Visi Pramudia

Posts Tagged ‘teknologi

Ketika mengunjungi BaliCamp di Bali, pada malam harinya kami makan malam di D’Cost Seafood, Denpasar, Bali.  D’Cost merupakan restoran yang menyediakan makanan dengan mutu yang baik dengan harga yan relatif murah, sesuai dengan tag line D’Cost: Mutu Bintang Lima, Harga Kaki Lima…

Yang menarik dari restoran D’Cost adalah variasi makanan yang banyak, penyajian yang cepat, mutu (rasa) yang baik, ruangan yang bersih dan pelayanan yang baik. Tak heran jika D’Cost selalu penuh oleh pelanggan.

Ruangan yang bersih dan pelayanan yang baik D’Cost

Restoran D’Cost memanfaatkan penggunaan ICT (Information & Communication Technology) dengan baik untuk mempercepat proses order dan delivery. Pelayan-pelayan di D’Cost sudah fasih menggunakan PDA-nya untuk mencatat order pelanggan, yang langsung terkoneksi menggunakan Wi-Fi. Order-order terserbut tercatat dengan baik dalam sebuah database, sehingga dapat dilakukan data mining untuk prioritas masakan yang harus dibuat oleh chef di dapur…

Penggunaan PDA sebagai Order Tool di D’Cost

Wah, salut yah untuk D’Cost… Pertahankan harganya dan tingkatkan terus kualitasnya ya…

Di ajang CommunicAsia 2008, saya sempat juga masuk ke stand Irdeto, Streamezzo dan Verimatrix sebagai vendor MultiPlay Service.

Irdeto bergerak di content security, dan menyediakan solusi yang komprehensif untuk Digital TV, IPTV, dan Mobile TV.

Streamezzo adalah application provider dari Prancis yang menyediakan aplikasi mobile TV yang dikembangkan dalam bahasa Java.

Verimatrix adalah perusahaan yang mengembangkan Video Content Authority System (VCAS). Salah satu produk unggulan dari Verimatrix adalah VideoMark Forensic Watermarking, yaitu suatu aplikasi yang memungkinkan untuk menerapkan suatu kode pada IPTV, sehingga apabila terjadi suatu pembajakan konten, maka akan dapat terdeteksi pengguna, waktunya, dsb.

Versi presentasinya bisa di klik disini: communicasia-report

Other Downloadable Articles & Presentation can be found here: Download Page

Masih di CommunicAsia 2008, saya bertemu dengan Powertel, sebuah perusahaan di Indonesia yang bergerak di service seperti Optical Fiber Backbone, Metro Ethernet, dan Broadband over Powerline. Yang menarik dari ajang CommunicAsia 2008, bahwa Powertel menjelaskan strategi bisnisnya untuk mengembangkan IPTV di Indonesia dengan tag line: “Indonesia Super Highway Corridor”.

Ir. Terni Efendi, MSc., direktur Powertel, menjelaskan bahwa saat ini Powertel sedang mendeploy Fiber Optic di Jakarta dan Bandung. Akhir tahun 2008, rencananya Powertel akan selesai mendeploy Fiber Optic sampai dengan Surabaya. Tahun 2009, akan mulai mengembangkan Fiber Optic di Sumatera dan Kalimantan.

Dalam mengembangkan IPTV, Powertel menggandeng SyQic Capital, perusahaan IPTV dari Malaysia dengan Brand Yoonic TV. Yoonic TV telah melengkapi modul advertising. Pemasang iklan dapat melihat jumlah hit terhadap iklannya, sehingga dapat terlihat, apakah iklannya tepat sasaran. Selain itu, Yoonic TV dapat melihat jumlah pelanggannya yang sedang menonton secara real time.

Kalau pengen lihat versi presentasinya, klik disini: powertel

Other Downloadable Articles & Presentation can be found here: Download Page

 

Masih dari pengalaman di CommunicAsia, Singapura bulan Juli lalu. Saya mampir ke stand NTT Docomo yang terlihat menarik dengan tulisan LTE (Super 3G) berwarna merah.

