDMA). Juga memilliki kemampuan untuk mengirim/ menerima SMA yang berisi berita dan pesan penting lainnya dari kampus ke user/ students (M-Learning)

Wah… keren ya. Bagaimana dengan kampus-kampus di Indonesia? Apakah sudah ada yang mengaplikasikan Mobile Learning?

File Presentasi bisa didownload disini: Mobile Learning pdf

Untuk artikel sejenis mengenai Smart Campus, klik disini: Smart Campus

Smart Campus

Sejak tahun 2006, saya dan tim di TELKOM mengembangkan komunitas di lingkungan perguruan tinggi dengan program yang disebut Smart Campus. Jujur aja, sebetulnya program ini merupakan suatu cita-cita untuk membentuk bangsa menjadi lebih maju dan pintar, dengan mewujudkan ICT di lingkungan kampus perguruan tinggi. Kenapa? Karena mahasiswa sebagai komunitas yang dinamis, kreatif dan adaptif terhadap perkembangan informasi dan teknologi baru merupakan investasi masa depan bangsa Indonesia, sehingga pengenalan ICT di kalangan mahasiswa merupakan investasi berharga bagi masa depan bangsa Indonesia.

Coba bandingkan dengan negara tetangga kita. Pada tahun 2000, Pemerintah Singapura melalui SingaporeOne, sebagai bagian dari program IT 2000, mengembangkan fasilitas ICT yang menghubungkan institusi pendidikan dan penelitian, institusi pemerintahan, dan dunia usaha dengan komunikasi broadband sehingga memungkinkan untuk saling berkolaborasi dan memanfaatkan sumberdaya informasi yang dimiliki masing-masingnya seoptimal mungkin. Program ini dilanjutkan oleh Committee on National Computerization melalui National Information Technology Plan.

Melalui Multimedia Super Corridor (MSC), Malaysia membangun sistem, infrastruktur, dan sumberdaya informasi dengan melakukan komputerisasi pada semua unit organisasi pemerintahan yang dimulai tidak lama setelah Pemeritah Singapura mengimplementasikan program ICTnya. Salah satu project yang terkenal adalah : Suatu kawasan seluas Singapura antara Ibukota Negara Putra Jaya dan Kuala LumpurInternational Airport dibentuk menjadi suatu ICT Park kelas satu yang dilengkapi dengan fasilitas komunikasi broadband (multimedia super highway) yang ditawarkan kepada perusahaan-perusahaan ICT kelas dunia untuk berkantor disana dengan segala kemudahan yang diberikan.

Pemerintah Filipina menyiapkan IT21 dan Government Information System Plan (GISP) pada tahun 2000. Dalam rencana ini, pemerintah akan mempromosikan agenda nasional pemanfaatan ICT dalam meningkatkan efisiensi dan kapasitas dari pemerintah pusat dan lokal dan membuatnya mampu menjadi rekan strategis dalam pemanfaatan ICT di seluruh negeri.

Pemerintah Indonesia sebetulnya gak mau ketinggalan, maka pada tahun 2001 mengeluarkan Instruksi Presiden Nomer 6/2001 yang menjelaskan tentang strategi pengembangan ICT dan memberikan arahan dalam pelaksanaannya. Inpres No. 6/2001 tersebut antara lain menjelaskan tentang:

1. ICT sebagai alat pemersatu bangsa dan pemberdayaan manusia

2. Pengembangan ICT adalah dari masyarakat untuk masyarakat

3. Pembangunan e-government sesuai dengan Inpres No. 3/2003 (pada Tahun 2003 telah dikeluarkan Instruksi Presiden No. 3 Tahun 2003 tentang Kebijakan dan Strategi untuk Pengembangan e-Government, sebagai tindak lanjut dari lnpres No. 6/2001).

4. Pengembangan SlSFONAS (Sistem Informasi Nasional)

5. Pembangunan Sumber Daya Manusia ICT

6. Penyiapan UU Kebebasan akses ke informasi publik/transaksi elektronik dan undang-undang e-procurement

Nah, untuk sebagai kepedulian TELKOM untuk turut membangun ICT di Indonesia, melalui program Smart Campus ini diharapkan akan tumbuh generasi bangsa yang lebih maju di bidang ICT. Saya punya file presentasi dan buku Smart Campus, yang mungkin dapat berguna untuk menambah wawasan dalam rangka memajukan ICT di lingkungan Perguruan Tinggi.

File Presentasi Smart Campus dapat didownload disini: File Presentasi Smart Campus

File Buku Smart Campus dapat didownload disini: Buku Smart Campus


I'm the one with my own vision. Vision to give my wisdom on surrounding society. Especially my lovely wife and 2 kids, my parents and all my family, my all friends at my workplace, home and anywhere you are, ...

Kategori

Indonesians’ Beautiful Sharing Network
Add to Technorati Favorites

Blog Stats

  • 275,344 hits