Visi Pramudia

Posts Tagged ‘telekomunikasi

PCCW Limited didirikan oleh Richard Li Tzar Kai, anak dari Biliuner Hongking, Li Ka Shing. Pada bulan Agustus 2000, PCCW mengakuisisi Hong Kong Telecom mejadikan PCCW sebagai perusahaan telekomunikasi terbesar di Hongkong.

Pada Januari 2003, PCCW membentuk anak perusahaan dengan nama Cascade. Cascade melayani PCCW dalam servis dan operasi network telekomunikasi, dan menyediakan design network infrastruktur, consulting solutions, project management, maintenance dan technical support.

Financial Performance

Tahun 2006, pendapatan PCCW meningkat 14% dari US$ 2,885 pada tahun 2005 menjadi di US$ 3,287. Pertumbuhan ini dikontribusi oleh pertumbuhan TV & Content yang merupakan revenue driver yang baru, dengan pertumbuhan mencapai 71% YoY. Now TV sudah terinstall 758,000 dengan 130 channel, serta memiliki advertising dan interactive service sebagai new revenue stream.

PCCW customer based tumbuh 25% setelah mengakuisisi 100% SUNDAY Asset. Paltform yang digunakan adalah GSM dengan me-launch layanan 3G. Cross platform service: NowTV, Moov, MobileTix, snaap!, EasyWatch, siap untuk menuju integrated services, Quad Play.

Adapun revenue growth diperoleh juga dari anak perusahaan PCCW: CASCADE, Contact Centers dan PCCW Global.

Operational & Strategic Review

Sejak tahun 2006, PCCW intensif untuk melakukan investasi di Quad Play Platform, yang menginte-grasikan empat layanan, yaitu:

  • Fixed Line
  • Broadband (Netvigator)
  • Pay TV (NowTV)
  • Mobile (PCCWMobile)

PCCW telah melakukan strategic partnership dengan CNC China. PCCW telah melakukan akuisisi 50% CNC Broadband China yang memiliki layanan broadband kepada lebih dari 250.000 subscriber di Hanzhou dan Ningbo. Selain itu, PCCW Global telah menandatangani kontrak dengan China Netcom dalam penyelenggaraan 30 Megabyte connectivity antara Hongkong dengan US.

PCCW Global

Keith Wong menjelaskan bahwa saat ini PCCW Global memiliki IP Backbone terbesar di Asia Pasific Region. IP Backbone meliputi 49 node di 18 negara, serta 30 node public Internet Exchange. PCCW memiliki koneksi dengan Jakarta melalui Singtel Singapore.

Adapun Solusi Enterprise yang diprovide oleh PCCW Global meliputi:

  • International Ethernet Private Line (IEPL)
  • International Managed Bandwith Services (IMBS)
  • Serv ice Provider Solution
  • Cellular Backhaul Service
  • IP Transit
  • Hosted PBX
  • MPLS VPN Solutions
  • VoIP Switch Partition (VPS) Service
  • Satellite Solutions
  • IP-VPN
  • Broadband VSAT Service
  • Broadband Global Area Network (BGAN)
  • Mobile Messaging Services
  • Global Audio Conferencing Services.
  • Managed Equiptment Services.
  • Managed Security Services.

PCCW’s Integrated Technology Platform

Iklan
Jika kita mendengar berita bahwa Google berambisi menguasai pangsa iklan di Internet, atau menguasai pangsa data center, atau bahkan pangsa peta satelit online, mungkin itu sudah bukan hal baru di telinga kita. Tetapi bagaimana jika yang kita dengan adalah ambisi terbaru Google untuk menguasai pangsa telepon seluler? Tentunya hal ini akan benar-benar menjadi berita baru dari sederetan ambisi Google selama ini.

Google mempunyai alasan cukup kuat untuk melirik pangsa ini, karena perkembangan teknologi telepon seluler sewasa ini sudah bukan merupakan evolusi lagi, melainkan sebuah revolusi. Babak baru dalam dunia telekomunikasi nirkabel ini terus bergulir dengan cepat. Jika sekarang seseorang mempunyai PC di rumah, dan notebook untuk ke kantor atau kuliah, serta berkomunikasi melalui telepon seluler. Maka pergerakkan yang kemudian terjadi sekarang adalah, orang mulai berpikir bagaimana menyatukan semuanya dalam satu genggaman. Sebenarnya hal tersebut telah mulai dipenuhi dengan munculnya PDA/smartphone, di mana seseorang dapat merangkum semua kebutuhan komputasinya dalam satu genggaman. Dan perkembangan inilah yang membuat Google berambisi untuk menguasai pangsa ini.