NTT Docomo menampilkan pengembangan yang mereka lakukan pada teknologi Long Term Evolution (LTE) atau Super 3G yang merupakan batu loncatan ke teknologi 4G (IMT-Advance). Dari hal tersebut, jelas bahwa Docomo memiliki visi teknologi yang jelas untuk masa depan: fourth generation mobile telephony technology.
Dalam pembicaraan dengan Sadayuki Abeta (Manager of Radio System Group – NTT Docomo), ditegaskan bahwa Docomo secara pasti memilih teknologi LTE dan meninggalkan teknologi WiMax.

Kenapa NTT Docomo memilih teknologi LTE? Presentasi berikut ini menjelaskan pemilihan teknologi LTE oleh NTT Docomo: Presentasi NTT Docomo

 

Other Downloadable Articles & Presentation can be found here: Download Page

Jalan-jalan di CommunicAsia bulan Juli lalu, cukup mendapatkan pengalaman. Pengalaman menarik dimulai dari pertama kali registrasi. Begitu banyak orang sduah berkumpul sebelum  pintu masuk dibuka, dan ketika dibuka, semua orang berantri dengan rapih menunggu giliran untuk registrasi.

Event CommunicAsia di Singapura ini, selalu menjadi ajang benchmarking dan business meeting bagi perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang ICT. Tidak diragukan lagi, setiap event ini dimulai selalu berlimpah orang untuk menghadiri, tidak dari Singapura saja, melainkan dari negara-negara lain, seperti Thailand, Philipina, Jepang, Malaysia dan tentunya Indonesia.

Yang menarik ketika masuk, kami bertemu dengan stand Google Enterprise sebagai salah satu exhibitor. Google Enterprise merupakan subsidiary dari www.google.com, menyediakan alat pencari dokumen (searching engine tool) bagi perusahaan/ enterprise. Dengan Google Enterprise, pencarian dokumen baik di Jaringan Intranet Perusahaan maupun Internet menjadi lebih cepat.

Alatnya berupa box menyerupai router ada yang warna biru (kapasitas kecil dengan kemampuan 300 ribu dokumen) dan warna kuning (yang kapasitasnya besar dengan kemampuan hingga 30 juta dokument). Di sini, saya tidak akan membahas produknya, karena produknya bisa dibrowsing di http://www.google.com/enterprise/. Tapi yang menarik adalah bahwa Google yang bergerak sebagai perusahaan dotcom, ternyata juga memasuki bisnie di bidang hardware + aplikasi untuk Enterprise Market (Enterprise IT & Value Added Service). Demand IT Service yang meningkat menggiurkan bagi Google, apalagi dengan kapabilitas Searching Engine yang kuat, memantapkan langkah Google untuk menggeluti IT Service. Bisnis IT Service semakin menarik, karena ternyata bukan hanya perusahaan dari bidang connectivity service saja yang tertarik (seperti BT, Deutsche Telekom, dll), atau peusahaan hardware seperti IBM, tapi ternyata juga menarik bagi perusahaan dotcom seperti Google.

Presentasi tentang Google Enterprise ada disini: Google Enterprise

Other Downloadable Articles & Presentation can be found here: Download Page

Perkembangan dan kemajuan teknologi, telah membukakan babak baru penanganan kesehatan dan pengobatan manusia. Pengobatan robotik, simulator, dan diagnosa hologram adalah merupakan masa depan pelayanan kesehatan. Bisa dibayangkan, dengan teknik simulator hologram, maka seorang dokter dapat mengambil tindakan medis bagi pasien yang berada pada lokasi yang berbeda. Maka dengan kemajuan teknologi di bidang medis tersebut, diharapkan akan muncul banyak alternatif solusi pengobatan, banyak pasien yang diobati dengan waktu yang singkat, dan sehingga tercapai tingkat kesejahteraan yang lebih baik.

