Visi Pramudia

Posts Tagged ‘stek daun

Kegiatan penanaman cacahan daun Sansevieria Gold Flame yang dilakukan empat bulan yang lalu, akhirnya mulai menampakan hasil. Anakan dari cacahan daun Sansevieria Gold Flame muncul. Warna Daunnya Hijau bercorak lurik warna silver. Warna kuning pada Gold Flame hilang… jadi namanya bukan gold flame lagi dong… green flame kali… hehe… ngarang aja..

Ok, walaupun mungkin keindahannya berkurang jika dibandingkan dengan Sansevieria Gold Flame original, namun hatiku puas melihat munculnya anakan dari cacahan daun gold flame, dengan sehat dan berseri. Kemudian saya keluarkan mereka dari pot rame-rame, kuberi mereka masing-masing sebuah pot, agar pertumbuhannya bisa lebih cepat.

Ini dia foto anakan cacahan sansevieria gold flame, baik yang di dalam pot, maupun maupun dalam keadaan telanjang… bisa kelihatan tuh akar-akarnya…

Anakan Cacahan Sansevieria Gold Flame dalam pot

Anakan Cacahan Sansevieria Gold Flame dalam keadaan ‘telanjang’

———————————————————————————–

Untuk lihat koleksi sansevieria, klik disini: Halaman Sansevieria

———————————————————————————–

Iklan

Sebagaimana ditulis pada posting sebelumnya, bahwa salah satu teknik perkembangbiakan sansevieria dapat dilakukan dengan teknik mencacah daun (stek daun). Nah, setelah kira-kira 2 bulan menunggu, akhirnya tunas atau anakan baru dari daun tersebut mulai muncul. Kebetulan, yang sudah muncul adalah hasil dari cacahan daun jenis Sansevieria Hahnii ‘Pagoda’. Menurut referensi dari buku, bahwa hasil cacahan daun sanse pagoda akan dominan satu warna, yaitu warna hijau, sehingga hasil mutasi tersebut disebut sansevieria ‘green mould’. Tapi kalo lihat dari foto dibawah, hasil anakan yang diperoleh kelihatannya berwarna kuning… atau mungkin nantinya akan berubah warna menjadi hijau.. Wah, maklum lah… gini nih kalo eksperimen dari pemula.. Lihat saja nanti hasilnya… 🙂

Ini dia fotonya:

Anakan dari cacahan daun Sansevieria Pagoda

———————————————————————————–

Untuk lihat koleksi sansevieria, klik disini: Halaman Sansevieria

———————————————————————————–

Inilah salah satu kelebihan dari Sansevieria, bahwa untuk memperbanyak koleksi sansevieria, dapat dilakukan dengan cara yang cukup mudah, yaitu dengan cara mencacah daun… Saya sebetulnya masih pemula disini, dan sedang berexperiment memperbanyak daun dengan cara mencacah ini. Saya sedang coba untuk jenis Sansevieria Pagoda, dan Sansevieria Gold Flame. Katanya, teknik cacah ini akan menghasilkan tunas atau anakan dengan menghilangkan warna kuningnya… pengen coba aja, gimana ya kalo gold flame yang mayoritas warna kuning menjadi hijau semua…

Tulisan di bawah ini adalah referensi dari Majalah Trubus tentang teknik perbanyakan sanseviera melalui pencacahan… Semoga berguna..

Berikut adalah teknik dan trik perbanyakan sanse menurut Iwan Hendrayanta, kolektor sanse di Permata Hijau, Jaksel.

1. Siapkan tanaman induk bahan cacah. Induk mesti sehat dengan panjang daun minimal 15-20 cm.

2. Potong-potong daun sepanjang 5 cm. Susun potongan daun di tempat terpisah supaya tidak terbalik bagian pangkal dan ujung. Bila salah menanam-bagian ujung yang ditancapkan ke media-tunas tak bakalan muncul.

3. Seluruh bagian daun dapat digunakan, termasuk pangkal. Daun yang lebar, dibagi dua.

4. Siapkan pot. Lubangi lagi bagian dasar yang masih tertutup supaya air siraman tidak mengendap. Itu mengurangi risiko busuk.

5. Letakkan styrofoam di dasar pot untuk menambah porositas dan aerasi lancar.

6. Masukkan media pasir hingga ½-¾ volume pot.

7. Olesi pangkal cacahan daun sansevieria dengan perangsang akar. Olesi ujung daun dengan fungisida untuk menghindari busuk.

8. Tanam cacahan daun di media, lalu pendam dengan sisa media hingga mendekati bibir pot.

9. Hasil tanam, jangan disiram dan kena hujan hingga 3 minggu. Letakkan di tempat ternaungi.

10. Anakan siap dipisahkan setelah 4-5 bulan atau memiliki 3 daun. Sebetulnya bila daun sehat, anakan dengan 1 daun pun siap dipisah.

11. Tanam anakan di media campuran pasir dan sekam bakar dengan perbandingan 1:1. Perawatan selanjutnya seperti tanaman dewasa. Pemberian pupuk 2 kali seminggu diberikan lewat daun.***

(TRUBUS edisi Maret 2008 )

———————————————————————————–

Untuk melihat hasil cacahan daun, klik disini: Anakan Cacahan Daun Sansevieria Pagoda

Untuk lihat koleksi sansevieria, klik disini: Halaman Sansevieria

———————————————————————————–


I'm the one with my own vision. Vision to give my wisdom on surrounding society. Especially my lovely wife and 2 kids, my parents and all my family, my all friends at my workplace, home and anywhere you are, ...

Kategori

RSS Orido

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.
Indonesians’ Beautiful Sharing Network
Add to Technorati Favorites

Blog Stats

  • 290.562 hits
Iklan