Visi Pramudia

Posts Tagged ‘the 8th habit

Tahun 2005, Stephen R. Covey menambah karakter ke delapan sebagai dimensi baru dalam mewujudkan pemahaman mengenai pribadi yang utuh. Karakter kedelapan memberi pola pikir dan perangkat keahlian untuk secara terus menerus menggali potensi yang ada di dalam diri manusia melalui semua peran dalam 4 Peran Kepemimpinan :
Pertama, Panutan atau menyajikan keteladanan (individu, tim). Menjadi panutan mengilhami timbulnya kepercayaan tanpa memintanya. Jika orang hidup dengan prinsip-prinsip yang diwujudkan dalam karakter ke-8, kepercayaan, pengikat kehidupan ini, akan tumbuh dengan subur. Kepercayaan akan muncul kalau kita memang layak dipercaya. Secara singkat, mejadi panutan menghasilkan kewibawaan moral pribadi.
Kedua, Perintis. Merintis jalan menciptakan keteraturan tanpa perlu memaksakannya. Hal ini berarti bahwa jika orang mengaitkan identitas mereka dan terlibat dalam pembuata keputusan-keputusan strategis, khususnya mengenai nilai-nilai yang dipegang serta tujuan-tujuan prioritas tertinggi, mereka akan mengalami keterkaitan emosional. Manajemen dan motivasi merupakan urusan di dalam diri. Orang tidak perlu lagi diatur-atur dan dimotivasi dari luar. Merintis jalan menghasilkan kewibawaan moral visioner.
Ketiga, Penyelaras. Menyelaraskan struktur, sistem, dan proses merupakan perwujudan dari upaya untuk memupuk organisasi dan semangat kepercayaan, visi, dan pemberdayaan. Menyeleraskan menghasilkan kewibawaan moral yang dilembagakan.
Keempat, Pemberdaya. Memberdayakan adalah buah dari ketiga peran yang lain – menjadi panutan, merintis jalan, dan menyelaraskan. Peran ini membebaskan potensi manusia tanpa memerlukan motivasi eksternal. Memberdayakan akan menghasilkan kewibawaan moral budaya.
Iklan

Motivation is what gets you started, Habit is what keeps you going”

Kata-kata tersebut saya ambil dari belakang kartu Fitness First… : motivasi adalah hal yang membuat kita memulai sesuatu, dan kebiasaan adalah apa yang membuat kita terus menerus melakukannya… Jadi, untuk mencapai kebiasaan yang baik, dibutuhkan motivasi yang baik… terus menerus sehingga menjadi suatu kebiasaan. Kebiasaan-kebiasaan yang dilakukan secara kelompok atau komunitas bisa dijadikan menjadi suatu budaya/ culture dari kelompok atau komunitas tersebut…

Rumusnya jadi seperti ini:

Motivation –> action –>habit–>culture

Untuk merubah motivasi menjadi action adalah kemauan. Untuk menjadikan action menjadi habit adalah continuous action (action yang berkesinambungan). Untuk menjadikan habit menjadi culture adalah mentransfer habit individu menjadi social habit.

Jadi semua berangkat dari Motivasi. Motivasi bisa kita peroleh dari mentor, guru, buku dan lainnya… tapi sebetulnya motivasi yang paling baik adalah dari pikiran kita sendiri dengan cara mengambil hikmah atas sesuatu dan membuat strategi mengatasinya untuk menjadi motivasi kita sendiri…

Bagaimana dengan habit? Untuk mencapai kemenangan pribadi maupun sosial, Stephen R. Cover menjelaskan 7 Habits of Highly Effective People dan ditambah dengan the 8th Habit pada buku barunya:

7 Habits:

  • Proactive
  • Start from the End
  • Put first thing first
  • Think win win
  • Effective Communication
  • Synergy
  • Sharpen the saw

The 8th Habit:

  • Panutan
  • Perintis
  • Penyelaras
  • Pemberdaya

Untuk lebih detail mengenail 7 habits dan the 8th habit, articlenya bisa didownload disini: https://visipramudia.files.wordpress.com/2008/04/7-habits-of-highly-effective-people-8th-habit.pdf

Dengan kebiasaan-kebiasaan positif tersebut, diharapkan terbentuk komunitas yang baik, sehingga membentuk budaya bangsa yang baik…


I'm the one with my own vision. Vision to give my wisdom on surrounding society. Especially my lovely wife and 2 kids, my parents and all my family, my all friends at my workplace, home and anywhere you are, ...

Kategori

RSS Orido

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.
Indonesians’ Beautiful Sharing Network
Add to Technorati Favorites

Blog Stats

  • 289.352 hits
Iklan