Melalui posting ini, saya akan sharing presentasi yang pernah saya buat, berkaitan dengan masa depan healthcare (the future of healthcare). Semoga berguna… untuk menambah wawasan saja…

Silahkan untuk mendownload presentasi disini: Future Healthcare

—-

Presentasi dan artikel lainnya bisa dilihat disini: Halaman Download

—-

Al-Jazari (1136-1206) mengembangkan prinsip hidrolik untuk menggerakkan mesin yang kemudian hari dikenal sebagai mesin robot.

Al-Jazari adalah seorang tokoh besar di bidang mekanik dan industri. Lahir di al-Jazira, yang terletak di antara sisi utara Irak dan timur laut Syria, tepatnya antara sungai Tigris dan Efrat. Ibnu Ismail Ibnu al-Razzaz al-Jazari mendapat julukan sebagai bapak Modern Engineering berkat temuan-temuannya yang ini, diantaranya sistem combustion engine, crankshaft, suction pump, programmable automation, dan banyak lagi.

Donald Routledge Hill dalam bukunya Studies in Medieval Islamic Technology, mengatakan bahwa hingga jaman modern ini, tidak satupun tulisan dari suatu kebudayaan yang dapat memproduksi dan menyusun berbagai mesin sebagaimana yang disusun oleh al-Jazari. Beliau mendokumentasikan lebih dari 50 karya temuannya, lengkap dengan rincian gambar-gambarnya dalam buku, ”al-Jami Bain al-Ilm Wal-’Amal al Nafi Fi Sinat’at al-Hiyal” (The Book of Knowledge of Ingenious Mechanical Devices).

Pada tahun 1206, al-Jazari membuat Jam Gajah yang bekerja dengan tenaga air dan berat benda untuk menggerakkan secara otomatis sistem mekanis, yang dalam interval tertentu akan memberikan suara simbal dan burung berkicau. Prinsip humanoid automation inilah yang mengilhami pengembangan robot pada masa sekarang. Kini replika Jam Gajah tersebut disusun kembali oleh London Science Museum, sebagai bentuk penghargaan atas karya besarnya.

”Dan Kami ciptakan besi yang padanya terdapat kekuatan yang hebat dan berbagai manfaat bagi manusia, dan supaya Allah mengetahui siapa yang menolong (agama)-Nya dan rasul-rasul-Nya padahal Allah tidak dilihatnya. Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Mahak Perkasa.” (QS Al Hadid: 25)

Replika Jam Gajah yang digerakkan oleh tenaga air, berbunyi setiap 30 menit.

(diambil dari: Kalender Takaful 1429H)

PCCW Limited didirikan oleh Richard Li Tzar Kai, anak dari Biliuner Hongking, Li Ka Shing. Pada bulan Agustus 2000, PCCW mengakuisisi Hong Kong Telecom mejadikan PCCW sebagai perusahaan telekomunikasi terbesar di Hongkong.

Pada Januari 2003, PCCW membentuk anak perusahaan dengan nama Cascade. Cascade melayani PCCW dalam servis dan operasi network telekomunikasi, dan menyediakan design network infrastruktur, consulting solutions, project management, maintenance dan technical support.

Financial Performance

Tahun 2006, pendapatan PCCW meningkat 14% dari US$ 2,885 pada tahun 2005 menjadi di US$ 3,287. Pertumbuhan ini dikontribusi oleh pertumbuhan TV & Content yang merupakan revenue driver yang baru, dengan pertumbuhan mencapai 71% YoY. Now TV sudah terinstall 758,000 dengan 130 channel, serta memiliki advertising dan interactive service sebagai new revenue stream.

PCCW customer based tumbuh 25% setelah mengakuisisi 100% SUNDAY Asset. Paltform yang digunakan adalah GSM dengan me-launch layanan 3G. Cross platform service: NowTV, Moov, MobileTix, snaap!, EasyWatch, siap untuk menuju integrated services, Quad Play.