Sebenarnya niat Google untuk berekspansi ke bidang seluler telah tercium sejak awal tahun 2005 lalu, saat Google mengakuisisi sebuah perusahaan software mobile bernama Android. Pengembang software ini sendiri, saat ini ditunjuk sebagai pengembang Android di Google. Android sendiri dirancang sebagai sebuah software seluler open source berbasis Java, dalam jaringan 3G dengan teknologi GPS.
Namun satu hal yang mengherankan dari Google adalah pada saat peluncuran Android sendiri. Ternyata peluncuran sistem operasi seluler ini digawangi oleh 34 perusahaan software maupun semi konduktor yang tergabung dalam OHA (Open Handset Alliance). Jawabannya mungkin tak akan jauh berbeda dengan ekspektasi Google dari industri Internet selama ini, yaitu pangsa iklan. Apa yang membuat Google bersemangat mengembangkan Android ternyata adalah kecenderungan akan berpindahnya minat masyarakat dalam mengakses Internet, dari PC atau notebook ke handphone. Dengan begitu tak pelak lagi semua iklan online maupun belanja online juga akan berpindah ke perangkat genggam ini. Itulah salah satu alasan cerdas Google dalam mengembangkan Android. Google sendiri menyatakan kepada CNET bahwa Android baru akan diluncurkan ke pasar pertengahan tahun 2008 yang akan datang. (source: http://beritanet.com/)

Nokia Siemens Networks saat ini sedang mengembangkan solusi Village Connection sebagai solusi komunikasi untuk daerah pedesaan. Saat ini, Nokia Siemen Networks Village Connection sedang diuji coba di India untuk menguji teknologi dan sistem bisnis yang dapat diimplementasikan.

Solusi Village Connection didesign untuk menyelenggarakan komunikasi ke pedesaan melalui teknologi yang murah (cost-efficient) sebagai tambahan dari jaringan GSM existing. Untuk itu, network dibangun tanpa mendirikan tower BTS, namun cukup dengan “mini” network, yaitu melalui perangkat PC sebagai server, batre UPS dan GSM access point. Skema bisnis dilakukan melalui metode franchising, dimana operator akan kerjasama dengan local/ village entrepreneur sebagai franchisee. Network mini disetup di pedesaan, sehingga untuk komunikasi internal di desa, tidak akan mempengaruhi trafik jaringan GSM existing. Dengan demikian, maka untuk panggilan internal dalam desa, dapat dilakukan skema flat pricing, yang merupakan pendapatan bagi local/ villager enterpreneur. Sedangkan untuk panggilan keluar pedesaan, maka akan diberlakukan pricing berdasarkan durasi. Local/ villager enterpreneur diharapkan dapat melakukan investasi untuk GSM Access Point dan sebuah PC untuk digunakan sebagai mini server.

Manfaat Village Connection

Beberapa manfaat dari Village Connection:

Bagi Operator :
· Mendapatkan market tele-komunikasi dari pedesaan
· Mendapatkan kasus bisnis yang profitable dari daerah pedesaan.
· Memperbesar customer base, dapat meningkatkan traffic tambahan.

Bagi Entrepreneur:
· Peluang untuk menjadi Bisnis Owner.
· Kontribusi kepada komunitas di pedesaan.

Bagi Masyarakat Desa:
· Connectivity ke luar pedesaan, bahkan ke dunia.
· Memiliki telepon sendiri di rumah.
· Meningkatkan kesejahteraan.

Lesson Learned

Village Connectivity merupakan solusi yang baik untuk program meningkatkan penetrasi Telekomunikasi di Indonesia, sebagai salah satu main industry driver untuk memajukan Indonesia (Lihat tulisan saya tentang “Menuju Indonesia Makmur“). Program Telepon/ Internet Masuk Desa dapat seiring dengan skema bisnis yang digunakan oleh Village Connection. Memang Village Connection mengambil GSM sebagai teknologinya, namun tidak menutup kemungkinan model bisnis ini dikembangkan dibawah platform lain, misalnya CDMA. Yang penting, bagaimana model bisnisnya bisa merangsang para pengusaha lokal di pedesaan (village entrepreneur) untuk bersama membangun bisnis ini. Model bisnis ini sebetulnya sudah berjalan di Bangladesh melalui program dari Grameen Phone.


I'm the one with my own vision. Vision to give my wisdom on surrounding society. Especially my lovely wife and 2 kids, my parents and all my family, my all friends at my workplace, home and anywhere you are, ...

Kategori

Indonesians’ Beautiful Sharing Network
Add to Technorati Favorites

Blog Stats

  • 275,344 hits