Adapun revenue growth diperoleh juga dari anak perusahaan PCCW: CASCADE, Contact Centers dan PCCW Global.

Operational & Strategic Review

Sejak tahun 2006, PCCW intensif untuk melakukan investasi di Quad Play Platform, yang menginte-grasikan empat layanan, yaitu:

  • Fixed Line
  • Broadband (Netvigator)
  • Pay TV (NowTV)
  • Mobile (PCCWMobile)

PCCW telah melakukan strategic partnership dengan CNC China. PCCW telah melakukan akuisisi 50% CNC Broadband China yang memiliki layanan broadband kepada lebih dari 250.000 subscriber di Hanzhou dan Ningbo. Selain itu, PCCW Global telah menandatangani kontrak dengan China Netcom dalam penyelenggaraan 30 Megabyte connectivity antara Hongkong dengan US.

PCCW Global

Keith Wong menjelaskan bahwa saat ini PCCW Global memiliki IP Backbone terbesar di Asia Pasific Region. IP Backbone meliputi 49 node di 18 negara, serta 30 node public Internet Exchange. PCCW memiliki koneksi dengan Jakarta melalui Singtel Singapore.

Adapun Solusi Enterprise yang diprovide oleh PCCW Global meliputi:

  • International Ethernet Private Line (IEPL)
  • International Managed Bandwith Services (IMBS)
  • Serv ice Provider Solution
  • Cellular Backhaul Service
  • IP Transit
  • Hosted PBX
  • MPLS VPN Solutions
  • VoIP Switch Partition (VPS) Service
  • Satellite Solutions
  • IP-VPN
  • Broadband VSAT Service
  • Broadband Global Area Network (BGAN)
  • Mobile Messaging Services
  • Global Audio Conferencing Services.
  • Managed Equiptment Services.
  • Managed Security Services.

PCCW’s Integrated Technology Platform

Jika kita mendengar berita bahwa Google berambisi menguasai pangsa iklan di Internet, atau menguasai pangsa data center, atau bahkan pangsa peta satelit online, mungkin itu sudah bukan hal baru di telinga kita. Tetapi bagaimana jika yang kita dengan adalah ambisi terbaru Google untuk menguasai pangsa telepon seluler? Tentunya hal ini akan benar-benar menjadi berita baru dari sederetan ambisi Google selama ini.

Google mempunyai alasan cukup kuat untuk melirik pangsa ini, karena perkembangan teknologi telepon seluler sewasa ini sudah bukan merupakan evolusi lagi, melainkan sebuah revolusi. Babak baru dalam dunia telekomunikasi nirkabel ini terus bergulir dengan cepat. Jika sekarang seseorang mempunyai PC di rumah, dan notebook untuk ke kantor atau kuliah, serta berkomunikasi melalui telepon seluler. Maka pergerakkan yang kemudian terjadi sekarang adalah, orang mulai berpikir bagaimana menyatukan semuanya dalam satu genggaman. Sebenarnya hal tersebut telah mulai dipenuhi dengan munculnya PDA/smartphone, di mana seseorang dapat merangkum semua kebutuhan komputasinya dalam satu genggaman. Dan perkembangan inilah yang membuat Google berambisi untuk menguasai pangsa ini.

Sebenarnya niat Google untuk berekspansi ke bidang seluler telah tercium sejak awal tahun 2005 lalu, saat Google mengakuisisi sebuah perusahaan software mobile bernama Android. Pengembang software ini sendiri, saat ini ditunjuk sebagai pengembang Android di Google. Android sendiri dirancang sebagai sebuah software seluler open source berbasis Java, dalam jaringan 3G dengan teknologi GPS.
Namun satu hal yang mengherankan dari Google adalah pada saat peluncuran Android sendiri. Ternyata peluncuran sistem operasi seluler ini digawangi oleh 34 perusahaan software maupun semi konduktor yang tergabung dalam OHA (Open Handset Alliance). Jawabannya mungkin tak akan jauh berbeda dengan ekspektasi Google dari industri Internet selama ini, yaitu pangsa iklan. Apa yang membuat Google bersemangat mengembangkan Android ternyata adalah kecenderungan akan berpindahnya minat masyarakat dalam mengakses Internet, dari PC atau notebook ke handphone. Dengan begitu tak pelak lagi semua iklan online maupun belanja online juga akan berpindah ke perangkat genggam ini. Itulah salah satu alasan cerdas Google dalam mengembangkan Android. Google sendiri menyatakan kepada CNET bahwa Android baru akan diluncurkan ke pasar pertengahan tahun 2008 yang akan datang. (source: http://beritanet.com/)
Tandberg adalah merupakan leading global provider yang menyelenggarakan visual communication products and services dengan headquarted di New York dan Norway. Tandberg mendesign, mengembangkan dan memarketkan sistem dan software untuk video, voice dan data. Tandberg menyelenggarakan penjualan, support dan value added services di lebih dari 90 negara world wide. Tandberg merupakan perusahaan publik yang dilisting di Oslo Stock Exchange.

Pada tahun 2006, pertumbuhan revenue Tandberg tumbuh 21,6% merupakan refleksi dari pertumbuhan video conferencing industry. Tahun 2006 merupakan tahun “renewed visibiltity” bagi videoconferencing industry, dimana infrastruktur untuk mendukung video sudah dideploy di banyak negara. Demand terhadap video conferencing meningkat seiring pertumbuhan teknologi visual communication.

Natural Communication

Tandberg Vision adalah untuk menyelenggarakan Natural Communication: “making the video experience as natural as having an in-person conversation“. Visi ini diharapkan dapat mengembangkan market di tahun 2007, seiring dengan kemajuan infrastruktur komunikasi – NGN, 3G, dsb.

Strategic Alliances

Tandberg memiliki strategic alliance dengan IP Network Provider, Nortel dan Avaya. Di bidang Video Telephony Solution, Tanberg menggandeng Cisco melalui bundling produk Cisco CallManager 4.0 dengan Tandberg SCCP Video Endpoints. Sedangkan untuk aplikasi Tanberg memiliki strategic alliance dengan IBM dan Microsoft.

Market Position

Tandberg pada tahun 2006 memiliki global market share sebesar 39,7% (revenue) dan 27% (unit yang dijual).

Movi: New Video Conferencing Solution from Tandberg

Pada kesempatan CommunicAsia, Tandberg menampilkan produk/ solusi terbarunya yang disebut Movi. Movi merupakan produk unggulan pada CommunicAsia 2007. Movi adalah server-based video application untuk enterprise market. Movi memungkinkan pengguna PC dengan webcam untuk masuk ke jaringan video conferencing di perusahaannya dan berkomunikasi secara visual dengan rekan kerja dari mana saja selama terhubung dengan internet.

Selain itu, Movi juga merupakan solusi yang baik sebagai banking kiosk solution, yang didesign untuk memudahkan pelanggan bank untuk berkomunikasi secara visual dengan petugas customer service.

Tandberg Management Suite

Satu lagi produk unggulan dari Tandberg adalah Tandberg Management Suite (TMS), yaitu satu platform management untuk seluruh kebutuhan visual communication. TMS menyediakan control dan visibilitas yang lengkap baik untuk onsite maupun remote video system. TMS yang dilengkapi dengan Tandberg Management System cocok sebagai solusi video conferencing yang lengkap bagi kebutuhan enterprise.

Tandberg Management Suite


I'm the one with my own vision. Vision to give my wisdom on surrounding society. Especially my lovely wife and 2 kids, my parents and all my family, my all friends at my workplace, home and anywhere you are, ...

Kategori

RSS Orido

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.
Indonesians’ Beautiful Sharing Network
Add to Technorati Favorites

Blog Stats

  • 296.360 hits